Duo Ulama Kaum Tuo

Pilot Canang Sumbar
0


Duo Ulama Kaum Tuo di Minangkabau


Sijunjung, Canangnews.com-Pada suatu hari, ketika menjelang sholat maghrib, Inyiak canduang tiba di perkarangan masjid nagari Jaho, teringin hendak masuk jamban/wc karena mau buang air kecil, Inyiak canduang berhenti di depan jamban yang berjejer di muka perkarangan masjid.


Kemudian beliau melepas baju jas beliau, tetiba dengan sangat cepat Inyiak Jaho mengambil jas itu, dan dipegangnya jas itu sampai inyiak keluar dari jamban selesai buang hajat.


Sebenarnya inyiak canduang ingin menyandang sendiri jas itu, tetapi inyiak jaho sudah mengiring beliau ke kolam air tempat mengambil wuduk, setelah selesai barulah jas itu beliau kembalikan kepada inyiak canduang. 


Orang-orang melihat kejadian itu sungguh tertegun, menundukkan kepala, berfikir dan bertanya-tanya kenapa inyiak jaho sampai begitu sekali hormat dan adabnya kepada inyiak canduang.


Itu dilakukan inyiak jaho karena beliau menghormati inyiak canduang, walaupun saat itu beliau sudah sama-sama sepuh, sama-sama alim, tapi karena inyiak menganggap inyiak canduang sebagai guru dan sedikit lebih tua dari beliau. 


Boleh jadi menurut penilaian setengah orang hal itu sepeleh saja, tapi bagi inyiak tidak, begitulah orang dulu memperlakukan orang alim. Semakin tinggi ilmunya semakin tinggi pula adabnya.


Bahkan ketika inyiak jaho bersalaman dengan inyiak canduang, sering beliau mencium tangan inyiak canduang, namun inyiak canduang segera menarik tangan beliau. 


Adab sesama ulama, sebenarnya hal ini tidak hanya berlaku dikalangan para ulama saja jauh sebelumnya juga telah dilakukan oleh sahabat-sahabat Rasulullah ï·º.


Begitulah sedikit kisah yang saya dengar dari guru-guru saat sekolah dulunya. Semoga bermanfaat.

(PardiS_Anak Amak)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top