Dampak Pengaruh Dari AKsi Demo Masyarakat dikebun PT SRK Sejumlah Pelajar Tidak Dapat Kesekolah

Canang Tambahan
0

Siswa siswi Sekolah Dasar (SD) Saat Menunggu Antar Sekolah foto : Rol




INHU Canangnews.com - Selain dalam mengganggu Kamtibmas, dampak aksi Ricuh ratusan warga ke perkebunan kelapa sawit milik PT Sinar Reksa Kencana (SRK), Selasa (14/6) kemarin ternyata berdampak pada eksistensi proses belajar puluhan siswa SD dan SMP.


Pasalnya, selain membakar aset non bergerak aksi amukan massa itu beringas turut membakar dua unit Bus Sekolah milik Perusahaan.

Padahal keseharian nya kedua unit Bus sekolah tersebut dipakai untuk memobilisasi puluhan pelajar dari kebun PT SRK ke Sekolah yang jaraknya puluhan kilometer ke Sekolah di Jalan Napal Kecamatan Batang Peranap dengan rentang waktu sekitar 40 menit.


Bus Sekolah Perusahaan, selain digunakan untuk angkutan Pelajar anak Karyawan tidak sedikit anak warga tempatan berstatus pelajar ikut merasakan dampak positif mobilisasi pelajar dari kampung ke sekolah, pulang dan pergi.


Seperti dituturkan salah seorang karyawan kebun PT SRK, Ivan Gunawan Lase dan juga orang tua siswa, Rabu (15/6) menjelaskan pasca rusuh dikawasan perkantoran kebun PT SRK proses belajar puluhan Pelajar terganggu.


"Antar jemputan nya sudah gak ada lagi, maka terpaksa anak sekolah kami diliburkan sementara," sambungnya lewat seluler.


Kondisi itu, katanya, diperparah dengan musim penghujan sehingga antaran anak sekolah pakai sepeda motor diatas kontruksi tanah merah tidak memungkin kan karena beresiko tinggi. "Kalau sudah hujan, apalagi dipagi hari, jalannya akan licin bahkan berlumpur," papar Lase.


Atas kondisi tersebut, Lase mewakili orang tua siswa lainnya berharap kepada Pemerintah dan Manajaman Perusahaan tempatnya bekerja untuk memberikan solusi khususnya angkutan Bus Sekolah. 


"Kalau bisa angkutan Bus Sekolah secepatnya lah diganti, dan kenyamanan Kamtibmas Karyawan bisa dilindungi," pinta Lase yang mengaku tidak tahu pemicu ricuh.


Terpisah Direktur Regional Sumatera PT SRK, Edi Irianto menyayangkan aksi oknum warga yang melakukan demonstrasi yang berujung anarkis.


Padahal menurutnya pihaknya sangat membuka tangan jika aksi damai itu tidak diprofokasi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.


"Pada prinsipnya kami sangat menjunjung tinggi warisan Adat, bahkan pada saat itu, sebelum massa mengamuk, Perusahaan sudah menyediakan akomodasi, namun sayangnya berujung ricuh," ujar Edi yang mengaku pemicu ricuh disebabkan biaya denda adat sebesar Rp 45 juta terlambat bayar 2 bulan sejak kesepakatan.


Tentang mobilisasi Bus Sekolah, Perusahaan akan menyediakan mobil angkutan kembali dengan tujuan agar pelajar tadi dapat mengikuti proses belajar di sekolah masing-masing. "Untuk antar jemput pelajar kami dari perusahaan tetap akan bertanggung jawab karena itu tekad kami kepada anak-anak pelajar disini untuk terus dapat mengikuti pendidikan dimanapun berada," janji Edi.


Sementara kerusakan akibat ricuh, kata Edi, 2 unit Mitsubishi Triton, 2 unit Bus Sekolah, 1 Unit Tapt Helen, 1 unit alat berat mini, 8 pintu Mess Karyawan dengan taksiran kerugian mencapai 7 Miliar rupiah. Proses selanjutnya biar kita serahkan ke penegak hukum, karena dampak aksi massa rusuh itu sudah kami laporkan ke Polres Inhu di Rengat," singkat Edi. 


Kapolres Inhu AKBP Baktiar Alponso melalui Kasi Penmas Aipda Misran membenarkan terkait ricuh dikebun PT SRK unit SPKT Polres Inhu ada menerima laporan polisi dari Manajemen Perusahaan."( Rol )


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top