Jangan Menerima Jabatan Jika Tidak Punya Kemampuan

Catatan Wandra Ilyas



HARI
itu kami kuliah bersama Prof Rizanur Gani (almarhum) dengan materi tentang Berpidato. Beliau menjelaskan dengan gamblang dan runut. Kami cepat memahaminya. Di antara ucapan Prof Riza yang begitu berkesan dan sampai sekarang tidak pernah kami lupakan adalah ”Naik tanpa persiapan, akan turun tanpa kehormatan”.


Prof Riza menekankan kepada kami, "Jika Anda ingin tampil di depan umum untuk berpidato, Anda harus punya persiapan dan harus punya bahan. Kalau tidak, Anda akan seperti layang-layang putus, berputar-putar tidak tentu arah. Keringat dingin akan bercucuran. Anda akan merasa membawa beban berat. Orang yang mendengar tidak respek lagi dengan apa yang Anda sampaikan. Mereka langsung men-jugde (menghakimi) : “Siapa Anda!” Akhirnya Anda akan turun tanpa kehormatan. 


Begitu juga halnya dengan pekerjaan atau jabatan. Jangan sekali-kali menerima suatu pekerjaan atau satu jabatan (apalagi meminta-red) sementara Anda tidak punya kemampuan dan tidak memenuhi kriteria untuk itu. Kalau itu sampai terjadi, Anda akan dicatat dan dikenang sebagai orang yang gagal di masa itu. 


"Dampaknya tertundalah suatu kemajuan. Keberadaan Anda tidak bermanfaat bagi orang lain,” kata Prof Rizanur Gani  menambahkan.


 **


Hal itu mengingatkan saya kepada Pak Darlius Kalik (almarhum), kepala SMAN 1 Gunung Talang - Kabupaten Solok periode 1989-1997 dan pernah menjadi Instruktur Matematika untuk Asia Tenggara. Pak Darlius Kalik (DK) di mata saya, sungguh tepat dan pantas  menjabat Kepala SMA waktu itu. Orangnya disiplin, tidak berbelit-belit dan menguasai permasalahan yang berhubungan dengan jabatannya.


Banyak ilmu dan pengalaman yang dapat saya ambil dari Pak DK. Di antaranya, bagaimana cara beliau mempersiapkan diri untuk sebuah pertemuan (breefing) dengan tenaga pendidik (guru)  dan tenaga kependidikan (pegawai) setiap hari Senin yang rutin dilaksanakan, minimal satu kali dalam sebulan.


Hal yang membuat saya kagum kepada Pak DK, beliau tidak pernah datang ke ruang pertemuan dengan tangan kosong tetapi selalu membawa buku agenda atau catatan di tangannya. Saya melihat langsung beberapa poin yang beliau tulis dalam buku catatan tersebut karena saya hampir selalu duduk di sebelahnya selaku  seorang Wakil Kepala Sekolah sekaligus bertindak sebagai pemandu acara.


Hal berikutnya yang saya teladani adalah beberapa poin yang akan beliau sampaikan dalam rapat telah beliau pelajari dengan seksama terlebih dahulu, baik menyangkut keuangan, kurikulum, kesiswaan maupun sarana dan prasarana sekolah. Kalau ada yang diragukan atau belum beliau pahami, Pak DK akan mencari peraturan, undang-undang atau membuka buku referensi tentang itu. Paling tidak beliau akan mendiskusikan dengan anggotanya yang membidangi hal tersebut. Dengan demikian, rapat atau pertemuan berjalan dengan lancar, terarah, tepat sasaran dan tepat waktu. Semua pertanyaan dan tanggapan yang muncul dapat dijawab dengan jelas dan tuntas.


Tidak sampai di situ saja, Pak DK merupakan seorang atasan atau pimpinan yang selalu memberikan jalan atau tangga kepada anggotanya untuk naik dalam mengembangkan karirnya. Masih jelas dalam ingatan saya, ketika saya diangkat menjadi Kepala SMP Negeri 1 Pantai Cermin (Surian) Kabupaten Solok.tahun 1994, Pak DK membawa kolega atau teman-teman dari SMA Negeri 1 Gunung Talang sebanyak dua mobil, mengantarkan dan menghadiri pelantikan saya di Surian.


Saya merasa mendapat suport dan energi yang luar biasa untuk memulai tugas di tempat yang baru. Rasanya melebihi dari modal uang banyak yang beliau berikan. Saya menitikkan air mata ketika Pak DK dan teman-teman menyalami saya, seakan-akan mengatakan “Selamat melaksanakan tugas, Saudaraku, ukirlah pretasi dengan baik, sehingga namamu akan tetap dikenang, karena membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi banyak orang”.


 ****


Suatu kali, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Kanwil Depdikbud) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengadakan rapat koordinasi (rakor) bagi kepala SMP/SMA se-Sumbar di Hotel Pusako Bukittinggi. Hari kedua pelaksanaan rakor, dilakukan diskusi kelompok membahas tentang: kurikulum, kepemimpinan, keuangan, kesiswaan dan ketenagaan. Ternyata saya satu kelompok dengan Pak DK, membidangi masalah kurikulum. Pak DK bertindak selaku ketua dan saya langsung ditunjuk menjadi sekretaris kelompok.


Pada hari terakhir adalah penyampaian laporan hasil kerja kelompok di hadapan Ka kanwil Drs Basri AS MM (almarhum) waktu itu dan beberapa orang kepala bidang. Pada giliran kelompok kami, Pak DK meminta saya untuk menyampaikan laporan.  Dalam hati saya berucap, “lagi-lagi Pak DK menyiapkan tangga untuk saya”.


Amanah itu saya laksanakan dengan baik dan hati-hati. Saya mengatur napas dengan seksama. Kalimat demi kalimat saya susun dengan diksi yang terpilih. Vokal dan intonasi yang keluar saya atur sedemikian rupa. Sempat saya lihat, Kakanwil Depdikbud Drs Basri AS MM memandang ke arah saya begitu lama. Kemudian saya lihat beliau berbicara dengan seorang kepala bidang. Ketika selesai pemaparan dan kembali ke kelompok. Pak DK langsung menyalami saya dengan penuh bangga termasuk anggota kelompok yang lain.


Seminggu selesai rakor di Hotel Pusako Bukittinggi, saya dan guru-guru kaget. Kakanwil Drs Basri AS MM beserta rombongan datang tiba-tiba ke SMP Negeri 1 Pantai Cermin (Surian) di tempat saya menjabat kepala sekolah. Ada lebih kurang setengah jam berdialog di ruang pertemuan. Kemudian Bapak Basri mengitari sekolah untuk mengamati lingkungan sekolah. Di dalam buku tamu beliau menuliskan. “Bagus! Pertahankan !” 


Setelah Kakanwil Basri AS dan rombongan berangkat meninggalkan sekolah, sempat saya dengar guru-guru berucap “Sejak sekolah ini ada, baru kali ini dikunjungi Kakanwil dan baru kali ini pula sebanyak lima buah mobil dinas plat merah parkir di halaman sekolah”.


Ternyata satu bulan setelah kedatangan Kakanwil Basri AS dan rombongan  ke SMPN 1 Pantai Cermin terbit Surat Keputusan (SK) mutasi saya ke SMPN 2 Padang dan bulan Desember 1996 saya resmi dilantik.


Kembali Pak Darlius Kalik membawa rombongan dari SMA Negeri 1 Gunung Talang sebanyak dua mobil  untuk menghadiri pelantikan. Saya melihat dan merasakan, bahwa keluarga besar SMAN 1 Gunung Talang (tempat saya pernah bersama), terutama Pak DK, ikut bangga dan senang atas kepindahan saya bertugas dari ibu kecamatan ke ibu kota provinsi, tepatnya Kota Padang.


  **


Terhitung dua tahun dua bulan saya melaksanakan tugas di SMPN 2 Padang, menggerakkan sekolah dengan bersama-sama. Semangat guru-guru, pegawai dan komite sedang bagus-bagusnya. Prestasi siswa pun meningkat pesat. Rasa kekeluargaan dan kerjasama antara satu dengan yang lain terjalin dengan baik. Kakanwil Depdikbud Provinsi Sumbar Drs Basri AS MM menarik dan memperomosikan saya ke kantor  di Jalan Sudirman Nomor 15 Padang. Saya ditempatkan di Bagian Pengelolan Ketenagaan: Pendidik (Guru), Tenaga Kependikan (Pegawai) dan Kepala SMP/SMA se-Sumatera Barat, termasuk urusan mutasi dan promosi. 


Mulai saat itu, lingkungan sekolah yang selalu diramaikan oleh banyak siswa dan guru-guru pun saya tinggalkan. Pekerjaan itu sudah saya tekuni selama Sembilan belas (19) tahun. Saya dilantik oleh Ka Kanwil Depdikbud Provinsi Sumbar Drs Basri AS MM bulan  Maret 1999 di aula lantai  dua (2).


Waktu nama saya dipanggil ke depan untuk mengambil sumpah jabatan, saya menghadap ke arah para undangan. Darah saya terkesiap dan berdebar kencang. Mata saya tertuju pada kursi deretan nomor dua (2). Pak Darlius Kalik (DK) yang selama ini membimbing dan memberikan jalan dan tangga kepada saya untuk meniti karir ikut hadir di acara pelantikan saya hari itu. Padahal saya lupa mengabarkannya kepada beliau bahwa saya akan dilantik. Waktu itu, Pak DK telah bertugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok. Toh, kenyataannya hari itu beliau ikut  hadir.


Keharuan mulai menyesak dada saya. Pak DK terus memandang saya tidak putus-putusnya. Di wajahnya saya lihat ketulusan dan kasih-sayang tanpa batas. Saya betul-betul tidak kuasa menahan air mata, ketika tiba pada acara ucapan selamat. Pak DK menyalami saya dengan penuh kebapakan. Saya lihat air matanya juga menggenang. Lalu merangkul saya begitu lama, dan disaksikan oleh undangan yang lain.


Catatan ini saya tulis untuk mengenang kebaikan seorang pimpinan kepada anggotanya. Penuh ketulusan dan kasih sayang tanpa batas. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ: “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”. Semoga Pak Darlius Kalik tenang di alam sana, aamiin yaa Rabbal'alamiin. 


Padang, 20 Maret 2022

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama