Mushalla Misbahul Ulum SMPN 35 Sijunjung dan Program Tahfiz Siswa

 



Sijunjung, canangnews.com - Berawal dari penutupan kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu dan Minggu ( Perjusami) bulan Maret 2020 lalu. Saat  itu SMPN 35 Sijunjung yang berkampus di Jorong Kunangan, Nagari Kunangan Parit Rantang Kecamatan Kamang Baru, mengadakan menampilan bakat siswa yang dihadiri tokoh masyarakat, wali murid siswa dan anggota DPRD Sijunjung yang berdomisili  di  Kamang Baru.




Pada malam tersebutlah kami  sampaikan niat dan  rencana ingin membangun sebuah mushalla, untuk melengkapi sarana,  wadah pembinaan baca Alquran dan pelaksanaan  shalat berjemaah di komplek  SMPN 35 Sijunjung.



"Begitu mendapat respon yang positif dari hadirin, sehingga malam itu  terkumpul sejumlah sumbangan dari Anggota DPRD Sijunjung, tokoh masyarakat dan wali murid menjadi modal utama dalam pembangunan musholla ini.




"Komunikasi yang intens dengan donatur dan semua pihak terus dilakukan, gerakan pengumpulan dana terus berjalan seiring dengan pelaksanaan pembangunan mushalla,  Alhamdulillah berkat bantuan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, akhirnya, saat ini mushalla Misbahul Ulum dapat diresmikan Bapak Bupati," ujar Kepala SMPN 35 Sijunjung Tri Joko Priatmo, M.Pd saat peresmiannya, Jumat (3/9). dikutip dari portal harian  Canangnews ini, 3 September 2021.



"Atas partisipasi  semua pihak, kami dari keluarga besar SMPN 35 Sijunjung,  bersama Komite dan masyarakat Jorong Kunangan mengaturkan terima kasih," lanjut Tri Joko.



Pada kesempatan tersebut Bupati Benny Dwifa Yuswir mengucapkan selamat dan  mengapresiasi atas  inisiatif wali murid, masyarakat sekitar atas berdiri dan diresmikan  mushalla Misbahul Ulum saat ini.



Bupati Benny Dwifa pun secara khusus mengaturkan terimakasih dan apresiasi  Kepada Kepala SMPN 35 Sijunjung Tri Joko Priatmo, M.Pd., atas undangan dan kerja kerasnya dalam membangun mushalla ini. 



Yang luar biasanya dalam acara peresmian ini, SMPN 35 Sijunjung bisa menghadirkan semua tokoh, mulai dari Bupati, Ketua dan anggota DPRD Sijunjung, Ketua Baznas Sijunjung, Wali Nagari dan tokoh masyarakat lainnya," ungkap bupati.



Bupati Benny berharap, dengan telah ada dan resminya mushalla ini,  dapat dipergunakan dengan sebaik baiknya untuk menggelar kegiatan keagamaan di mushola Misbahul Ulum ini.



"Kami juga mendoakan agar SMPN 35 Sijunjung ini, walaupun kecil, tetapi nanti bisa melahirkan orang orang besar yang berasal dari lulusan SMP ini," harap bupati.



Dikutip dari portal goparlemen.com, ketika penulis harian ini menghubungi Kepala SMPN 35 Sijunjung, Tri Joko Priatmo, M.Pd,  Ahad (12/9)  menanyakan tentang pemanfaatan mushalla Misbahul Ulum itu, beliau menyatakan  "Justeru yang lebih penting dari peresmian itu adalah  pemanfaatan Mushalla untuk kemaslahatan umat".



Diantara yang paling memungkinkan dalam waktu dekat adalah dimulainya kegiatan Tahfiz seluruh siswa SMPN 35 Sijunjung, yang memang merupakan program unggulan yang telah dicetuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekolah ini.



Setelah melakukan koordinasi dengan Komite, orangtua siswa dan perwakilan masyarakat Jorong Kunangan, kegiatan Tahfiz itu akan dimulai pekan depan.



Diawali dengan lomba tahfiz dengan menyediakan hadiah yang menarik, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran tahfiz yang jadwalnya sesudah shalat zuhur berjemaah.



Siswa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Baca Tulis Quran, kelompok belajar Iqro dan kelompok tahfiz. Kelompok BTQ dan Iqro belajarnya pada shift satu dengan jadwal pukul 13.00 sampai pukul 14.00 wib, sedangkan kelompok kelas tahfiz pukul 14.15 sampai 15.15 wib.



Berhubung, kegiatan ini berlangsung siang menjelang sore, maka orang tua siswa menyediakan diri menghantarkan nasi makan siang kepada anaknya ke sekolah sebelum waktu zuhur masuk, waktu mengantarkan nasi kepada anak tersebut bisa juga dimanfaatkan ajang komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah (guru/Kepala sekolah). 



"Itu untuk program jangka pendek, namun untuk  program jangka menengah dan panjang mushalla dapat dipergunakan untuk kegiatan keagamaan siswa dan masyarakat sekitar,  bahkan dapat juga sebagai tempat musyawarah dan rapat rapat tingkat pemerintahan Jorong Kunangan," jelas Tri Joko Priatmo.



"Mushalla bukan hanya sebagai barang pajangan belaka, tetapi semaksimalnya dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan keagamaan generasi penerus," tukas Tri Joko Priatmo.(Herman/TJP)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama