Taktuma Mushala Pontren Tahfizhul Qur’an Darul Ikhlas, Bupati Apresiasi Dukungan Masyarakat


UlakanCanangNews Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur melakukan peletakkan batu pertama (taktuma) pembangunan surau atau mushala Pondok Pesantren (Pontren) Tahfizhul Quran Darul Ikhlas Tartilaa Syekh Burhanuddin di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, Ahad 29/12/1442 (8/8/2021).

 


Ketika memberikan pengarahan, Bupati Suhatri Bur menyatakan apresisasi atas partisipasi dan dukungan masyarakat di Nagari Ulakan, baik yang berada di ranah maupun di rantau, berkat kekompakan bersama, Pontren Tahfizhul Quran Darul Ikhlas Tartilaa Syekh Burhanuddin dapat berdiri dan dibangun.

 


"Kami mengucapkan terimakasih kepada pemilik tanah yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan pontren ini dengan tujuan untuk pengembangan sumber daya manusia yang ada di Ulakan. Seperti diketahui, misi utama pembangunan pontren ini untuk menciptakan dan melahirkan hafidz dan hafidzah yang lebih banyak. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Padang Pariaman untuk lima tahun ke depan," ungkap Suhatri Bur yang mengaku pernah belajar di pontren.

 


Bupati yang lebih akrab dipanggil Aciak ini mengingatkan kepada pengurus pondok pesantren agar terus menjalin komunikasi dengan seluruh masyarakat, baik di ranah maupun di rantau, dengan saling membina hubungan baik dan menjaga sulaturahmi untuk kemaslahatan bersama sehingga pembangunan dapat segera terselesaikan.

 


"Kami juga meminta kepada pengurus pondok pesantren agar terus menjaga dan menciptakan kenyamanan bagi pengunjung yang datang untuk beribadah ke Ulakan mengingat Ulakan merupakan tempat awal mula syara' dikembangkan sehingga pengunjung tersebut merasa kusyu' saat beribadah," ulas Mantan Ketua Baznas ini.

 


Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Fajri Yanuar Tk Kuniang mengucapkan terimakasih atas lahan yang diberikan dalam mewujudkan cita-cita untuk menciptakan hafizh dan hafizhah. Semoga dengan antusiasme yang diberikan oleh masyarakat menjadi amal jariyah,” ujarnya.

 


Fajri melaporkan, pondok pesantren ini berdiri pada bulan Maret 2020 dan izin operasional terbit Oktober 2020 serta telah memiliki santri kurang lebih 100 orang yang berasal dari dalam dan luar Kabupaten Padang Pariaman dengan program unggulan Tahfidz Quran. Saat ini santri yang tinggal di asrama sebanyak 20 orang, putra diasramakan di lokasi pesantren, sedangkan untuk santri putri di rumah masyarakat sekitar
. (R/ZT)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama