Hakim R Piliang: Briket Arang Kelapa Padang Pariaman Menembus Pasar Ekspor


Padang Sago, CanangNews – Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi besar dalam pengolahan dan pengembangan produk kelapa turunan berupa arang briket dan asap cair. Hal ini sangat tepat dan strategis untuk menangkap peluang pasar ekspor. 



Ketua Umum Perkumpulan Arang Kelapa Indonesia (Perkaki) Sumatra Barat Hakim R.Piliang mengemukakan hal itu, Selasa (10/8/2021). Ia menyebutkan, berdirinya Asosiasi  / Perkumpulan Pengusaha Arang Batok Kelapa Indonesia tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Padang Pariaman melalui komoditi kelapa turunan.



“Kami sudah melakukan penjajakan untuk memenuhi kuota ekspor briket arang kelapa ke Timur Tengah. Saya berani mengatakan, setelah penjajakan tersebut dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan arang kelapa  sangat potensial karena end user (pengguna akhir) menyatakan puas dengan kualitas briket arang kelapa dari Indonesia, dalam hal ini dari Sumatra Barat dengan hasil data analisis mengandung karbon aktif dengan kadar kalori yang tinggi serta abunya putih,” ujar Hakim.



Menurutnya, berdasarkan  informasi dari Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Merunda – Cakung, kebutuhan atau kuota ekspor briket arang kelapa ke Timur Tengah akan  mencapai 350.000 metric ton setiap tahun. Sebagai awal peningkatan, untuk memenuhi kuota ekspor, perusahaan binaan Perkaki, PT Badano Charchoal Energy akan melakukan ekspor perdana 1 kontainer 20 feet atau setara dengan 18 ton melalui Franco Kawasan Berikat Nusantara (KBN).



“Untuk ke depannya, target ekspor perbulan diperkirakan mencapai 3 – 10 kontainer. Saya optimistis, dengan adanya Perkaki tersebut akan menjadi solusi bagi para pengusaha briket arang kelapa untuk memenuhi kuota ekspor briket. Selain itu, juga dapat memberikan kemudahaan dan pelayanan maksimal yang pada akhirnya akan menguntungkan pihak eksportir maupun importir,” katanya lagi.



Di sisi lain, lanjut dia, Indonesia diuntungkan dengan meningkatnya angka ekspor serta adanya diversifikasi produk Indonesia yang dapat menembus ke pasar non-tradisional, khususnya produk briket arang kelapa di Timur Tengah. (Lusy/ZT)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama