Bupati Suhatri Bur Ikuti Vidcon SKB 4 Menteri: PBM Tatap Muka Dibolehkan dengan Syarat


Parikmalintang, CanangNews - Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengikuti video conference (vidcon) tentang Pengumuman Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Terkait Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Saat Masa Pandemi, Selasa  (30/3/2021), di ruangan kerja bupati - Parikmalintang.


Dalam vidcon tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pandemi menyebabkan siswa harus belajar di rumah demi keselamatan dan memutus penularan dan penyebaran covid-19. Evaluasi kegiatan pembelajaran terus dilakukan, baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Menetri Agama, untuk memastikan bahwa anak usia sekolah tetap terpenuhi haknya untuk mendapatkan layanan pendidikan. Selama ini pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan tidak seefektif pembelajaran tatap muka (PTM).


“Program vaksinasi covid-19 terus dilaksanakan mulai pada awal tahun 2021 sehingga nantinya  memberikan harapan baru untuk dapat menyongsong era kebiasaan baru agar dapat melakukan aktivitas seperti semula dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pendidikan dan tenaga pendidik merupakan salah satu sasaran  yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi dalam rangka mendukung akselerasi pembelajaran tatap muka.ditargetkan selesai bulan juni sehingga diharapkan pada ajaran baru bulan juli satuan pendidikan dapat menyedikan layanan tatap muka secara terbatas,” ujar Muhadjir Effendy.


Ia menambahkan, kesuksesan keputusan bersama 4 menteri ini sangat tergantung pada komitmen untuk terus bersinergi dan menjalin koordinasi yang harmonisasi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia mengharapkan dukungan dari daerah dalam pelaksanaan keputusan 4 menteri ini  dan turut memberikan sosialisasi kepada satuan pendidikan yang ada di wilayah masing-masing. Mudahan dengan skb 4 mentri ini semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan.



Senada dengan itu Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud)  Nadiem Anwar Makarim mengemukakan, vaksinasi diberikan kepada seluruh jenjang satuan pendidik, prioritas pemberian dilakukan berdasarkan tingkat kesulitan untuk pelaksanana PJJ, vaksin diberikan kepada pendidik yang lebih muda terlebih dahulu, ia juga mendorong semua pemda untuk memprioritaskan pemberian vaksin untuk guru dan tenaga pendidik sebagai sektor esensial yang sangat penting. Kebijakan pembelajaran dimasa pandemic yakninya esensi dari SKB 4 menteri pada Juli 2020 daerah yang berada pada zona hijau dan kunig telah boleh tatap muka, dan pada Januari 2021 semua daerah boleh menjalani tatap muka.


“Setelah pendidik telah divaksniasi pemerintah mewajibkan satuan pendidikan tersebut untuk menyediakan layanan tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan dan juga masih ada opsi PJJ, orang tua berhak memilih tatap muka terbatas atau pjj , satuan pendidikan wajib memenuhi daftar periksa atau ceklis sebelum memulai layanan tatap muka terbatas, pembelajaran tatap muka dikombinasikan dengan pjj, apabila ada yang terinfeksi covid-19 maka tatap muka terbatas dapat dihentikan. Saat berada disekolah harus menerapkan social distancing maksimal 50 persen kapasitas peserta didik per kelas, tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker,” tambah Nadiem.


Pada dua bulan pertama tidak ada aktivitas di kantin, kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler, kepala sekolah diminta secara konsisten untuk menerapkan protokol kesehatan dilingkungan sekolah, menyiapkan satgas covid, menyiapkan penangan kasus jika ada yang terkonfirmasi, memastikan pemenuhan ceklis, dan Dinas Hubungan agar menyiapkan akses transportasi yang aman, satgas melalukan tracing, menututp sementara sekolah tersebut jika ada yang terkonfimrnasi.


Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Jumeri, mengatakan, praktik baik pembelajaran tatap muka terbatas diantaranya membentuk tim satgas, memperispakan SOP PTM terbats, melalukan pemenuhan daftar periksa, memperbanyak imbauan 4M, membertitahuakn rencana PTM pada RT,Kelurahan dan orang tua, melaporkan perkembangan kesiapan uji coba PTM, menghimbau guru untuk melakukan rapid tes secara berkala, mendata dan memastikan guru dan siswa yang merasa tidak enak badan untuk tidak ke sekolah, memastikn tidak ada yang masuk lingkunag sekolah tanpa izin, mengecek suhu setiap warga sekolah setiap masuk dan keluar sekolah, PTM dilakukan selama 3 jam per hari atau 6 jam seminggu, jam masuk dibuat selang seling, pjj dilakuan secara daring melalui wa group, memberikan mengumpulkan tugas, masuk sekolah digunakan sebagai mkonsultasui terantang tugas yang dikerjakan di rumah.


Menteri Agama Yaqut Qaulil Qaumas menyatakan pihaknya menyambut baik pengumuman SKB 4 menteri ini dan Kementrian Agama sangat setuju dan merespon baik SKB 4 Menteri ini. Semoga pandemic cepat berakhir dan siswa maupun mahsiswa mampu  untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru dalam pembelarajan sehingga anak-anak dapat kembali ke kelas dan berinteraksi antar sesama seperti sedia kala dalam suasana riang dan gembira sehat dan terjaga dari covid-19. Hal yang paling penting aspek keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas. (R/ZT)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama