Kisah Inspiratif (1) Kiat Mendapatkan Tanpa Meminta

Catatan Zakirman Tanjung


SUATU ketika, tahun 1990-an, saya dapat penugasan dari Pemimpin Redaksi Surat Kabar Mingguan Canang menghadiri pertemuan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Abdul Latief dengan para aktivis Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatra Barat di Pangeran's Hotel - Kota Padang.

Di antara sekian banyak kiat sukses yang dipaparkan pria kelahiran Banda Aceh, Aceh, 27 April 1940, ini, ada satu kiat yang berkesan dan masih saya ingat, yakni cara mendapatkan modal usaha dari perbankan tanpa meminta atau mengajukan permohonan.

Pada awal berusaha, kata Abdul Latief, ia juga mengalami kesulitan permodalan. Mengajukan permohonan kepada perbankan bukanlah hal yang mudah jika tidak memiliki agunan. Pilihan satu-satunya terpaksa merangkak dari bawah.

Suatu hari, ia mendengar kabar tentang pergantian pimpinan wilayah suatu bank di kota tempat dia berdomisili. "Terbersit dalam pikiran saya untuk mencari informasi tentang figur pemimpin bank itu. Ternyata beliau gemar maraton pagi usai shalat subuh. Selanjutnya saya cari informasi lokasi atau rute tempat beliau maraton."

Sesuai skema pemikirannya, Abdul Latief mendatangi tempat itu untuk ikut maraton. Ternyata benar! Ia bertemu dengan si pemimpin bank yang dia cari. Latief menyapa dengan sopan, "Pagi, Pak!" Si pemimpin bank membalas, "Pagi...." Latief pun berlalu. Kesempatan berikutnya, Latief kembali maraton dan bertemu si pemimpin bank. Seperti sebelumnya, ia pun menyapa, "Pagi, Pak!" Si pemimpin bank membalas, "Pagi..., eh, bertemu lagi." Keduanya pun terlibat pembicaraan ringan. Ketika bertemu pada kesempatan berikutnya justru si pemimpin bank yang menyapa lebih dahulu. Tak lagi sekadar sapaan basa-basi, si pemimpin bank menanyakan nama Latief. Keduanya mulai akrab. Bahkan, si pemimpin bank mengajak Latief sarapan bubur ayam di sebuah warung. Masih di area maraton, pertemuan demi pertemuan Latief dengan si pemimpin bank terus berlangsung. Mereka makin familiar. Si pemimpin bank bahkan mengajak Latief sarapan di rumahnya. Latief kian mengenal banyak hal tentang rekan maratonnya itu, termasuk soal selera. Pada suatu sore, Latief mengajak isterinya berkunjung ke rumah si pemimpin bank dengan membawa rantang berisi ketan dan durian. Si pemimpin bank dan isterinya terkesan suprise. Mereka terlibat perbincangan hangat hingga si pemimpin bank menanyakan usaha yang sedang digeluti Latief. Puncaknya, si pemimpin bank mengundang Latief berkunjung ke kantornya. Dalam pembicaraan, si pemimpin bank menawarkan Latief mengajukan pinjaman modal usaha kepada bank yang dia pimpin. Latief pun mengucapkan terimakasih. Akan tetapi, Latief menyatakan tidak mungkin mengajukan permohonan pinjaman modal usaha lantaran tidak memiliki agunan. Pengakuan Latief ditanggapi si pemimpin bank dengan positif dengan menyatakan dirinya sebagai penjamin. Tentu saja Latief menyambut dengan suka-cita. Ia pun segera membuat permohonan dan menyerahkan kepada rekan maraton-nya. Proses pun berlangsung cepat karena atas perintah si pemimpin bank kepada jajarannya. Mendapatkan modal usaha tanpa mengajukan permintaan, Latief mengelola modal itu dengan sebaik-baiknya serta dengan menjaga kepercayaan pemberi pinjaman. Latief mencicil pengembalian tepat waktu. Pihak bank pun menawarkan pinjaman dengan angka lebih besar dan lebih besar lagi. Latief pun menjadi pengusaha sukses hingga dipercaya oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto sebagai menaker. (*) (Insyaa Allah, bersambung dengan "Kisah Inspiratif (2, 3, 4) Kiat Mendapatkan Tanpa Meminta" dengan figur Basrizal Koto, Gamawan Fauzi dan Muslim Kasim)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama