Adib Alfikri, 71 Hari Memimpin Kabupaten Padang Pariaman

 

KEPALA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat Adib Alfikri SE MSi baru saja menyelesaikan tugas tambahan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Padang Pariaman. Ia dilantik Gubernur Irwan Prayitno, Jumat (25/9/2020) dan mulai bertugas keesokan harinya. Masa tugasnya berakhir hari Sabtu (5/12/2020) kemarin.

Menjelang meninggalkan Padang Pariaman, Adib menyediakan waktu berbincang dengan awak media. Berikut petikan wawancara dengan pria kelahiran Kota Cirebon, 13 April 1973, ini.

Apa saja kesan Anda selama menjadi Pjs Bupati Padang Pariaman?

Ya, sangat banyak kesan yang kami rasakan selama bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman. Aparatur dan masyarakat daerah ini begitu welcome dan menyambut kami dengan hangat. Kami merasa terpikat pada pandangan pertama.

Sejak hari pertama bertugas di Kabupaten Padang Pariaman, kami (saya bersama isteri – Samira Emra) memiliki kesan yang luar biasa. Semua stakeholder, mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Camat dan Walinagari pada prinsipnya welcome dan humble kepada orang baru seperti kebiasaan orang Minang pada umumnya.

Mulai dari awal bertugas kami mengikuti semua interaksi dan kegiatan yang ada di Pemkab Padang Pariaman, meskipun banyak dinamika yang kami temukan saat melaksanakan kegiatan. Terimaksih atas sambutan hangat dan luar biasa yang diberikan Aparatur dan Masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.

Apakah empat tugas utama Anda dapat terlaksana sesuai dengan yang Anda harapkan?

Tugas utama yang diamanahkan oleh Gubernur: menjalankan roda pemerintahan, penyusunan anggaran, penanganan Covid-19 dan menjaga netralitas ASN menjelang dan saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Alhamdulillah…,semua tugas utama tersebut selama 71 hari ini telah kami laksanakan dengan lancar berkat kerjasama semua OPD dan struktur yang saling berkoordinasi serta banyak bentuk kolaborasi yang telah dilakukan.

Semua tuga yang diamanahkan gubernur telah kami laksanakan dengan baik. Hal ini dapat terlaksana atas kerjasama dan koordinasi  yang baik dengan semua OPD. Banyak OPD yang menonjol dan memberikan dukungan serta kerjasama yang baik selama menjalan tugas. Walaupun hanya sebagai Pjs Bupati, semua tugas dapat kami laksanakan dengan baik tanpa ada perbedaan dan diskriminasi dengan bupati sebelumnya.

Semua kegiatan pemerintahan dapat kami laksanakan, termasuk pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-28 yang cukup sukses penyelenggaraannya. Meskipun ditemui masalah dalam persiapannya, namun semua itu dapat diselesaikan berkat kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sehingga tidak ada pekerjaan yang dirasa berat.

Apa masukan atau saran Anda untuk Padang Pariaman ke depan agar menjadi lebih baik lagi?

Pada dasarnya keberhasilan suatu organisasi – termasuk pemerintahan – tergantung kepada pemipimpinya. Kami berharap kepada siapapun yang terpilih menjadi Bupati Padang Pariaman pada Pilkada 9 Desember agar mengkaji ulang dan mengevaluasi apa yang selama ini sudah ada dan menjadikan sebagai bahan perbandingan.

Dalam waktu yang singkat, hanya 71 hari, kami mencoba memberikan celupan warna yang diharapkan warna ini nantinya akan berarti bagi OPD. Antara lain, kita harus menyadari betapa pentingnya koordinasi, sistem dan alur proses dari sebuah kegiatan.

Satu kata untuk Padang Pariaman

Optimis. Pemkab Padang Pariaman dengan semua stakeholder yang dimiliki harus optimis demi masa depan lebih baik daerah berpenduduk 500 ribu jiwa ini. (R/ZT)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama