Public Relations Masuki New Era Digital


Oleh

Viona Putri Yarisda

(Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UNAND)


Perkembagan teknologi saat ini seperti yang kita ketahui sangtlah memberikan perubahan yang signifikan. Perkembangan tersebut sangatlah pesat, begitupun dengan kemajuan bidang kehumasan atau yang lebih dikenal degan Public Relations (PR). Kemajuan dibidang PR tersebut tentunya akan menghadapi banyak tantangan dikarenakan kemajuan digital yang semakin kompleks. 

Oleh karena itu, para praktisi PR haruslah lebih lihai dalam menciptakan citra yang lebih baik lagi kepada khalayak banyak dan stakeholder-nya.

Praktisi PR haruslah bisa membuat suatu strategi yang mantap untuk mengusung PR kemasa depannya. Karena di era reformasi dan teknologi digital ini seorang PR harus bisa menjalankan fungsi manajemen yang baik, ini tentunya perlu holistic approach (Keseluruhan) serta kolaborasi yang harus dipertimbangkan juga. Kehumasan haruslah berevolusi, hal tersebut senada dengan kemajuan zaman. 

Karena humas bukan hanya sekedar penyambung lidah oleh sebuah perusahaan, tapi juga harus menjadi mata dan telinga yang dapat menangkap dengan cepat apapun yang sedang terjadi, baik itu krisis dan tantangan lainnya.

Mengapa humas diharuskan untuk berevolusi, karena sebelumnya era digital juga sudah sangat pesat berkembang. Ini dibuktikan dengan setiap perusahaan yang sudah menggunakan teknologi secara on-line melalui internet. 

Seperti pembuatan website perusahaan dan penggunaan internet yang selalu dioperasikan dalam perusahaan. Yang terbaru saat ini oleh Public Relations dalam mempermudah kegiatannya menggunakan internet yaitu sering disebut dengan PR 2.0 atau "2.0" disini diartikan dengan cyber.


Zike Martha 
(Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi, Fisip Univ Airlanngga (UNAIR)


      Cyber 2.0 merupakan suatu keadaan yang tidak dapat untuk dihindari, karena publik yang semakin meluas dan tak terbatas. Membuat penyebaran informasi era digital mengubah cara berkomunikasi masyarakat, apalagi terlebih saat sekarang ini sudah memasuki tahun 2021. 

Oleh karena itu, praktisi PR harus lebih moderen dalam memanfaatkan internet, terutama media sosial yang saat ini digandrungi oleh masyarakat sebagai media utama dalam penyampaian pesannya. 

Itu semua menuntut PR untuk bisa menggunakan PR 2.0, jika di era web 1.0 konsumen belum pernah merasakan perhatian dari perusahaan dengan adanya percakaan dua arah, pada era 2.0 memiliki banyak kemudahan yang sangat membantu PR dalam bekerja.

   Terlepas dari semua hal yang berkaitan dengan dunia Public Relations di era digital, perlu untuk kita pahami bahwa kinerja PR dapat diilakukan oleh setiap orang. Termasuk staf sekalipun bisa berperan dalam melakukan kegiatan PR, baik pada instansi pemerintah ataupun perusahaan.


Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama