Catatan Ferawati SGz *) 

KEGIATAN Study Determinan Status Gizi (SDSG) yang berlangsung di Kabupaten Padang Pariaman sejak 5 November lalu telah selesai dilaksanakan 3 Desember 2020. Hal itu ditandai dengan penyerahan dokumen laporan dan surat pertanggungjawaban Kegiatan (SPj)  oleh PJAL (Penanggung Jawab Administrasi dan Logistik) Dinas Kesehatan (Dinkes) kepada Tim  Supervisi Administrasi dan Logistik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (SAL Litbangkes) Kemenkes RI di Hotel Daima - Padang, Sabtu 5 Desember 2020.

Kegiatan SDSG ini dimulai dengan kegiatan sosialisasi oleh Tim Puslitbangkes Kemenkes RI pada 7 kabupaten terpilih di Provinsi Sumatera Barat, satu di antaranya Kabupaten Padang Pariaman. 

Rangkaian persiapan kegiatan SDSG ini sangat singkat. Setelah kegiatan sosialisasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan 7 kabupaten melalui virtual, dilanjutkan dengan workshop untuk penunjukkan PJO (penanggung jawab operasional,) PJAL setiap kabupaten / kota, membuat rencana tindak lanjut kegiatan SDSG bersama PJT (penanggung jawab teknis)  kabupaten.

Selang sehari setelah penunjukan PJO dan PJAL, setiap dinkes kabupaten diminta untuk melakukan recruitmen tenaga enumerator dan menugaskan tenaga pelaksana gizi pada nagari / blok sensus wilayah kerja puskesmas terkait sebagai petugas updating data rumahtangga sampel yang telah dibagikan. 


Pada tanggal 11 - 12 November 2020 diadakan workshop secara virtual terhadap tenaga pelaksana gizi (TPG) terkait tugas-tugasnya. Dalam pelaksanaan updating yang dilakukan dalam waktu dua hari.

Tenaga enumerator yang terpilih adalah berlatar belakang pendidikan S1 Gizi dan D3 Gizi yang berasal dari kecamatan yang berbeda di Kabupaten Padang Pariaman yang telah berpengalaman ikut penelitian. Semua TPG dan enumerator diharuskan melakukan rapid test dan swab sebelum turun ke lapangan dalam kegiatan puldat (pengumpulan data). Kegiatan rapid test  dan swab difasilitasi oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan puskesmas yang sebelumnya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) dr Jasneli MARS.

Pada tanggal 13 - 14 November, TPG sudah selesai melaksanakan updating data, Dari 603 rumahtangga sasaran ditemukan sebanyak 72 balita, dengan jumlah update 587 rumahtangga. 

Pada tanggal 17 - 21 November 2020 dilaksanakan Workshop TC untuk enumerator, penjelasan tugas tugas enumerator, teknis dan proses sebelum, saat dan sesudah puldat yang tetap harus menerapkan protokol Kesehatan. Enumerator awal workshop  dilakukan pre-test dan postest di akhir workshop. Nilai tertinggi dengan angka 100 diraih oleh 2 enumerator dari Kabupaten Padang Pariaman. Artinya Tim Dinkes Padang Pariaman tidak salah pilih tim enumerator.

Sehari sebelum proses puldat, dilakukan role play dan Uji coba serta persiapan kelengkapan sarana dan prasarana seperti alat pelindung diri (APD), kuisioner, pedoman,  praktek wawancara, praktek input data,  izin peneltian dan bahan kontak untuk responden yang dipersiapkan oleh Tim PJAL Kabupaten bersama Penanggung Jawab Teknis (PJT) Kabupaten dan PJT Pusat. 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Drs H Yutiardy Rivai Apt yang memfasilitasi setiap enumerator dengan APD berhubung APD dari Litbangkes belum datang.

Pada kesempatan itu, Yutiardy menyampaikan kepada Tim Litbangkes, bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan SDSG yang dilakukan oleh Puslitbangkes Kemenkes RI ini. 

Saat proses puldat setiap blok sensus sudah memiliki penunjuk jalan yang diusulkan oleh TPG Puskesmas blok sensus terpilih. Wawancara dilakukan melalui daring. Namun, jika daerahnya susah sinyal dilakukan melalui luring dengan enumerator harus menggunakan APD lengkap serta memberikan APD dan bahan kontak pada responden. 

Lokasi blok sensus (BS) pertama yang kami kunjungi adalah BS terjauh, yaitu Nagari Balai Baiak, Kecamatan IV Koto Amal,  dengan jumlah sampel balita 16 orang. Selesai puldat setiap enumerator langsung menginputkan ke aplikasi pada tab yang telah dibekali oleh Tim Litbangkes.

Di pertengahan proses puldat, Kepala Puslibangkes dan Tim mengunjungi Kabupaten Padang Pariaman  yaitu BS Kapalo Koto yang sedang proses puldat. Kapuslitbangkes Kemenkes RI menyatakan terkesan  serta mengapresiasi dukungan dan proses SDSG yang telah berjalan sukses dan tepat waktu serta memfasilitasi segala sarana dan prasarana kegiatan SDSG ini. 

Kegiatan puldat selesai tanggal 28 November, dilanjutkan dengan finishing inputan dan sincronize data. Tanggal 29 dan 30 November 2020, PJAL Kabupaten dan tim enumerator langsung membuat laporan dan SPj kegiatan SDSG. 

Tanggal 2 Desember 2020, Tim SAL Litbangkes Kemenkes  melakukan kunjungan ke Padang Pariaman dalam rangka validasi administrasi SPJ kegiatan SDSG.

Finally, tanggal 4 Desember 2020 telah diserahkan dokumen laporan dan SPj SDSG ini kepada Tim SAL Litbangkes Kemenkes RI. 


Kepala Dinas Kesehatan Yutiardy mengucapkan terimakasih banyak kepada semua Tim SDSG Kabupaten Padang Pariaman dan Provinsi Sumatera Barat serta Tim Puslitbangkes Kemenkes RI. Ia menyatakan harapan, semoga dengan adanya study determinan status gizi ini dapat jadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam penanggulangan dan pencegahan masalah gizi pada masyarakat, khususnya di Padang Pariaman, secara cepat, tepat sasaran serta dapat menentukan kebijakan bagi pemangku kepentingan yang sesuai dengan permasalahanan gizi yang ada. (*) 

*) PJAL SDSG Kabupaten Padang Pariaman