Parikmalintang, CanangNews – Unsur Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang Pariaman Rifki Monrizal dan Kepala Bagian Pembangunan Ekonomi Sekretariat Daerah Padang Pariaman Mahdi Syukri mengapresiasi capaian kinerja perusahaan penyuplai air bersih itu dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Apresiasi tersebut disampaikan Rifki Monrizal dan Mahdi Syukri dalam rapat penyampaian laporan kinerja oleh Direktur PDAM Aminuddin didampingi segenap pejabat PDAM di ruang rapat Sekdakab Padang Pariaman - Parikmalintang, Rabu (4/11/2020).

Pencapaian dimaksud, kata Mahdi, terlihat dari segi peningkatan pendapatan, yang sejalan dengan penambahan jumlah pelanggan, jumlah aset dan cicilan penyetoran ke Lembaga Dana Pensiun Bersama (Dapenma) yang sebelumnya tertunggak.

Penyetoran ke Dapenma itu merupakan suatu hal yang sangat penting, karena menyangkut dengan hak karyawan setelah pensiun. Sejak 4 tahun terakhir, penyetoran ke Dapenma sudah mencapai angka Rp 13,4 milyar.

Peningkatan jumlah pelanggan hampir mendekati 200 persen. Pada tahun 2016, jumlah pelanggan 18.750. Kini sudah lebih dari 31 ribu.

Penambahan aset kendaraan, dari hanya memanfaatkan kendaraan bekas, kini PDAM sudah memiliki 14 unit kendaraan roda empat keluaran 4 tahun terakhir, serta puluhan kendaraan roda dua.

Seiring dengan apresiasi, Rifki mengingatkan agar Direksi PDAM dan jajarannya senantiasa tetap lebih berbenah lagi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selaku konsumen.

"Jangan sampai ada keluhan masyarakat yang airnya tidak mengalir sempurna atau bahkan tidak mengalir sama sekali," pinta Rifki mengingatkan.


Direktur PDAM Aminuddin mengatakan, pencapan yang signifikan ini tak terlepas dari binaan bupati, wakil bupati, sekda serta kemitraan dengan Bagian Pembangunan Ekonomi.

"Hal yang tak kalah penting adalah kebersamaan yang kita bangun di PDAM. Tanpa itu, mustahil keberhasilan bisa dicapai," katanya.

Untuk tahun 2021, lanjut Amin, pihaknya sudah menyusun rencana kerja berupa penerimaan sebesar Rp40,81 milyar dan pengeluaran Rp 40,72 milyar, sehingga surplus Rp 90 juta.

"Kita baru bisa membiayai dirI sendiri. Empat tahun lalu, berada pada posisi sakit (belum mampu membiayai diri sendiri). Secara perlahan, kini sudah berada pada posisi belum sehat (baru bisa membiayai diri sendiri). Insya Allah pada 2025 sudah bisa menghasikan dengan klasifikasi sehat," ulas Aminuddin menyatakan tekad. (R/ZT)