Sikabaluan Canangnews,Kembali dinyatakan positif Covid 19 seorang guru warga Sikabaluan oleh Laboratorium Fakultas Ilmu Kedokteran Unand Padang pada hari ini.


Pasien baru tersebut berdasarkan informasi petugas kesehatan baru dari kota Padang beberapa hari yang lalu menggunakan Mentawai Fast dan sudah menjalani swab test di Kota sebelumnya.

"Pasien sudah swab dikota Padang sebelum berangkat kesibaluan dan menunggu selama empat hari jelang keluar hasilnya disikabaluan dan hari ini dinyatakan positif" ungkap salah seorang petugas kesehatan kepada awak media Senin 9/11/20.

Dilanjutkannya,bahwa tracing penelusuran kontak erat akan dilakukan untuk menghentikan penyebaran Covid 19 khususnya di Sikabaluan.

Sementara Paulus Sikaraja Selaku Kepala Sekolah Negeri 1 Siberut Utara mengatakan,akan meminta guru yang sempat kontak erat dengan pasien untuk mengikuti swabtest besok paginya.

"Guru yang merasa dirinya sempat kontak erat dengan pasien supaya ikut swab test di Puskesmas besok pagi untuk mengantisipasi penyebaran dari Covid 19" sebutnya.

Sementara proses belajar mengajar disekolah ditiadakan sementara namun tetap akan dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas provinsi Sumatera barat untuk kelanjutannya.

Pasien Covid 19 Yt, saat di komfirmasi dari jarak 3 meter dirinya tidak merasa ada kehilangan pada penciuman dan tetap sehat sepeti biasa.

"Saya tidak merasa kehilangan Indra penciuman dan masih seperti biasa mengapa mesti demikian" cetusnya.

Dirinya juga khwatir Covid 19 yang menimpa dirinya akan menghancurkan masa depannya sebagai calon PNS muda.

"Saya sekarang justru menjadi panik bagaimana solusi untuk lepas dari persoalan berkas PNS sementara saya didalam ruangan tertutup karena waktu yang di berikan untuk melengkapi berkas hingga tgl 15 ini" tuturnya.

Sementara menurut pantauan Canangnews dilapangan bahwa pasien orang yang paling taat dengan protokol kesehatan bahkan sesudah salaman segera menyemprotkan sanitizer di tangan yang tadi.

Sementara Lahmuddin Siregar selaku kepala Dinas kesehatan daerah Mentawai dalam stekmennya yang selalu disampaikan baik itu melalui pesan via wa,telpon dan mesenger beberapa waktu yang lalu mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan serta mencuci tangan namun hal tersebut tidak adap engaruhnya pada pasien Covid baru ini.

Hingga berita ini diturunkan,pasien salah seorang guru dari SMA Negeri 1 Siberut Utara tersebut untuk saat ini sudah berada di puskesmas Muara Sikabaluan untuk menjalani Isolasi Mandiri selama 14 hari.(JS)