Sijunjung, canangnews.com -  Saat pelaksanaan Seminar Nasional bersama Kak Seto hari pertama , Selasa (17/11/2020) di Gedung Pancasila Bupati Sijunjung Drs.H.Yuswir Arifin, MM.Dt.Indo Marajo menyerahkan piagam penghargaan kepada guru penggerak  literasi atau  guru yang aktif menulis dan telah  menerbitkan buku.

Kegiatan seminar yang menghadirkan psikolog nasional kondang  Seto Mulyadi dan para pakar dan motivator pendidikan tersebut terselenggara atas kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung (Dikbud Sijunjung-red), IMTC dan PGRI Kabupaten Sijunjung dalam rangka memperingati hari guru dan HUT PGRI kabupaten Sijunjung yang ke-75.


Dari 106 judul buku,  ada satu nama penulis yang punya lebih dari satu judul buku, bahkan  4  judul bukunya masuk dalam daftar tersebut.


Dia  seorang guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) di SMPN 47 Sijunjung yang berlokasi di Unggan-Sumpur Kudus itu.


Nama lengkapnya Velly Syafriani, S.Pd dengan panggilan akrabnya Velly. Berwajah cantik, sederhana dan keibuan, begitu kesannya. 


Ketika diminta  kiatnya dan  strategi  sebagai penulis, Velly dengan senang hati memaparkannya.


Bagi teman yang benar benar pemula menulis, tip pertama adalah  tulis  hal hal yang menjadi kegiatan harian atau daily activity, harus rutin tidak perlu panjang, misalnya satu atau dua paragraf sehari.Tulis apa yang teringat, setelah ditulis jangan langsung dibaca. Kalau dibaca langsung, takutnya yang ditulis itu dirasa tidak pas biasanya dihapus. Akhirnya tidak satupun tulisan yang jadi hari itu.


Tip kedua ikuti tantangan menulis seperti di media guru, ada tantangan hari pertama, kedua dan seterusnya.Dengan mengikuti tantangan menulis seperti itu kita bersemangat untuk mengirim tulisan meskipun hanya satu bait pantun, atau satu cerpen tiga paragraf (pentigraf)


Tip ketiga kita harus banyak membaca apa saja, supaya kosakata kita menjadi kaya, download aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) supaya kita tahu mana kata baku mana yang tidak baku.Download juga aplikasi treasure agar kita tahu lebih banyak padanan kata.


Velly suka dan gembira bisa berbagi dengan teman guru, agar semua guru  bisa menulis buku.  Velly juga mengaku menjadi Nara sumber dalam Temu Pendidik Daerah(TPD) ke 35 yang digagas Komunitas Guru Belajar(KGB) Sijunjung via chanel YouTube dengan tama  " Guru menulis dan menerbitkan buku, apa susahnya" 


Menurut ibu dua orang putri Lindzi Mailanna dan Kindzi Malikha Azeera dan isteri Febri ini, menulis itu bukan soal bakat atau tidak berbakat, tetapi menulis itu keterampilan, keterampilan itu perlu diasah agar bisa jadi mahir.


Velly menyebutkan, menulis tidak seperti lomba lari, begitu tanda star dibunyikan sekejap kita langsung melesat jauh.Tetapi menulis bagaikan melatih anak berjalan, diawali merangkak, berikut berjalan selangkah demi selangkah berkat ketekunan nanti bisa berjalan bahkan berlari kencang.


"Yakin dan percayalah, dengan ketekunan dan disiplin, keterampilan menulis akan meningkat. Sehingga menulis satu ribu atau dua ribu kata perhari akan terasa mudah, lancar seperti air mengalir, " tegas Velly.


Menurut  Velly karier guru saat ini tidak sebatas jadi kepala sekolah atau pengawas, tetapi karier guru bisa jadi guru  penulis dan guru youtuber. Guru penulis dapat menulis apa saja sesuai keinginan. Yang suka puisi tulis puisi buat kumpulan puisi. Yang suka pantun tulis pantun buat buku kumpulan pantun.


Begitupun guru youtuber bisa membuat vedio pendek apasaja sesuai yang diinginkan, akan lebih baik dan bermanfaat buat teman guru saat ini buat vedio vedio media pembelajaran di kelas atau untuk pembelajaran jarak jauh.


Berbicara soal karier guru zaman now, Velly telah menulis artikel dipublikasikan pada media online canangnews.com berjudul " Karier lepas tak sebatas kelas" bagi ingin bisa kita kirim linknya via WA Grup KGB Sijunjung.


Almamater Jurusan S1 Pendidikan Biologi UNP Padang, putri dari ayah Damril dan ibunya Yunida berasal dari Payakumbuh telah bertugas di Sijunjung sejak 1 Januari 2010 mengaku dia sudah mulai menulis sejak SMA dengan tulisan tangan pada buku tulis isi 100 lembar.


Ketika tanyakan tentang karyanya Velly menuturkan pertama novelet berjudul "Binar mata Laila" diterbitkan Pustaka Media Guru, buku kedua dan ketiga berjudul "My Ex Husband dan Parasite of love " terbitan Agra Publisher. Buku keempat "Bukan lelaki Suci" terbitan Biru Magenta. Dan belasan buku yang bersifat Antologi dan lainnya.


Mengapa semudah itu menerbitkan buku, Velly mengakui bahwa pada tahun 2019 ia bergabung dengan grup menulis Facebook Asma Nadia dan suaminya Isa Alamsyah. Nama grupnya "Komunitas Bisa Menulis" atau KBM sekarang orang menyebut New KBM.


"Saya upload cerbung di grup tersebut, sehingga ada penerbit yang tertarik dengan cerbung itu, lalu penerbit meminangnya untuk diterbitkan.Jadi soal menerbitkan buku tidak ada masalah, banyak pilihan, kita bisa pilih agar tulisan kita bisa dibukukan," ungkap Velly.


Jadi Velly menghimbau teman teman guru, yang menulis cerpen atau cerbung silahkan bergabung grup tersebut, didalam grup itu juga ada puluhan penerbit indie yang mencari naskah yang akan diterbitkan.


"Konsisten saja menulis di grup tersebut sampai tulisan kita disukai pembaca dan banyak yang like, nanti penerbit akan datang sendiri. Soal dana penerbitan buku kita tidak tahu menahu.Bahkan kita bisa mendapat royalty, " beber Velly.


"Semua orang dan kita akan mati kecuali karyanya. Maka mulai saat ini teman teman guru menuliskan sesuatu," Velly mengakhirinya.(TJP)