Sikabaluan Canangnews,Sikabaluan krisis Bahan bakar minyak semenjak seluruh penyalur yang berada di Sikabaluan di tutup sementara oleh pemerintah.


Pasalnya seluruh warga kesulitan  mencari persediaan minyak untuk kebutuhan kendaraan roda dua dalam menjalankan aktifitas keseharian.

Dari kejadian tersebut sebagian warga akhirnya muncul sebagai pengecer darurat di kalangan masyarakat dengan menjual minyak dengan harga yang melambung tinggi.

"Aturan pemerintah untuk memberhentikan penyalur sebelumnya sekarang berimbas pada warga masyarakat Disatu sisi baik karena harga yang di berikan tidak sesuai namun Disatu sisi tidak baik karen muncul penyalur yang memanfaatkan kondisi" ungkap salah seorang warga Sikabaluan Wr, kepada Canangnews saat dimintai keterangan Saptu 21/11/20.

Dikatakan dia harga yang diberikan pengecer dadakan sebesar lima belas ribu rupiah namun tidak ada penolakan lagi karena kebutuhan yang sangat menuntut seseorang untuk melakukannya.

Disatu sisi Ps,mengatakan stok minyak sebelumnya untuk penyalur pertama itu masih ada namun ketika tutup semuanya kompak untuk tidak mengeluarkan minyak sehingga pelanggan kesulitan mengambil stok kebutuhan minyak dengan harga 9000 perliternya.

"Lima belas ribu harga yang diberikan oleh warga sebagai pengecer dadakan tersebut sebenarnya melanggar aturan untuk memberikan harga minyak terhadap pembeli namun apalah daya kami bukan pemerintah" tuturnya.

Dari pantauan Canangnews disekitaran Sikabaluan sudah tidak ada yang memperjual belikan minyak karena sudah ada aturan pada pelarangan harga bahan bakar minyak bila tidak sesuai dengan standar penjualan yang ditetapkan.

Warga lainnya,Bt,menilai bahwa seseorang dapat mengambil untung besar dengan memanfaatkan situasi dan kondisi.

"Kita berharap BBM disikabaluan dapat kembali terpenuhi sebab warga sudah kesulitan mendapatkam stok kebutuhan selama beberapa bulan jelang minyak berikutnya tiba namun untuk keperluan pekerjaan saja"cetusnya.

Sementara menurut keterangan Petugas SPBU Pokai bahan bakar minyak subsidi tiba dimentawai dijadwalkan dua Minggu sekali dengan kapasitas yang sudah ditentukan.

Dari keterangan kepala dinas Perindagkop Mentawai,Elisa siriparang mengatakan akan membentuk sub penyalur yang akan dijadikan sebagai pusat dimana kebutuhan minyak diperoleh oleh masyarakat.

"Sebelumnya tidak boleh ada pengecer yang menjual minyak dengan harga yang melambung tinggi karena hal tersebut dikategorikan menimbun"ucapnya.

Dirinya berharap supaya bahan bakar minyak di Muara Sikabaluan kembali stabil seperti semula untuk memperlancar kebutuhan warga sekitarnya.(JS)