Bukittinggi, -Calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat, Erman Safar-Marfendi adakan blusukan ke RW 2 Aur Atas Kelurahan Aur Kuning Kecamatan ABTB, Jum'at (20/11).

Dikesempatan itu, Erman Safar mengatakan, bahwa pada blusukan di Aur Atas itu sebagian besar masyarakat menitipkan harapan kepada paslon nomor urut 2, situasi yang masih dalam pandemi Covid-19, bagaimana nantinya mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari hari.

Selain itu ungkap Erman, bagaimana masyarakat mengharapkan program pemerintah fokus untuk pembinaan para pedagang serta meningkatkan para pegawai staf golongan 1 sampai 4 dan pelaku industri kreatif rumah tangga.

"Kesimpulannya adalah bagaimana pemerintah bisa membuat program nyata untuk kesejahteraan seluruh masyarakat."ujar Erman Safar.

Lebih lanjut Erman Safar menanggapi video yang cukup viral di medsos itu.

Beserta tim yang beberapa hari lalu melakukan blusukan ke rumah warga terkejut dan trenyuh  melihat ada salah satu keluarga yang tinggal beralaskan tikar dan beratap jerami saja selama 7 tahun dengan kondisi ekonomi yang sangat prihatin, dengan niat tulus Erman Safar langsung mengakomodir untuk tempat tinggal yang layak bagi mereka.

Ia menerangkan, perihal itu adalah murni dari hati nurani dan perasaan iba untuk mengulurkan tangan, bukan dalam rangka agenda politik untuk membantu orang,saudara atau tetangga.

"Karena setiap rezeki kita ada punya hak orang lain,tidak ada salahnya menyisihkan kelebihan rezeki yang kita miliki," ujarnya. 

Sementara, Marfendi  mengungkapkan,  kunjungan kali ini adalah diwilayah kampungnya sendiri, pihaknya merasakan terjadinya kesenjangan ekonomi menengah terbawah mengalami kesulitan seperti kehilangan pekerjaan dan usaha yang macet.

Diharapkan bagaimana kemudahan dalam pemberian bantuan sosial yang lebih merata bagi mereka yang berhak mendapatkannya.

Menurutnya keluhan warga untuk berdagang perlu diaspirasi,diantaranya bagaimana upaya para pedagang untuk mendapatkan fasilitasi berdagang yang terjangkau, mengingat  situasi ekonomi yang sangat merosot.

Disamping itu mengatasi masalah banjir dan pengelolaan pembuangan sampah demi kebersihan lingkungan.

"Bagaimana sampah dari rumah warga ketempat pembuangan sementara dan warga menjaga ketertiban agar membuang sampah ketempat yang telah disediakan" ungkapnya. 

Bahkan sampah organik bisa diolah kembali dengan tidak harus membuangnya.

Kedepan kata Marfendi dengan adanya selentingan ucapan warga yang meragukan kepemimpinan Erman Safar karena ia muda dan tidak berpengalaman.

Dia menyikapi bahwa seorang Tony Blair bisa menjadi perdana menteri Inggris di usia 29 tahun, Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada umur 38 tahun.

Menurutnya lagi umur 34 tahun sudah umur yang cukup  untuk memimpin kota Bukittinggi yang hanya berpenduduk 131.000 jiwa dan luas 25,24 Km persegi itu.

'Tugas kepala daerah ibarat sopir yang tinggal mengemudikan mobil yang telah dilengkapi dengan bensin yang sudah ada,bagaimana membawanya dengan baik dan mengatur emosional ' misalnya bagaimana membuat ASN itu bekerja dengan hati ,orang yang  berpengalaman hari ini dulunya juga tidak berpengalaman."pungkas Marfendi. (Nas)