Agam,-Tiga ekor kambing milik warga Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan palembayan, ditemukan mati dengan berbagai luka pada bagian badan. Dugaan sementara ternak tersebut mati diterkam satwa liar.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan dua warga di Palembayan menemukan ternak miliknya mati dengan sejumlah luka, pada Minggu (15/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Disebutkan, dua ekor kambing milik Mardofi mati dalam kondisi tercabik dan luka, sedangkan satu ekor kambing milik M. Rayidin ditemukan luka pada bagian kaki, dan akhirnya disembelih oleh pemliknya.

“Lalu kami mendapatkan laporan dari wali nagari Sipinang pada hari senin (17/11), yang pada saat itu kami juga sedang menangani konflik satwa beruang di Kelok 42 nagari Matur Mudiak,” ujarnya, Rabu (18/11)

Tim BKSDA bersama aparat pemerintah nagari setempat dan pemilik ternak baru dapat mendatangi lokasi kejadian pada hari Selasa (17/11).

Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, tukas Ade, pihaknya belum dapat menyimpulkan dugaan jenis satwa liar yang menyerang ternak warga. Pasalnya, jejak satwa sudah tidak terlihat di sekitar lokasi kejadian akibat tersapu hujan deras pada malam sebelumnya.

“Namun kami memastikan satwa yang menyerang ternak warga bukanlah Harimau Sumatera. Hal ini disimpulkan dengan melihat dan mempedomani kerusakan pada kandang dan foto luka pada ternak,” terang Ade.

Ditambahkannya, BKSDA akan melanjutkan identifikasi dan pemantauan pada hari Rabu (18/11) dengan memperluas areal pemantauan radius dua kilometer.

“Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tanda-tanda keberadaan satwa seperti jejak, cakaran, kotoran dan arah pergerakan lintasan satwa,” bebernya.

Diketahui, pada tahun 2017, di Nagari Sipinang juga terjadi serangan satwa liar terhadap ternak kerbau milik warga. Tiga ekor kerbau ditemukan terluka parah dan selanjutnya disembelih oleh pemiliknya.

Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau warga setempat untuk mengamankan ternaknya ke dalam kandang dan berhati-hati ketika beraktivitas di kebun dan sawah. (BJR)