Sikabaluan Canangnews,Sekolah Menengah Pertama Sotboyak Laksanakan Proses belajar dengan sistim bagi waktu dimasa Pandemi Covid 19.


Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid 19 terhadap siswa SMP di Desa Sotboyak pada saat ini.

Yudas Aidaw selaku Kepala Sekolah Negeri Sotboyak mengatakan,Hari Senin sampai hari Jumat adalah jadwal yang disepakati guru bersama kepala sekolah untuk aktifitas disekolah namun tidak melakukan tatap muka secara langsung.

"Hari Senin hingga Jumat disepakati bersama guru sebagai jadwal aktifitas disekolah untuk mengambil dan memberi tugas bagi siswa untuk dikerjakan  sementara hari Sabtu dikhususkan untuk guru yang tidak sempat mengambil dan memberikan tugas kepada murid"ungkapnya kepada Canangnews saat dimintai keterangan Sabtu 24/10/20.

Lebih lanjut dikatannya,Batasan bagi guru di sekolah juga semasa pandemi Covid 19 diberlakukan sehingga proses menerima dan memberi tugas hanya 30 menit saja.

"Maksimal guru masuk jam 7.30 menerima tugas yang diberikan kemaren dan memberikan tugas yang baru untuk di kerjakam dirumah masing masing tepat pada pukul 08.00 murid  sudah tidak berada di sekolah dan itu sudah berlangsung hingga saat ini"sebutnya.

Hal tersebut di berlakukan karena murid sekolah menengah pertama Sotboyak tidak banyak sehingga dapat di atur jadwalnya ucap Aidaw.

"Kelas satu,dua dan tiga masih satu lokal karena siswanya tidak banyak sehingga guru tidak kesulitan dalam menentukan jadwal pertemuan 30 menit yang terhitung mulai dari 7.30 hingga jam 08.00 seterusnya murid kelas satu dua bisa pulang dan itu terus dilakukan hingga saat sekarang ini"

Yudas juga mengatakan bahwa waktu 30 menit juga difungsikan kepala sekolah bersama guru untuk efaluasi bersama membahas mengenai tugas yang sudah diberikan kepada murid.

"Kita lakukan efaluasi bersama kembali sesudah murid pulang kerumah masing masing untuk mengetahui berapa persen tugas yang sudah tersalurkan juga untuk mengetahui kondisi murid dilapangan dan seterusnya guru akan diberi waktu untuk melihat kondisi anak dirumah masing masing namun tidak ada tatap muka" ucapnya.

Hal tersebut kata Yudas juga akan menjadi persoalan bagi guru dalam memberikan materi kepada murid 

"Intinya proses pemberian materi tidak akan maksimal selama murid dan guru tidak melakukan tatap muka langsung disekolah karena tuntutan protokol kesehatan pukasnya.(JS)