Catatan Fauzi Al Azhar SAP MAP


TOBOH Ketek merupakan satu dari lima nagari di Kecamatan Anam Lingkuang, Kabupaten Padang Pariaman. Letak geografis Toboh Ketek di pelosok wilayah, berbatasan dengan Korong Sungai Ibua, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, dan Korong Gantiang, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2 x 11 Anam Lingkuang. Dengan letak geografis yang berada di pelosok, wilayah Nagari Toboh Ketek agak tertinggal dibanding dengan nagari lain di Kecamatan Anam Lingkuang dalam hal akses transportasi. 

Dengan pusat pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman di Nagari Parikmalintang menjadikan seluruh nagari di Kecamatan Anam Lingkuang sebagai kawasan penyangga pengembangan ibukota kabupaten. Walaupun sebagai kawasan penyangga, kondisi jalan raya di Toboh Ketek masih tertinggal dibanding dengan nagari lain dalam wilayah Kecamatan. Semua nagari di Kecamatan dilalui oleh akses jalan nasional, provinsi dan kabupaten dengan aspal hotmix.

Sebagai daerah pelosok, Toboh Ketek lebih dikenal sebagai penghasil batu bata - tembok dan singkong - parancih. Dua komoditi ini merupakan penggerak utama sektor perekonomian masyarakat nagari. Di samping itu, masih ada komoditi pertanian padi, pisang dan kelapa serta sayuran dalam skala kecil. Saat ini Pemerintah Nagari dan masyarakat Toboh Ketek melakukan pengembangan talao – embung – di Korong Labuah serta area motor cross di Bukik Cangang.

Transformasi menuju nagari agrowisata dan agroindustri

Dengan potensi parancih dan tembok serta didukung pengembangan embung dan area motorcross serta keindahan pemandangan di Bukik Cangang, Nagari Toboh Ketek dapat melakukan lompatan besar dalam pengembangan sumber perekonomian. Untuk pencapaian tersebut diperlukan kreatifitas dan inovasi serta kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan di nagari.

Pengembangan embung / talao memiliki potensi besar sebagai penggerak roda perekonomian. Embung dikembangkan untuk sumber pengairan, perikanan serta area objek wisata. Sumber air bisa digunakan untuk mendukung sektor pertanian. Di samping untuk pertanian, genangan air dapat digunakan untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Pengembangan ini bisa diperluas untuk  wisata air dengan membangun gazebo dengan model unik pada beberapa titik. Pengembangan taman yang dilengkapi dengan spot yang instagramable.

Pengembangan embung ini bisa dilakukan dengan komprehensif dengan Area Motorcross Bukik Cangang. Kegiatan pembangunan embung, lokasi area motorcross dan lokasi Bukit Cangang dalam satu perencanaan terintegrasi. Embung dibangun dengan anggaran tahap awal Rp100 juta berasal dari anggaran pendapatan dan belanja (APB) Nagari tahun 2020. Tidak jauh dari lokasi embung ada area untuk motorcross yang sedang dibangun melalui swadaya dari pemilik lahan. Jalan ke lokasi area motorcross memiliki pemandangan yang menawan.

Di antara pemandangan indah dari lokasi Bukit Cangang adalah tampilan pulau-pulau di sepanjang pesisir barat Pantai Katapiang, Ulakan hingga Kota Pariaman. Pemandangan lain adalah area persawahan, area Bukit Salasiah, area tanaman singkong, dan area industri bata.

Area motorcross dengan latar Bukik Cangang dapat dikembangkan secara inovatif dengan konsep wisata alam. Pada area ini bisa dikembangkan kereta gantung antar bukit, area berkuda, area memanah, dan gabungan berkuda dan memanah. Selain itu, hal yang paling inovatif dalam pengembangan konsep wisata alam, dengan menggunakan peralatan tradisional seperti kabau padati. Sedangkan area industri batu bata bisa dikembangkan untuk wisata edukasi melalui paket wisata pengolahan batu bata. Dalam pengolahan batu bata secara tradisional dengan keterlibatan kerbau dalam penggilingan tanah liat untuk bahan dasar batu bata. Pengolahan adonan tanah liat menjadi batu batu mentah sampai penyusunan ke dalam tungku bata. 

Pada sektor pertanian, parancih yang selama ini lebih banyak dijual mentah oleh masyarakat kepada pedagang pengumpul perlu dilakukan perubahan secara perlahan. Tanaman singkong merupakan salah satu primadona hasil pertanian yang perlu dilakukan transformasi dalam pengelolaan dari menjual mentah menjadi barang produktif yang memiliki nilai jual tinggi. Potensi parancih harus diolah menjadi produk olahan yang memiliki kualitas tinggi serta memiliki branding bagi Nagari. Dengan produk olahan yang berkualitas tinggi, maka posisi tawar produk ditentukan oleh masyarakat sebagai produsen bukan oleh mekanisme pasar yang dikendalikan oleh pedagang.

Kegiatan transformasi ke sektor agroindustri parancih ini bisa dikembangkan oleh Pemerintah Nagari melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APBNagari) pada bidang pemberdayaan masyarakat, dengan kegiatan teknologi tepat guna (TTG). Di samping kegiatan yang berasal dari APBNagari, peran serta perguruan tinggi dan lembaga penelitian perlu dilirik untuk menciptakan inovasi dalam pengolahan produk. Sektor swasta merupakan faktor penting berikutnya perlu digandeng untuk transformasi parancih melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) maupun untuk proses pemasaran produk. Potensi perantau tidak kalah penting dalam kegiatan ini melalui keterlibatan modal, pemasaran maupun ide kreatif.

Hal berikutnya adalah pengembangan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan keluarga. Salah satunya adalah pengembangan tanaman sayur hidroponik. Pengembangan model tanaman sayur hidroponik di halaman kantor Nagari yang ada saat ini, kiranya bisa untuk ditularkan kepada seluruh keluarga di Nagari. Pengembangan sayur dengan pola tanam menggunakan media hidroponik merupakan salah satu potensi Nagari yang bisa dikembangkan untuk lahan terbatas atau di pekarangan rumah. Model pengembangan ini bisa dibuat kreatif antar rumah maupun antar korong, sehingga bisa saling melengkapi. Kreatifitas ini bisa dalam bentuk model pengembangan maupun dalam jenis komoditi tanaman

Jika hanya berfokus kepada sumber daya yang ada serta ‘menikmati’ kondisi geografis dan sarana infrastruktur saat ini, maka Nagari Toboh Ketek akan semakin ketek. Toboh Ketek akan tertinggal dengan Nagari lain yang berada di jalur jalan nasional yang didukung oleh infrastrukur yang baik. Untuk itu perlu melakukan transformasi kebijakan dengan mengambil langkah strategis dan inovatif. Dengan transformasi kebijakan, Nagari Toboh Ketek bisa menyamai bahkan mendahului Nagari lain di Kecamatan Anam Lingkuang dalam pengembangan perekonomian masyarakat dan pendapatan Nagari. Kreatif dan inovati dalam pengembangan kebijakan akan menjadikan Nagari di pelosok sebagai Nagari yang elok. Nagari yang nyaman dan menawan yang mengundang banyak wisatawan.

Berbagai potensi nagari tersebut akan memberikan manfaat yang maksimal kepada semua masyarakat, tidak hanya di Nagari Toboh Ketek, tetapi akan melimpah ke Nagari sekitarnya. Dengan banyaknya potensi tersebut, membutuhkan visi pengembangan yang inovatif sehingga bisa memberikan manfaat yang maksimal untuk Nagari. Kiranya Pemerintah Nagari dan Badan Permusyawaratan Nagari untuk memasukkan beberapa agenda strategis dan inovatif dalam Rencana Kegiatan Pemerintah Nagari Tahun 2021. Dengan banyaknya potensi tersebut, Toboh Ketek merupakan Ketek Nagari Gadang Potensi – nagari / desa kecil dengan potensi besar. (***)