Parikmalintang, CanangNews -- Untuk mengendalikan penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menunda kegiatan basapa tahun ini,. Penegasan ini dikemukakan Bupati Padang Pariaman Adib Alfikri ketika memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Sekretariat Daerah - Parikmalintang, Kamis (1/10/2020), 

Rapat tersebut dihadiiri oleh Ketua MUI Padang Pariaman Buya Sofyan Tuanku Bandaro, Niniak-mamak, Urang Tuo Ulayat dalam Nagari Ulakan HYA. Rky Dt Bandaro, Tuanku Khalifah ke-15 Buya Heri Firmansyah dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah di Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam rapat tersebut Adib mengatakan, jika tradisi ritual Basyafa tidak ditunda dikhawatirkan akan membuka peluang terjadinya klaster baru di Padangpariaman karena saat Basyafa tidak kurang sepuluh ribu orang akan menghadirinya.

“Saya dengar biasanya jemaah lebih dari 10 ribu orang dari berbagai wilayah. Ini jumlah yang luar biasa. Rata-rata mereka berusia di atas 60 tahun. Kalau tidak pandai-pandai nanti dampaknya luar biasa, lebih banyak mudharat dari manfaat. Perlu kami tekankan ini murni untuk kemaslahatan bukan karena tendensi lain," ungkapnya.

Ia juga menambahkan harus ada tindak lanjut masing-masing stakeholder dibidang terkait dalam memberikan sosialisasi dan pemberitahuan kepada masyarakat agar menunda dulu untuk menghadiri acara basyafa di Ulakan Kabupaten Padang Pariaman demi kemaslahatan bersama.

“Kami juga meminta kepada seluruh Satpol PP dan Dinas Perhubungan agar menyiapkan posko diperbatasan untuk mencegah masuknya masyarakat diluar Kabupaten Padang Pariamn yang berniat untuk berziarah di Makam Syech Burhanudin dan beribadah pada bulan syafar ini,”sambung pria yang juga sumando orang Padang Pariaman ini. 

Sementara itu Ketua MUI Padang Pariaman Buya Sofyan Tuanku Bandaro meminta agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan agar lebih memberikan pemahan serta sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat lebih mengerti dan paham tentang Covid-19 sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman ditengah masyarakat terhadap ulama.

“Dengan ditundanya Basyafa pada tahun ini memunculkan anemo baru ditengah masyarakat dimana mereka menyangka para alim ulama telah berubah haluan dan tidak untuk membimbing masyarakat dalam keagamaan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan saat ini para alim ulama juga telah memberikan pemberitahuan kepada jamaah yang berada di luar Kabupaten Padang Pariaman bahwasanya Basyafar ditunda untuk tahun ini. (R/ZT)