Bukittinggi
,Canangnews -- Paslon Wali kota Bukittinggi 'IDAMAN Irwandi Dt.Batujuah dan David Chalik gelar ramah tamah dengan pelaku pariwisata yang ada di Bukittinggi.


Bentuk ramah tamah yang dilaksanakan  tersebut seperti HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia),PHRI (Persatuan Hotel Restauran Indonesia)dan Asita (Asosiasi Tour&Travel dan lain sebagainya.

"Visi kita adalah membangun Bukittinggi sebagaikota agama, pendidikan dan pariwisata" ungkap Irwan Dt.Batujuah kepada awak media Rabu 21/10/20.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa Pariwisata itu unlimited,bagaimana kita memainten bidang pariwisata sebaik baiknya maka itu kita jika kami dipercaya masyarakat.

"kami juga akan canangkan program BUKITTINGGI SEJUTA IVEN  sebab Pariwisata Bukittinggi selama ini adalah penghasil terbesar untuk menggenjot PAD Bukittinggi.

Upaya tersebut menurutnya akan membantu bagaimana para wisatawan jadi betah untuk menetap di kota Bukittinggi dalam Sapta Pesona sehingga tetap aman,tertib,nyaman,sejuk dan indah.

"Carr free night, bazar, pasar malam,ajang berskala nasional dan panggung kesenian bertempat di pelataran Jam Gadang dan lainnya.


Dengan begitu kunjungan wisatawan akan meningkat.disamping  itu sektor informal dan UMKM ,ekonomi kreatif akan berputar dengan ada standarisasinya" sebutnya.

Lebih lanjut Irwandi mengatakan aktifitas pariwisata harus bangkit lagi dengan cara partisipasif dari berbagai unsur masyarakat dan pelaku pariwisata lebih berkembang.

"Kita akan selalu terbuka dan membentuk BADAN PROMOSI PARIWISATA 'dengan itu bagaimana untuk bergerak bersama membangun Infra struktur,Sarana prasarana" jelas Irwandi.

Pada kesempatan itu calon wakil walikota David Chalik menyebutkan bahwa dalam masa pandemi covid-19 ini berdampak secara global begitu juga dengan pelaku pariwisata.

Dengan itu potensi wisata Bukittinggi yang pernah berjaya ditahun 90 an bisa dikembangkan dengan Badan Promosi Pariwisata,pemerintah daerah harus pro aktif untuk menjemput bola agar bisa melakukan promosi wisata.

"misalnya Exhibisi,Indonesian Trade Expo yang dilakukan pemerintah disamping bisnis dagang akan bisa mengenalkan pariwisata daerah Indonesia ke luar negeri" tuturnya.

Menurut David untuk kedepan dirinya akan  menguraikan Sapta Pesona sehingga  tidak hanya didukung oleh pemerintah tetapi juga masyarakat bagaimana mutiara itu kembali mengkilat  sambungnya.

"kota wisata tidak harus menjadi kota modern tetapi bagaimana budaya dan kearifan lokal itu harus dilestarikan dan melihat sudut mata dari wisatawan ,orisinalitas dari tempat tersebut budaya,makanan atau bangunannya akan tetapi ada hal yang baik diperhatikan seksama yaitu meletakkan simbol atau ikon budaya sebagai ciri khas Bukittinggi menjadi kota yang istimewa di Sumatera Barat" katanya.

Hal tersebut katanya, tujuannya supaya Kota Bukittinggi tersebut menjadi 'The Real Tourism City".

Disamping usaha dan Ridho Allah.SWT.
'Kami berharap tentunya peluang kemenangan , kemampuan dan jaringan yang kami punya bisa memberikan sumbangsih yang terbaik bagi kota Bukittinggi, pukasnya.  (nas)