Sikabaluan Canangnews,Ruang Karantina yang sudah dipersiapkan sebelumnya bagi warga masyarakat dari daerah luar Mentawai selama 14 hari tidak layak pakai.


Pasalnya,Atap gedung yang disekat menjadi enam ruangan tersebut berlobang sehingga kualitas penggunaan di pertanyakan oleh Syahbandar yang sempat memasuki ruangan tersebut.

Syahbandar Pokai Erwin Harahap,mengakui bahwa ruangan tersebut sebelumnya belum dilakukan pengecekan sehingga pada awal rampungnya tempat tersebut tidak pernah dilakukan cek.

"Barusan kita memasuki ruang karantina dengan tujuan pengecekan dan ternyata memiliki atap yang tidak layak pakai namun kondisi fasilitas masih diakui seperti kipas angin,Kasur,dan faslitas pendukung lainnya namun tetap tidak dapat difungsikan dengan baik bila atap tidak bagus" ungkapnya kepada awak media sesaat sebelum keberangkatan kapal cepat Mentawai fast.

Dirinya kembali,mengatakan bahwa mengenai pemanfaatan gedung tersebut untuk penampungan bagi warga yang dikarantinakan tidak diketahui sama sekali terlebih ikut serta dalam pelaksanaan perehapan,tuturnya.

"Pihak kontraktor yang melaksanakan pemasangan sekat dari awal hingga selesai tanpa adanya campur tangan Syahbandar pokai" sebut Harahap.

Dari pantauan Canangnews dari luar ruangan memang tampak bangunan sudah kusam bersamaan dengan atapnya yang sudah dimakan usia.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan siapa pelaksana perehapan gedung untuk ruang karantina selama pandemi Covid 19 di pelabuhan pokai untuk menindaklanjuti masalah kebocoran pada atap.(JS)