Sungai Sariak, CanangNews - Innalilahi wa innailaihi raji'uun, telah berpulang ke Rahmatullah Mahyuddin Datuak Panji Alam, penghulu Suku Tanjung, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (25/9/2020) malam.

Patah tumbuah, hilang baganti, begitu pepatah Minangkabau yang telah menjadi tradisi dalam mewarisi "sako" dari mamak turun ka kemenakan.

Untuk menapaki patah tumbuah, hilang baganti ini, Kaum/ Suku Tanjung telah sepakati secara bakaum jo basuku serta Niniak-Mamak Nagari Sungai Sariak untuk meneruskan gelar Sako Datuak Panji Alam kepada kemenakan beliau bernama Anton Wira Tanjung SPi MSi.

Dengan adanya kesepakatian oleh kaum dan niniak-mamak dalam nagari, mulai hari ini, Sabtu 26 September 2020 gelar sako Datuak Panji Alam – Suku Tanjung Nagari Sungai Sariak telah berhak disandang oleh Anton Wira Tanjung SPi MSi Dt Panji Alam.

"Mamak kami menghembuskan nafas terakhir kemarin malam. Sebagaimana tradisi di Minangkabau, gelar sako sebuah kaum dari mamak turun ke kemenakan," ujar Anton yang juga Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Padang Pariaman.

Ia menambahkan, sebagaimana kesepakatan bersama oleh kaum dan ninik-mamak serta nagari, ia dipilih mewarisi gelar Datuak Panji Alam sebagai penerus mamaknya dalam membimbing dan mengayomi kaum Suku Tanjung di Nagari Sungai Sariak.

"Semoga amanah yang telah diberikan oleh kaum Suku Tanjung ini dapat kami laksanakan dengan baik dalam mengayomi kaum serta membimbing sanak-kemenakan di kaum kami," katanya mengakhiri. (*/ZT)