AGAM, -Selama masa pandemi Covid-19, jasa kurir lokal di Lubuk Basung menuai berkah. Usaha antar jemput pesanan itu kebanjiran orderan lantaran warga was-was beraktivitas terlalu lama di luar rumah.

Manager Lubaskurir, Rifa’atul Khair mengaku tranksaksi antar jemput barang mengalami peningkatan signifikan selama pandemi Covid-19. Bahkan, dirinya mengaku kewalahan melayani pesanan dari konsumen.

“Alhamdulillah, rata-rata dalam sehari ada 20 orderan, sementara driver yang tersedia di Lubas Kurir hanya 3 orang,” ujarnya, Jumat (18/9).

Ramainya pesanan di tengah pandemi Covid-19 membuat Lubaskurir membutuhkan lebih banyak tenaga kurir. Namun, dirinya mengaku lebih selektif dalam memilih jasa kurir.

“Kami memberikan kriteria bagi driver, karena di Lubas Kurir tidak hanya melayani jasa pengiriman makanan, tapi juga pengiriman barang dan pengurusan surat-surat administrasi,” tuturnya.

Tak seperti layanan on demand yang populer, seperti Go-Jek dan Grab, usaha yang dirintisnya itu hanya memanfaatkan aplikasi pesan Whatsapp (WA) dalam menjalankan roda bisnisnya selama 3 tahun terkahir.

“Kita via WA, IG dan FB selain konsumen memesan langsung ke kami, juga ada orderan dari pemilik usaha untuk mengantarkan orderan ke konsumen,” ucapnya lagi.

Untuk tarif kurir yang dipatok tergolong murah, yakni mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000 per pesanan tergantung jauh jarak yang ditempuh

Mengingat dalam suasana pandemi Covid-19, dirinya juga menerima transaksi pembayaran melalui transfer bank. Selain itu, juga disediakan box khusus pengangkut orderan.

“Kami juga mewajibkan driver untuk menggunakan APD, seperti masker dan handsanitizer, agar drivernya aman, konsumen juga tidak was-was,” ungkap Rifa’atul Khair.

Sementara itu, pemilik usaha Delivery Food DapoerPipit, Pipit Ade Suryana mengaku sangat terbantu dengan adanya jasa kurir lokal. Dikatakan, untuk mencapai konsumen dirinya memang bergantung kepada jasa kurir.

“Sangat terbantu sekali, karena kami memiliki keterbatasan untuk mengantarkan orderan konsumen, jadi harus pakai jasa kurir,” ujarnya.

Pipit menyebut usaha miliknya juga menjalin kerjasama dengan beberapa jasa kurir lokal dalam menjalankan bisnisnya.

“Bahkan terkadang, kami juga terima orderan pesanan dari jasa kurir, artinya sama-sama menguntungkan,” ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan salah seorang pengguna jasa kurir di Lubuk Basung, Meizha (16). Dirinya mengaku sering menggunakan jasa kurir untuk membeli sarapan pagi.

“Biasanya pagi-pagi pesan sarapan ke jasa kurir, kadang juga bisa pesan pulsa,” katanya. (BJR)