Padang, CanangNews -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Daerah Pemilihan Provinsi Sumatra Barat Dr H Alirman Sori SH MHum MM menegaskan, Dasar Negara Republik Indonesia "Pancasila" sudah selesai semenjak ditetapkan pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Sudah cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia, tak perlu dipermasalahkan lagi. 

Penegasan itu dikemukakan Alirman di Padang, Rabu (23/9/2020), dalam acara   Sosialisasi Empat Pilar MPR RI > Pancasila ° UUD NRI 1945 ° NKRI ° Bhinneka Tinggal Ika. Kegiatan itu diikuti sekira 75 wartawan yang didahului makan siang nasi bungkus. 

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan ini juga menegaskan, orang Minang sangat pancasilais. Kelima sila termaktub dalam tatanan adat dan budaya - bahkan jauh sebelum Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara oleh PPKI  serta tercermin dalam perilaku hidup masyarakat Minang sehari-hari. 

"Jadi, tak perlu meragukan ke-pancasila-an orang Minang," tandas pria kelahiran 14 Mei 1969 ini.

Terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2020 di tengah pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) yang menimbulkan pro-kontra, Alirman Sori mengakui, banyak pihak yang meminta pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk menunda pelaksanaannya.

Permintaan penundaan itu, lanjut dia, mengingat kondisi saat ini bangsa Indonesia sedang berperang melawan pandemi covid-19, perang dengan makhluk yang tidak jelas wujudnya.

"Meski demikian, ada sebagian pihak berpandangan, pilkada tak perlu ditunda karena belum dapat dipastikan kapan pandemi ini akan berakhir, apalagi soal vaksin corona yang belum jelas," ujar lelaki yang pernah aktif sebagai wartawan ini.

Di Sumatera Barat sendiri, katanya, hampir tak ada lagi daerah dengan kategori zona hijau saat ini. Bahkan Kota Padang termasuk zona merah.

Menurut Alirman, pro kontra yang ada tersebut jangan sampai memecah belah persatuan bangsa. Untuk itu, persoalan tersebut harus dicarikan solusinya.

Alirman Sori menekankan bahwa demokrasi harus memenuhi nilai-nilai kemanusian. Jangan sampai pelaksanaan demokrasi mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan tersebut.

"Pilkada di saat pandemi ini menimbulkan pro kontra yang harus diselesaikan dan dicarikan solusinya. Sebab, bagaimana pun juga, demokrasi harus memenuhi nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri," ulas Alirman Sori. (ZT)