Subscribe Us

header ads

Ali Mukhni Membangun Mahakarya dari Kondisi Porak-Poranda


Padang, CanangNews – Dua periode di bawah kepemimpinan Bupati Drs H Ali Mukhni, Kabupaten Padang Pariaman mengalami kemajuan yang luar-biasa. Tidak hanya pada bidang infrastruktur tetapi juga pada banyak sektor lainnya. 

Kemajuan tersebut diungkapnya secara ganblang dalam acara "Dinamika Publik" di Radio Padang FM, Kamis (11/6/2020). 

Antara lain Bupati Ali Mukhni membanggakan kemajuan dunia pendidikan di Padang Pariaman. Keberadaan Politeknik Pelayaran, MAN Insan Cendekia serta Kawasan Pendidikan dan Pelayanan Terpadu (KPPT) di Tarok City ia urai dengan tuntas.

Dia pun menceritakan bagaimana perjuangan membawa politeknik yang awalnya bernama BP2IP (Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran - red) itu ke Sumatera Barat. Beberapa kali menemui Menteri Perhubungan yang waktu itu dijabat EE Mangindaan, Ali Mukhni mendapat kenyataan bahwa Gubernur Sumatera Utara dan Sumatera Selatan telah datang menghadap. Kedua daerah itu menyatakan kesiapan lahan bersertifikat seluas 20 hektar.

Namun berkat kegigihan dan dukungan Mantan Menteri Perhubungan Azwar Anas serta kesediaan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat membayarkan ganti-rugi lahan, BP2IP pun mulai dibangun yang kemudian dinaikkan status jadi politeknik tersebut hadir di Tiram, Kabupaten Padang Pariaman. Politeknik terbaik se-Asia Tenggara itu dibangun di atas kawasan 40 hektar dan menelan biaya hingga komplit sebesar Rp2 triliun. 

Kini, politeknik yang baru menghabiskan dana sebesar Rp800 miliar itu telah membuat daerah sekitar bertumbuh ekonominya, lapangan kerja bertambah, toko dan kedai banyak bermunculan. Begitu juga rumah-rumah kos. 

“Yang membuat kita bersyukur pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, di Politeknik Pelayaran itu ada Jurusan Transportasi Laut (D-4), satu-satunya di Indonesia dengan taruna mencapai 700-800 orang," ujarnya. 

Untuk Madrasah Aliyaah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Sintuk Toboh Gadang, lanjut dia, menjadi pendidikan agama terbaik kedua di Indonesia setelah Pondok Pesantren Gontor. 

MAN IC yang dulu bernama MAN Bertaraf Internasional itu hanya ada 13 unit di Indonesia. Disediakan lahan seluas 10 hektar, termasuk untuk asrama, banyak peminatnya dari berbagai daerah. Belajar di sana dibiayai hingga tamat, syarat mendaftarnya hanya hafal Al-Qur'an minimal satu juz. 

KPPT pun bakal dibangun di Tarok City. UNP berniat membangun kampus di Tarok City yang mempunyai luas 697 hektar. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bakal mendirikan lembaga pendidikan di sana. Bahkan rumah sakit luar negeri juga berencana membuat rumah sakit bertaraf internasional setaraf pengobatan di Singapura yang dilengkapi hotel-hotel bagi keluarga pasiennya.

Menurut Bupati Padang Pariaman dua periode itu, Tarok City satu-satunya pusat pendidikan perdagangan dan pariwisata yang dilalui jalur kereta dan jalan tol. Jalan akses ke Tarok City dibuat selebar 75 meter. 

“Coba cari jalan mana yang berlebar 75 meter di Indonesia ini. Jalan tol baru selebar 60 meter. Lalu kampus mana yang mudah diakses dari mana saja,” ujarnya membanggakan program unggulan kabupaten tersebut.

Jalan Tol Padang Pariaman – Pekanbaru nantinya bakal membelah Tarok City. Jalan Tol bakal berada di tengah-tengah Tarok City. Kilometer 36 jalan tol berada di Tarok City. 

Kereta Bandara-Kayutanam kini pun sudah beroperasi empat kali sehari. “Saya bukan tipe orang yang hanya pandai cerita. Bagi saya yang utama adalah kerja dan hasil nyata,” tegasnya menanggapi pertanyaan Pemandu Dinamika Publik Radio Padang FM, Jadwal Djalal dengan operator M. Dhyo tentang resep Ali Mukhni menjadikan Tarok City yang sepertinya mahakarya impian itu menjadi nyata. 

Padahal Padang Pariaman yang luluh lantak pada 2009 lalu,berhasil pulih di bawah kepemimpinan Ali Mukhni pertama (2010-2015). Pada hari pertama gempa, hanya Padang yang banyak diekspos media cetak dan elektronik. Ali Mukhni yang kala itu menjadi Wakil Bupati berusaha meyakinkan orang-orang bahwa Padang Pariaman lebih parah dibanding Padang. 

“Saya ingat di hari kedua itu, berdatanganlah media dan bantuan ke Padang Pariaman. Bahkan bantuan dari Australia mendarat di belakang rumah bupati. Mereka punya teknologi canggih untuk menentukan dimana dan apa yang bakal dilakukan,” ungkapnya.

Ali Mukhni gigih meyakinkan presiden, menteri dan banyak pihak untuk melihat kondisi Padang Pariaman saat itu lantaran yang terdampak adalah masyarakat kecil. Dia tidak mengada-ngada soal itu. Mereka berupaya membangun rumahnya sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun. Bahkan tercatat oleh sejarah, sebuah pesta perkawinan di mana keluarga yang pesta dan para tamu resepsi pernikahan di Kecamatan Patamuan tersebut tidak ditemukan jenazahnya.

“Melihat parahnya kondisi Padang Pariaman saat itu, terbesit di hati Ali Mukhni siapapun yang bakal memimpin Pariaman pada 2010-2015 bakal sulit mengembalikan kemajuan Padang Pariaman. Dan ternyata amanah itu malah dipercayakan pada saya,” ungkapnya. 

Karena amanah telah disandangkan ke pundaknya, Ali Mukhni melakukan upaya-upaya agar Padang Pariaman bisa pulih dan berkembang hingga saat ini. Ternyata rahasianya adalah menyatukan ranah dan rantau untuk kemajuan Padang Pariaman di bawah ridha Allah Yang Mahaagung. (Z/ZT)

Posting Komentar

0 Komentar