Subscribe Us

header ads

Afrinaldi Yunas, Si Penggagas Surau Milenial: Gigih Berdakwah, Sesuai Tuntutan Zaman


PANDEMI corona virus desease 2019 (covid-19) yang melanda seluruh belahan dunia membawa pengaruh besar terhadap kehidupan manusia, di mana semua aktivitas harus dipindahkan ke rumah, termasuk kegiatan belajar, bekerja dan bahkan beribadah.

Perubahan ini juga dirasakan oleh Dr (K) Afrinaldi Yunas MA, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Selain menjadi ASN, Af juga gencar sebagai pendakwah dalam kesehariannya. 

Pengalihan semua aktivitas yang hanya di rumah saja menyebabkan pria kelahiran hari Jumat 2 Rajab 1403 ini menghadirkan kreativitas baru dengan melakukan kegiatan dakwah melalui kanal youtube. Hal ini ia lakukan karena ditiadakannya kegiatan di masjid selama masa pandemi ini.

Surau Milenial merupakan channel youtube yang digarap langsung oleh Ustadz Afrinaldi Yunas. Channel ini sebelumnya sudah ia buat dengan nama akun pribadinya. Namun, karena adanya pandemi covid-19, Ia memutuskan untuk mengganti program ini sebagai tempat untuk berdakwah. 

Channel youtube ini telah menghasilkan lebih dari 50 konten, termasuk 19 konten yang berisi masalah covid-19 dengan bahasa Minang yang juga sudah dia terbitkan dalam bentuk buku. Selain itu, juga ada ceramah Ramadhan yang terdiri dari enam konten.

"Awalnya channel youtube ini hanya saya gunakan untuk pribadi. Namun ,setelah adanya pandemi covid-19 ini, saya putuskan untuk menjadikan channel ini sebagai tempat penyampaian dakwah, di mana pandemi ini mengharuskan kita berada di rumah saja," ujar dia. 

Selain itu, ulas Af, hal lain yang mendorong dia menyampaikan dakwah melalui youtube, dengan kemajuan teknologi masa sekarang ini semua orang dapat mendengarkan ceramah di manapun mereka berada, tidak harus berada di surau atau masjid..

Lulusan Magister Agama Islam dan.Kandidat Doktor (S.3) pada Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol ini menambahkan, ada tantangan yang ia hadapi dalam peralihan tempat berdakwah ini. Biasanya ketika berdakwah di masjid, ia bertatap muka langsung dengan audiens atau jamaah. Namun, berbeda ketika berdakwah melalui program ini, pada awalnya ia merasa kaku dan butuh penyesuaian.

"Pada awalnya, saat menyampaikan ceramah di depan kamera, saya merasa kikuk karena biasanya berhadapan langsung dengan jamaah dan langsung melihat mimik wajah orang-orang yang mendengarkan. Berbeda dengan ini, pada konten pertama yang ditayangkan hanya melalui suara. Namun, berdasarkan permintaan netizen yang ingin melihat langsung penceramahnya, saya memutuskan untuk muncul di depan kamera," katanya pula.

Tantangan lain yang ia temukan untuk mengisi konten tersebut, lanjut Af, butuh pembelajaran lebih. Mulai dari pengambilan video hingga mengedit video serta mengunggah video yang harus ia lakukan sendiri. Itu sebabnya, dalam sehari ia hanya menghasilkan satu konten video.

"Pengambilan video dimulai dari persiapan materi yang matang, di mana dalam penyampaian ketika melakukan rekaman dia hindari adanya pengulangan kata. Berbeda dengan ceramah di masjid yang dapat diulang pada pertengahan maupun akhir dakwah," ujar Af.

Pria yang pernah belajar di Pondok Pesantren Modern Taman Pendidikan Ulama Zuama (PPM TAPUZ) Kota Pariaman ini menyatakan harapan, dengan munculnya program ini dapat menginspirasi mubaligh atau da'i lainnya untuk berkreasi dalam penyampaian dakwah, terutama pada saat pandemi seperti sekarang ini. Hal ini dapat menjadi alternatif lain untuk penyebaran kebaikan dalam penyelamatan umat, sekaligus dapat dijadikan alat pembelajaran atas teknologi yang berkembang.

"Pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar - ed) sejak 22 April lalu berimbas terhadap cara menyampaikan dakwah. Biasanya dalam satu minggu saya dapat menyampaikan dakwah pada tujuh masjid  yang berbeda dengan topik yang sama. Namun, hal ini juga memberikan dampak positif terhadap saya, dimana penyampaian dakwah di program youtube memotivasi saya untuk menyampaikan materi yang berbeda setiap harinya sehingga membuat saya lebih giat lagi belajar untuk mendalami ilmu agama." katanya lagi..

Selain berdakwah, Afrinaldi juga senang menulis ,dibuktikan dengan banyaknya buku yang telah ia terbitkan. Antara lain, selama di bangku kuliah Ia telah menerbitkan dua buku; Kiat Mendidik & Mengatasi Problematika Anak serta Kado untuk Pasien

Pada tahun 2011-2013 ,saat menyelesaikan studi S2 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol, Padang, ia juga melahirkan buku berjudul Bahasa Arab itu Mudah. Kemudian, di awal 2020, terbit buku doa Senjata yang Terabaikan.

Menulis sudah menjadi aktifitas rutin harian  bagiAfrinaldi Yunas. Tidak hanya di media sosial, media cetak dan elektronik, blog pribadi dan jurnal ilmiah, bahkan bergabung di komunitas yang memiliki kegemaran menulis adalah hal yang menyibukkannya saat ini. Selain itu, kegiatan berbagi ilmu menjadi guru, dosen, pemateri tentang keagaaman dan memberi motivasi kepada generasi muda pun menjadi  bagian aksinya. 

"Selama bulan Ramadhan ini kita dapat menebar banyak kebaikan, di antaranya ikut membagikan konten dakwah yang ada di akun youtube Surau Milenial dan jangan lupa men-subscribe untuk mendukung dakwah yang gencar kami lakukan," pinta Afrinaldi Yunas, ASN inspiratif Padang Pariaman. (R/ZT)

Posting Komentar

0 Komentar