Padang Pariaman, CanangNews -- Wakil Bupati (Wabup) Padang Pariaman Suhatri Bur mengunjungi sejumlah heler / rice milling / penggilingan padi di beberapa kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman, Selasa, (14/4/2020). Antara lain Heler Madin  di Kecamatan Lubuk Alung dengan produksi beras sekitar 3 ton/hari. 

Kepada Wabup, Madin si pemilik heler mengatakan, biasanya mampu berproduksi sekitar 5 ton/hari, tetapi karena beras bantuan telah berdatangan serta permintaan luar provinsi telah berkurang sehingga produksi hellernya menurun. 

Di Kecamatan Batang Anai, Al pemilik Heler Gabah mengatakan produksi sedang banyak sekarang tetapi padi milik masyarakat. "Kami hanya menyediakan jasa penggilingan saja," ungkapnya. 

Lain lagi di Kecamatan Ulakan Tapakis, pemilik Heler Utama, Hendri, mengatakan produksi rata rata 3.5 ton perhari. Biasanya langganan dari Payakumbuh dan Pasar Pariaman yang pesan tetapi dalam sebulan ini agak menurun.

Dalam kunjungan tersebut Wabup Suhatri Bur memperoleh informasi, rata-rata heler menjual beras dengan harga Rp11.000 s/d 11.500/kg tergantung varietas padinya. 

 Wakil Bupati  Suhatri Bur mengingatkan pemilik heler ataupun masyarakat agar jangan menjual beras ke luar daerah. Untuk itu, ia meminta pemerintah nagari supaya membentuk lumbung pangan nagari. 

Pembentukan lumbung pangan nagari tersebut, lanjut dia, dapat berupa suntikan modal kepada badan usaha milik nagari (bumnag) atau bisa berupa alokasi dana nagari dalam bentuk subsidi pangan. 

Wabup Suhatri Bur juga mengingatkan, bisa jadi keadaan pandemi covid-19 ini berlangsung lama, sehingga ketahanan pangan nagari Harus di perkuat. (R/ZT)