Parikmalintang, CanangNews -- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengadakan talkshow dengan tema Petugas Medis Bicara Covid-19, Selasa (14/4/2020), di Media Center Humas Kantor Bupati, Parikmalintang. Iven ini menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Dokter Spesialis Paru RSUD Padang Pariaman dr Muhammad Fadly Kurnia SpP, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Padang Pariaman dr Efriyeni MKes dan Ketua Persatuan Perawat & Ners Indonesia (PPNI) Padang Pariaman Nongkong Amk SKM.

Dalam talshow ini Muhammad Fadly Kurnia menerangkan, corona virus desease (covid)-19 berasal dari Wuhan Cina pada akhir tahun 2019. Dalam penyebarannya bermula dari hewan ke manusia dan berlanjut dari manusia ke manusia. 

dr Muhammad Fadly Kurnia SpP

Penularan dari manusia ke manusia, kata dia, berlangsung cepat sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan covid-19 ini sebagai pandemi. Penyakit ini menyerang paru-paru dan mengakibatkan gangguan pernapasan serta menimbulkan sesak nafas diringi batuk. 

"Penularan virus ini melalui cairan yang dikeluarkan ketika pasien positif covid-19 meludah, bersin atau batuk," ujar Fadhly.

Hal utama yang harus dilakukan saat ini adalah memutus rantai penyebaran virus tersebut  dengan melakukan social distancing, pshycal distancing dan menghindari keramiaan. "Masyarakat tetap di rumah saja dan biar kan kami para tenaga kesehatan bekerja untuk Anda,” pinta dia.

Ia juga menjelaskan, Kementerian Kesehatan menetapkan empat kriteria dasar pasien covid-19, yakni pelaku perjalanan dari area terjangkit PPT, orang dalam pemantauan ODP dan orang tanpa gejala (OTG) yang bisa diisolasi mandiri serta pasien dalam pengawasan (PDP) yang terbagi atas klasifikasi ringan, sedang dan berat. 

"Pasien dengan klasifikasi ringan diperbolehkan isolasi mandiri di rumah namun harus diawasi oleh petugas kesehatan. Saat ini Pemerintah Provinsi Sumatra Barat telah menyediakan tempat karantina yang berlokasi di Balai Pelatihan Kesehatan, Gunung Pangilun, bagi PDP klasifikasi ringan apabila rumah pasien tidak memadai untuk dilakukan isolasi," katanya lagi. 

Sementara itu, Ketua IDI Efriyeni mengungkapkan, kondisi saat ini berdasarkan data dari pekerja farmasi dan kesehatan mencatat 44 tenaga medis meninggal dunia, 32 di antaranya dokter dan 12 perawat. Hal ini terjadi karena pasien yang datang berobat tidak jujur kepada petugas medis tentang riwayat perjalanannya.

.               dr Efriyeni MKes 

“Ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan Indonesia positif covid-19, kami di Kabupaten Padang Pariaman langsung mengumpulkan tenaga medis untuk melakukan sosialisasi tentang  covid-19 dan penanganan pasien terjangkit serta alat pelindung diri yang harus digunakan dalam penanganan pasien tersebut,” tuturnya.

Ia menambahkan, terkait kejadian penolakan yang dilakukan masyarakat terhadap para medis yang menangani pasien covid-19, di Kabupaten Padang Pariaman belum ada kejadian demikian. Namun, apabila terjadi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan menyiapkan tempat untuk peristirahatan bagi para tenaga medis.

Selanjutnya, Ketua PPNI Nongkong mengemukakan, saat ini perawat di Padang Pariaman belum ada yang terkonfirmasi positif covid-19. Meski demikian, PPNI telah membuat panduan tentang standar perlindungan diri. Perawat menjalankan tugas berdasarkan standar profesi dan standar opsional.

.             Nongkong Amk SKM

“Terkait dengan standar perlindungan diri, alat pelindung diri (APD) yang diperlukan harus lengkap dan sesuai standar karena dalam penanganan pasien covid-19 para perawat akan berhadapan dengan pasien selama berjam-jam sehingga sangat rentan untuk terjangkit covid-19 ini,” ujarnya.

Ia juga menyatakan harapan agar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dapat memenuhi APD untuk perawat dalam menangani pasien covid-19 ini  dan sesuai standar agar para perawat dapat terlindungi dalam melaksanakan tugas, sehingga tidak ada yang terkonfirmasi positif covid 19.

Secara hampir senada, ketiga narasumber mebgingatkan masyarakat agar jangan panik tetapi selalu waspada untuk mencegah penularan covid 19, tetap di rumah, lakukan pola hidup bersih dan sehat, makan teratur dengan gizi seimbang serta istirahat yang cukup. Jika ada warga yang positif covid-19 bukanlah aib tetapi musibah dan ini merupakan tanggungjawab bersama. 

Khusus untuk tenaga medis, ketiga narasumber berpesan agar selalu bekerja dengan standar perlindungan diri dan  standar profesi serta yang paling penting agar APD dapat terpenuih untuk pelayanan. (R/ZT)