LAHIR di Sintuak,  17 November 1980, Rifki Monrizal merupakan sosok yang dikenal sebagai seorang yang mudah bergaul dan berteman dengan siapa saja. Sikapnya yang selalu ceria membuat ia disenangi oleh rekan dan teman sejawatnya . Mon (begitu ia disapa) menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Hukum Universitas Andalas dan mendapatkan gelar magister di Perencanaan Pembangunan Universitas Andalas.

Sejak  menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Pariaman, 2 Januari 2017, banyak kasus yang telah dia selesaikan. Pada tahun 2020 saja misalnya, sudah 10 kasus gugatan perdata dan tata usaha negara yang ditanganinyq sebagai kuasa hukum Bupati Padang Pariaman. Dalam penanganan kasus tersebut Mon didampingi oleh kepala sub bagian dan staf.

“Dari 10 kasus tersebut 4 kasus yang sudah inkracht dan Alhamdulilah... semuanya dapat dimenangkan, dengan kata lain gugatan yang diajukan tidak dapat diterima dalam putusan majelis hakim. Yakni,  dua kasus perdata dan dua kasus tata usaha negara. Sementara 6 kasus perdata masih dalam proses sidang di pengadilan dengan agenda jawaban tergugat,” ujarnya

Menurutnya, bekerja di Bagian Hukum memang terkenal dengan suasana tegang dan senyap. Hal ini mungkin disebabkan karena irama dan ritme pekerjaan yang cukup menantang dan dinamis. Sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) bantuan hukum, gugatan yang masuk kasusnya berbeda dan bervariasi, sehingga membutuhkan analisa yang tajam dan penguasaan terhadap peraturan perundang-undangan.

“Tupoksi perundang-undangan juga menantang, di mana tugas bagian hukum adalah melakukan koreksi dan analisa legal drafting terhadap regulasi yang diajukan oleh setiap organisasi perangkat daerah  (OPD), baik berupa peraturan daerah, peraturan bupati maupun surat keputusan bupati. Tugas kami dalam hal ini melakukan kajian terhadap regulasi yang diajukan dengan menganalisa dan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya,” jelas mantan Kepala Bidang Tenaga Kerja ini.

Ia menambahkan, Bagian Hukum telah melahirkan sejumlah inovasi. Akhir tahun 2019 misalnya, ia membuka layanan dengan nama Lakonku Papa (Layanan Konsultasi Hukum Padang Pariaman), di mana pojok layanan ini dapat menjadi wadah konsultasi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat nagari serta masyarakat dalam mencari solusi permasalahan hukum.

Dalam  bekerja di institusi yang menuntut keseriusan, Rifki Monrizal mengaku punya trik sendiri. Di antaranya dengan dengan menjadikan pekerjaan sebagai hobi, bekerja dengan ikhlas serta di setiap waktu senggang dia selingi dengan candaan yang kadangkala terkait dengan topik atau masalah hukum sehingga suasana bisa menjadi enjoy dan cair. 

Berdiskusi dengan seluruh kasubag dan staf terkait permasalahan hukum pun selalu dia lakukan, juga sharing dengan aparat penegak hukum lainnya seperti kepolisian dan kejaksaan. Dengan banyak melakukan diskusi dan sharing, ia dapat mengambil kesimpulan terhadap solusi permasalahan yang dihadapinya.

“Kendala yang kami hadapi saat ini adalah masalah sumber daya manusia, kekurangan staf dan kemampuan ASN yang memang harus  selalu di-uppragade dalam memahami peraturan di tingkat pusat yang selalu berkembang sehingga membuat kami agak kewalahan dalam melaksanakan pekerjaan, ” kata suami tercinta Wiandina Mulina ini.

Sikapnya yang sabar, pintar dan cerdas menyebabkan para staf di Bagian Hukum menjadi nyaman dalam bekerja.  Di sisi lain, Mon pun mengaku selalu berupaya mengenali karakter masing-masing staf. Hal ini bertujuan agar para staf tidak ada yang mengeluh dan merengut sehingga mudah untuk menyelesaikan masalah.

Itulah Rifki Monrizal S.H MSi. seorang Kabag Hukum yang dikenal dengan sifat yang humble, keren, bersahaja serta disukai banyak orang. (Hum_Pro, ed ZT)