Foto : Dok Humas Agam


Agam, -Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah menjelaskan terkait bantuan gratis yang saat ini menjadi polemik ditengah masyarakat. Seiring diterapkannya phisical dan sosial distancing Pemerintah Kabupaten Agam memberikan bantuan tersebut, namun ada beberapa tokoh dan masyarakat menganggapnya tidak tepat sasaran. 

"Terkait pembagian sembako, siapa bilang terlalu cepat dan tidak tepat sasaran?, Tindakan cepat justru sangat diperlukan saat ini. Kita harus pastikan secepatnya bahwa ada cadangan beras dirumah-rumah penduduk yang bisa sewaktu-waktu mengisi perut yang terancam lapar," ujar Indra Catri memaklumi. 

Dikatakan, harus segera droping beras kerumah masyarakat kategori miskin tanpa harus terjerat masalah hukum dikemudian hari. Salah satu cara yang mungkin ditempuh adalah dengan memgacu kepada surat edaran Gubernur Sumatera Barat 28 Maret 2020 dimana mulai hari Rabu (01/04/2020) sudah mulai menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat. 

"Basisnya adalah masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019.  Kita terpaksa memakai data lama karena updating data dijadwalkan akan selesai dilakukan pada bulan Juli tahun ini," ujarnya lagi. 

Ia menyadari, bahwa akan terjadi gejolak ditengah masyarakat terutama bagi yang tidak tercatat pada DTKS namun, terkena dampak ekonomi langsung dari pendemi COVID-19. "Karenanya kita carikan skema lain untuk membantu mereka adalah dengan menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan bahan makanan lainnya," ungkapnya. 

Persoalan data pendukung yang lengkap dan akurat belum tersedia sehingga pihak Gugus Tugas kecamatan dan nagari tidak dapat segera menyalurkan bantuan. "Karenanya kita tunda dulu beberapa hari kedepan tanpa harus menunda bantuan terhadap masyarakat yang tercatat dalam DTKS  yang sudah jelas basis datanya," ungkap bupati. 

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya sudah sosialisasikan bagi warga yang tidak masuk dalam DTKS namun terkena dampak ekonomi langsung COVID19 dipastikan mendapatkan bantuan dari pemerintah. 

"Tapi bukan pada  kesempatan pertama atau hari Rabu kemarin. Caranya adalah dengan melaporkan dan mendaftar diri terlebih hadulu melalui wali jorong atau wali nagari setempat. Asumsinya merekalah yang paling tahu kondisi dan alamat warganya yang terpapar dampak covid19 itu," katanya. 

Selanjutnya walinagari akan melakukan verifikasi dan pihaknya sudah menetapkan bahwa yang dapat menerima bantuan dimaksud antara lain adalah mereka yang kehilangan penghasilan atau menerima upah harian serta mempunyai pekerjaan harian satu jenis selain PNS/TNI/Polri/Karyawan BUMD/BUMN serta penerima program sembako. Warga yang memenuhi kriteria selanjutnya diajukan walinagari ke Dinas Sosial Agam. Seterusnya tersebut akan menyalurkan bantuan beras sesuai ketentuan.

Ditambahkan oleh Indra Catri, sesuai dengan tupoksi Gugus Tugas Nagari, pihak walinagari bersama-sama dengan jorong dan timnya diharapkan agar lebih proaktif menjaring warga mereka yang berhak mendapatkan bantuan. Mungkin akan memakan sedikit waktu, namun ia meminta untuk bersabarlah. Pihak Nagari juga diharapkan agar lebih aktif menjaring bantuan dari banyak sumber termasuk para perantau. 

"Kita juga sangat terbantu dan berterimakasih karena kenyataannya pada beberapa tempat mereka yang terpapar tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan juga sudah ada yang menerima bantuan dari tetangga, pengurus masjid, para donatur, LSM, dan sanak saudara mereka," ujarnya.

Ia menghimbau agar seluruh elemen mayarakat untuk saling bahu membahu dalam menghadapi kondisi sulit ini. Bukan saling menghujat dan melemahkan. Para tokoh hendaknya ambil bagian secara lebih aktif lagi mencarikan solusi, sebagai penyejuk ditengah masyarat. Niniak Mamak diharapkan lebih aktif lagi mengayomi, melindungi, dan mendamping anak kamanakannya dalam menghadapi kondisi sulit saat ini.  

"Yakinlah kalau kita disiplin kondisi ini akan segera berlalu. Jangan sampai terjadi hendaknya apa dikhawatirkan oleh nenek moyang kita niniak mamak basilengah, anak kamanakan basiarak jo baserak. Lain padang lain bilalang, lain nagari lain penanganannya," pintanya. 

Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Agam sebagai bagian dari Pemerintah Sumatera Barat dan  NKRI akan terus berupaya agar seluruh masyarakat setempat terbantu hendaknya dalam menghadapi wabah Covid-19. Buktinya sampai saat ini terus dilaksanakan penyaluran sembako hampir diseluruh nagari dengan melibatkan banyak pihak dan relawan.

“Kepada pihak Jorong, Walinagari, beserta relawan dan perangkatnya kami ucapkan terimakasih dan pemgahargaan yamg setinggi-tingginya. Selamat berjuang dan bekerja sambil terus malakukan sosialisasi dan pendataan, menjadi pejuang Covic19.

"Dalam kondisi saat ini yang perlu dipastikan terlebih dulu adalah tersedianya beras yang cukup dirumah sebagian besar masyarakat kurang mampu. Bergegaslah agar penyebaran serta dampak pendemik covid-19 cepat dan diatasi mana yang bisa dikerjakan terlebih dahulu tolong segerakan tanpa harus menunggu yang lainnya rampung sempurna," ujar Indra Catri

Pastikan masyarakat sehat dan bagi yang terpapar covid19 pastikan tertangani secara benar sesuai dengan protokol kesehatan. Setelah itu, baru dicarikan sosusi masalah lainnya sesuai dengan urgensinya tanpa harus keluar dari koridor hukum yang berlaku. (Dil/BJR)