Parikmalintang, CanangNews -- Bupati Padang Pariaman Drs Ali Mukhni  mengikuti  video teleconference Gubernur Sumatra Barat dalam rangka koordinasi perkembangan terakhir penanganan corona virus desease (covid) 19 pada masing-masing kabupaten / kota. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh bupati / walikota se-Sumbar bertempat di ruangan kerja bupati, Parikmalintang, Jumat (27/3/2020).

Dalam kata sambutannya, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengatakan, saat ini Laboratorium Rumah Sakit Universitas Andalas sudah mendapat izin  untuk melakukan pengecekan terhadap hasil pemeriksaan pasien terjangkit covid 19.

“Hasil pengecekan di Laboratorium Rumah Sakit Universitas Andalas dapat diterima dalam rentang waktu 5 jam sehingga hal ini dapat mempercepat proses hasil dari pengecekan tersebut, hingga saat ini di Sumatra Barat sudah 6 orang positif Covid 19.” ujarnya.

Ia juga menambahkan, di Sumatra Barat yang menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasa (PDP) kebanyakan orang yang datang dari luar provinsi sehingga diharapkan kepada seluruh bupati/ walikota untuk memperketat dan melakukan pengecekan di  daerah perbatasan bagi masyarakat yang berasal dari daerah luar Sumatra Barat seperti banyak masyarakat yang pulang dari Pekanbaru, Malaysia dan balik dari umrah.

“Saat ini belum ada penutupan di bandara seluruh Indonesia. Akan tetapi frekuensi penerbangan dikurangi, namun untuk penutupan bandara akan dipertimbangkan mengingat covid 19 ini terus berkembang. meskipun frekuensi penerbangan dikurangi namun banyak dari perantau yang memilih jalur darat dan laut untuk pulang kampung sehingga sangat diperlukan pembentukan posko dan tim kesehatan dibantu kepolisian untuk melakukan pengetatan dan pengecekan di daerah perbatasan.” sambungnya.

 Ia juga mengimbau kepada seluruh bupati/walikota agar menyampaikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD)  hingga walinagari dan walikorong guna mengingatkan seluruh masyarakat yang sudah di dalam daerah untuk memperkecil ruang gerak  serta tidak berkumpul dalam keramaian.” tuturnya

Saat ini rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid 19 ialah RSUP M.Djamil dan RS Ahmad Mukhtar,saat ini kedua rumah sakit menyediakan 227 kamar yang digunakan sebagai ruang isolasi namun 100 kamar yang baru siap untuk digunakan, dan akan terus diupayakan percepatan penyelesaian ruangan tersebut.

"Saat ini alat pelindung diri (APD)  merupakan masalah nasional, bukan hanya masalah daerah saja. Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan APD ini, bupati/walikota dapat memberdayakan penjahit yang ada di daerah seperti pembuatan masker sehingga ini juga memberikan pemasukan  bagi pengusaha kecil menengah, dan diharapkan agar para bupati / walikota dapat menggunakan dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk mengadakan APD dari APBD masing-masing daerah.” pintanya.

Sementara itu dalam laporannya, Bupati Ali Mukhni mengatakan sudah melakukan regulasi hingga tingkat nagari serta sudah mengindahkan himbauan Kapolri yang tidak diperbolehkan untuk mengadakan pesta pernikahan dan kegaiatn yang melibatkan banyak orang.

“Kami, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah mengirimkan surat keoada seluruh DPP dan DPW PKDP agar tidak pulang ke kampung halaman hingga kondisi kembali kondusif. Kami juga telah membuat edaran untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang hingga kondisi kembali normal.” ujarnya

Ia menambahkan, di samping melahirkan kebijakan, yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana  mendekatkan diri dengan memohon ridho Allah. 

"Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala," ulas bupati yang di-aamiin-kan oleh GubernurIrwan Prayitno.

Ali Mukhni pun melaporkan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menganggarkan sebesar Rp5 milyar dari APBD melalui dana tanggap darurat  untuk keperluan pengadaan APD.

Dalam mengikuti video twleconference ini Bupati Ali Mukhni didampngi oleh Wakil Bupati  Suhatri Bur, Sekretaris daerah Jonpriadi, Kepala Dinas Kesehatan Yutiardi Rivai, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Budi Muly, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Zahirman, Direktur RSUD dr Lismawati,M.Biomed SpPA serta Kabag Humas Anton Wira Tanjung. (R/ZT)