Diduga Melakukan Penipuan, 2 LSM Minta Eks Caleg Demokrat Dipecat - CANANG NEWS

Breaking

Kamis, 13 Februari 2020

Diduga Melakukan Penipuan, 2 LSM Minta Eks Caleg Demokrat Dipecat


PADANG---Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Parliament Watch dan  Binuang Sakti meminta DPP Demokrat di Jakarta untuk menonaktifkan seorang kadernya yang diduga terlibat masalah penipuan di Lima Puluah Kota.

Permintaan LSM Parliament Watch dan  Binuang Sakti ini tertuang dalam suratnya masing-masing.

Surat LSM Parliament Watch ditandatangani oleh Ketua Solfi Hardi dan Ketua Bidang Infestigasi Roskiman.

Sedang LSM Binuang Sakti ditandatangan oleh Ketua Hendrizal dan Sekretaris Roni Trisnaldi.

Kedua LSM menyebutkan alasan penonaktifan sebagai kader ini disebabkan karena dengan inisial RO itu, proses hukumnya sudah dalam tahap penyidikan.

Sementara RO sudah pula ditetapkan sebagai tersangka.

“Demi menjaga marwah Partai Demokrat yang sangat anti dengan kader-kadernya yang tersangkut urusan pidana sebagaimana cita-cita luhur kelahiran Partai Demokrat pasca reformasi dulu, DPP Partai Demokrat harus segera mengambil tindakan penonaktifan ini,” tulisnya

Surat ke DPP Partai Demokrat itu kata Solfi dan  Hendrizal, juga ditembuskan kepada sejumlah pihak di internal Partai Demokrat sendiri seperti Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Kehormatan, Ketua Mahkamah Partai, BPOKK dan KPP, serta kepada Ketua DPD Demokrat Sumatera Barat.

Diketahui, RO, oknum kader Partai Demokrat yang juga menjadi calon anggota DPR RI pada Pileg lalu sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak awal Februari lalu sebagaimana disampaikan Kapolres Lima Puluh Kota melalui Kasat Reskrim Anton Luther kepada sejumlah awak media beberapa waktu lalu.

 Penetapan itu didasari atas laporan Zamhar, seorang pengusaha asal Lima Puluh Kota yang punya sejumlah usaha di Malaysia. Saksi korban merasa telah ditipu oleh tersangka RO senilai Rp 1,7 milyar rupiah.

Sebelum ditingkatkan status RO dari terlapor menjadi tersangka, Polres Lima Puluh Kota sudah melakukan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan serta memeriksa belasan saksi. Semula kasus ini dilaporkan oleh korban di Polsek Suliki. Namun dalam perjalanannya berlanjut ditangani oleh Polres Lima Puluh Kota.

Tersangka melalui kuasa hukumnya Setia Budi menyebutkan bahwa kasus yang dialami kliennya lebih kepada perdata, bukan pidana. Karena tidak ada saksi atas kesepakatan kedua belah pihak. (ib)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar