AGAM, CanangNews--Berkat inovasi es krim rasa jahe dan kunyit, Kelompok Dasawisma Kamboja 1 Nagari Sungai Landia Kecamatan IV Koto yang diketuai Ny. Desmayenti, berhasil menjadi juara satu pada lomba Ketua Kelompok Dasawisma tingkat Kabupaten Agam tahun 2020.

Penilaian lapangan pada 9 Januari 2020 lalu, dilakukan tim penilai PKK kabupaten karena memiliki inovasi dan gagasan baru dibanding lima kelompok dasawisma kecamatan lainnya yang masuk nominasi 6 besar.

Atas prestasi itu, nagari pemasok bawang dan cabe tersebut, berhak mewakili Kabupaten Agam ke tingkat Provinsi Sumatera Barat pada lomba yang sama.

Saat pembinaan lapangan, Kamis (16/1) di Nagari Sungai Landia, Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Ny. Vita Indra Catri mengatakan, prestasi yang diraih Kelompok Dasawisma Kamboja 1 Sungai Landia, menjadi bukti keberhasilan ketua kelompok dalam membina kader dasawisma mengimplementasikan 10 program pokok PKK.

“Keunggulan dan nilai plus yang diperoleh Dasawisma Kamboja adalah, inovasi es krim-nya. Mereka mampu memanfaatkan potensi tanaman TOGA tidak hanya sebagai ketahanan pangan keluarga, namun juga bernilai ekonomis,” terang Ny. Vita.

Ny. Vita berharap, keberhasilan yang diraih Dasawisma Kamboja 1 Sungai Landia, bisa menjadi motivasi dan semangat bagi kelompok dasawisma lainnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Dasawisma Kamboja 1, Ny. Desmayenti mengatakan bahwa komitmen yang dilakukan kader PKK di Sungai Landia berkat dukungan dan partisipasi semua elemen masyarakat dalam menggerakkan 10 Program Pokok PKK.

“Sudah menjadi tradisi bagi kami sejak dahulu, seperti menanam tanaman obat-obatan (TOGA) di sekitar pekarangan rumah sebagai ketahanan rumah tangga yang bernilai ekonomis,” jelasnya.

Seperti tanaman kunyit dan jahe, tambahnya, bisa ditemui diseluruh rumah di Jorong Ranah Sungai Landia, khususnya 10 rumah anggota kelompok dasawisma

Dengan potensi tersebut, ia bersama seluruh kader PKK dan kader dasawisma mencoba membuat inovasi baru dengan melahirkan es cream rasa kunyit dan jahe.

“Untuk membuatnya kita melibatkan semua unsur, seperti puskesmas, wali nagari dan camat. Alhamdulillah, sudah banyak digemari masyarakat padahal baru 1 bulan berjalan. Manfaatnya, disamping menjadi tambahan pendapatan ekonomi keluarga, dengan sendirinya koperasi simpan pinjam kita juga ikut maju karena anggotanya berasal dari kader PKK dan dasawisma,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Ketua TP PKK Nagari Sungai Landia, Ny. Yunita Fitriani.

Dijelaskan, dari 31 kelompok dasawisma yang terbentuk, hampir semuanya aktif dan ikut andil dalam setiap kegiatan masyarakat. Statusnya, 6 diantaranya kategori maju, 14 kategori berkembang dan 11 kategori tumbuh.

Pihaknya yakin Kelompok Dasawisma Kamboja 1 Sungai Landia bisa memberikan hasil terbaik di tingkat provinsi nanti.

“Namun, kita sangat membutuhkan bimbingan dan arahan dari PKK nagari, kecamatan dan kabupaten sampai pelaksanaan lomba di tingkat provinsi dimulai. Tanpa binaan mereka semua, kita tidak bisa apa-apa,” harapnya. (BJR)