Mentawai,Canangnews---Turuk Paruak dilakukan oleh sikerei profesional dimana sikerei ini akan memimpin sebuah acara besar untuk melakukan ritual supaya hal yang tidak diinginkan selama terselenggaranya Festipal Pesona Budaya tetap aman tanpa kendala .

paruak juga dapat disebut sebagai turuk parurukat sikerei dari semua daerah yang ada dimentawai yang akan dimulai dari turuk serta pasogaijat ka sibakkat polak atau gege supaya mereka juga tidak mengalami sakit maupun meninggal dunia karena melanggar pantangan .
Sainak sakkokok atau babi dalam bahasa indonesia akan disembelih sebagai pusurakat persembahan kepada leluhur supaya semua berjalan lancar.

Dalam ritual tersebut sikerei tertua akan mengucap syukur sembari memohon perlindungan kepada leluhur dengan menengadah keatas bersama  selembar daun untuk didoakan .

seterusnya Sainak Sakkokok atau babi tersebut akan disembelih  lalu diambil atei atau hatinya untuk jadikan persembahan dalam bentuk doa dari utek sikerei kepala sikerei .

sebagai bentuk dari parurukat atau perkumpulan semua sikerei dari semua tempat akan musubuk atau makan bersama sebagai bentuk kebersamaan .

Aman Boroi Ogok Sakaliou selaku pemimpin turuk Paruak tersebut mengatan Ritual tersebut sebagai salah satu bentuk doa untuk keselamatan sikerei dari mulai acara hingga selesai katanya kepada awak media saat dimintai keterangan jumat (28/6).

Ia melanjutkan ,dalam rutual tersebut kami akan   berdiri  memegang buah kakainaou(tainaok dalam bahasa  Sikabaluan) dengan  tangan kanan. Lalu  mengangkatnya ke atas sambil maju ke bagian depan untuk mengucapkan syukur dan doa berkat

"Areu akek pabesik-besik ka tubumai. Gorosot (jauhkanlah semua penyakit yang ada di dalam tubuh kami).
ia kembali mengatakan, hal itu wajib dilakukan sebab dengn menjalankan ritual yang khusuk semua yang diminta secara otomatis terberkati .

kegiatan paruak tersebut dilakukan oleh sikerei propesional dan terlatih terpilih dari masing masing daerah .( johan)