Header Ads

jasa

Selamat Jalan Da jang Firdaus Amin Lokomotifnya Kota Pariaman




Mantan Walikota Pariaman Firdaus Amin wafat pada  Jumat (25/1/2019) sekitar pukul 01.00 WIB dinihari di rumahnya di Kampung Tangah, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman  

Firdaus Amin menjabat Walikota Administratif Pariaman periode 1997-2002 dan Pj Walikota Otonom Pariaman periode Juli 2002-Agustus 2003. Tak dapat dipungkiri, perubahan status Kota Administratif  Pariaman menjadi kota otonom Pariaman merupakan kerja keras Firdaus Amin. Kerja kerasnya tentu didukung dan melibatkan berbagai pihak lainnya.

Kerja keras dan tekad mewujudkan Kota Pariaman oleh Firdaus Amin memang patut dikenang. Orang-orang dekat Firdaus yang turut serta bersamanya dalam memperjuangkan lahirkan Kota Pariaman memahami betul bagaimana kerja keras dan tekad Firdaus Amin. Agaknya, Firdaus Amin pantas disebut pejuang dari lahirnya Kota Pariaman pada tahun 2002 lalu.



Siapa Firdaus Amin

Firdaus Amin terlahir dari pasangan Bagindo Amin Bakar dan Siti Nurhaman. Ayahnya seorang pegawai yang pernah menjabat wedana, setingkat camat. Jalan hidup Firdaus ternyata mengikuti jejak ayahnya. Jabatan camat beberapa kali diembannya. Tahun 1978, Firdaus tercatat sebagai camat di Kecamatan Koto Baru. Dua tahun kemudian, Firdaus dipindahkan menjadi camat di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluah Kota.
Tahun 1984, Bupati Padangpariaman memanggilnya pulang, juga menjadi camat di Lubuk Aluang. Habis masa jabatannya di Lubuk Alung, Anas Malik memintanya lagi menjadi camat di Sungai Limau. Di Sungai Limau, Firdaus mencatat banyak prestasi. Diantaranya, berhasil mengantarkan Sungai Limau menjadi kecamatan terbaik, dan Firdaus Amin pun menjadi camat terbaik.   Ini pulalah agaknya alasan Firdaus Amin diangkat jadi Walikota Administratif Pariaman menggantikan Martias Mahyuddin. Martias Mahyuddin serahterima dengan Firdaus Amin pada Oktober 1998, disaksikan Bupati Padangpariamann Ir. Nasrul Syahrun.

Pro dan kontra selama proses mewujudkan Pariaman sebagai kota otonom adalah suatu kewajaran bagi masyarakat Pariaman. Berbagai “gesekan”, berbeda pendapat, pandangan dan sikap dalam menyingkapi kota otonom yang muncul diantara masyarakat, kalangan eksekutif, legislatif dan komponen masyarakat, hendaknya dijadikan sebuah dinamika kehidupan berdemokrasi.  Agaknya jika dilihat dari makna pelaksanaan Tabuik sebagai alek nagari kebanggaan rang Piaman, “Tabuik tabuang, awak ciek baliak. Biduak lalu, kiambang batauik.” Menjelang Pariaman menjadi kota otonom, pertikaian terjadi, Pariaman sudah jadi kota otonom, awak kembali bersatu membangun Kota Pariaman.

Karena Firdaus Amin hanya dilantik sebagai pejabat Walikota, maka harus dilakukan pemilihan Walikota Pariaman periode 2003-2008 yang berlangsung Kamis 4 September 2003 di gedung Islamic Center Kampungbaru Pariaman, dipimpin Ketua DPRD Fuadi Jalil, BA dengan 19 anggota DPRD Kota Pariaman. Firdaus Amin yang maju dalam pemilihan, harus mundur dari jabatannya sebagai pejabat Walikota, yang digantikan oleh Drs. Sultani Wirman.
Dalam pemilihan tersebut, Firdaus Amin berpasangan dengan Ir. Djonimar Boer yang hanya memperoleh 1 suara. Sedangkan calon  masing-masing H.Djaya Satria – Drs. Basyaruddin 4 suara, Drs. Martias Mahyuddin, M.Sc – Ir. Primananda MT 4 suara, Drs. Firdaus Amin – Ir. Djonimar Boer 1 suara, Nasri Nasar SH - Ir. Mahyuddin 7 suara dan H.Trismon SH – DR. Yetti Marlida 3 suara.

Karena tidak ada yang mencapai 50% tambah 1 suara, maka pemilihan dilanjutkan tahap berikutnya. Karena ada dua suara sama, dilakukan pemilihan kedua pasangan Djaya Satria – Basyaruddin meraih 9 suara dan Martias Mahyudin – Is Primananda 8 suara. Dengan demikian untuk pemilihan tahap ketiga dilanjutkan antara Djaya Satria – Basyaruddin dengan Nasri Nasar – Mahyudin. Pemilihan ini dimenangkan Nasri Nasar – Mahyuddin dengan 13 suara dan Djaya Satria – Basyaruddin 6 suara.      

Kembali Jadi Rakyat
Usai menjabat Walikota Pariaman, sehari-harinya Firdaus Amin  mengelola kebun dan usaha lain di Lubuk Alung. Perkebunan pepaya yang dikelolanya mampu menampung tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran di Lubuk Alung.

Saat pemilihan Walikota Pariaman periode 2008-2013, pada pertengahan 2008, Firdaus maju berpasangan dengan incumbent Walikota Pariaman Ir. Mahyuddin. Firdaus Amin sebagai pamong senior disanding Mahyuddin sebagai calon wakil walikota Pariaman. Dalam pemilihan tersebut, pasangan Mahyuddin – Firdaus Amin kalah tipis dengan pasangan Mukhlis Rahman – Helmi Darlis. Bahkan pasangan Mahyuddin meragukan hasil perhitungan KPU Kota Pariaman yang memenangkan Mukhlis Rahman – Helmi Darlis sehingga menggugatnya ke pengadilan.

Pensiun dari PNS, Firdaus Amin kembali jadi rakyat, tanpa kekuasaan dan kewenangan di pemerintahan. Firdaus tampak hidup sederhana dan bersahaja. Apa yang dibanggakan di hari tuanya?

”Saya berhasil mengantarkan anak-anak sekolah tinggi-tinggi, ada yang sudah S2 (magister) di IPB dan sekarang mengajar di Universitas Negeri Padang (UNP), ada yang bekerja di majalah Tempo, ada juga yang mengikuti jejak saya menjadi pegawai,” kata Firdaus kepada penulis saat bertandang ke rumahnya suatu hari.

”Saya tidak punya apa-apa yang bisa saya banggakan selain mereka (anak-anak). Lihatlah perabot rumah saya, tidak ada yang mewah yang kami punya,” katanya. Rumah sederhana memang untuk seorang yang pernah menduduki jabatan-jabatan penting. Tak ada kijang kodok di parkir di halaman rumah. Tak juga BMW atau pun Marcedes Benz. Koran-koran tampak bertumpukan di ruang bacanya, membaca berita setiap hari adalah kebiasaannya memang – mengikuti perkembangan berita di daerah maupun di nasional. Buku-buku juga tampak tersusun di rak-rak di ruang belakang. Kadang dia berladang.

Kesibukannya yang rutin lainnya hanyalah mengurus masjid, karena Firdaus memang menjadi pengurus di masjid yang tidak seberapa jauh dari rumahnya.

Berikut Biodata Firdaus Amin

Nama Lengkap     : Drs. Firdaus Amin
Tempat/Tgl. lahir     : Payakumbuh, 12  September 1948
Alamat terakhir    : Jl. Patimura No. 5 Kampung Tangah  Balah Hilia Kecamatan Lubuak Alung  Kabupaten Padangpariaman
Pangkat Terakhir     : Pembina Utama Muda/ IV-C
Hobby            : Olahraga
Tinggi             : 167,5  cm
Berat             : 74 kg
Riwayat Pendidikan :
1.    SR di Pariaman tamat 31 Juli 1961
2.    SMPN Pariaman tamat 3 Juli 1965
3.    SMAN IPA Pariaman tamat 18 Nopember 1968
4.    APDN Bukittinggi tamat 13 Nopember 1973
5.    IIP Jakarta tamat 30 Desember 1981

Riwayat Pekerjaaan :
1.    Kasie Bimas Kecamatan Padang Selatan Kodya Padang, 6-12-1973
2.    Camat Pangkalan Koto Baru Kabupaten 50 Kota, 22-3-1976
3.    Camat Harau Kabupaten 50 Kota, 18-11-1977
4.    Camat Lubuk Alung Kabupaten Padangpariaman, 30-10-1982
5.    Camat Sungailimau Kabupaten Padangpariaman, 15-05-1983
6.    Asisten I Tata Praja Setwilda Padangpariaman, 6-7-1983
7.    Pelaksana Tugas  Bupati KDH Tk. II Padang Pariaman, 23-5 s/d 10-6- 1994
8.    Mewakili Setwilda Padangpariaman, 17-10-1994 s/d 20-10-1995
9.    Plt. Itwilkab Padangpariaman, 20-01-1997
10.    Kepala Itwilkab Padangpariaman, 13-10-1997
11.    Walikota Administratif Pariaman, 8-7-1998
12.    Penjabat Walikota Pariaman, 20-7-2002 s/d 19-8-2003

Keluarga:
Nama Isteri    : Fatmawati Anwar, S.Pd, lahir di Pariaman 24 Januari 1952
Nikah Tanggal     : 12 Juni 1977
Nama Anak-Anak     :  
1.  Prima Yane Putri, ST, MT, Tanjungpati, 5 Juni 1978
2.  Ade Pratama, SSTP, Padang, 30 Nopember 1988
3.  Arie Firdaus, Pariaman 23 Agustus 1986


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.