Header Ads

jasa

Waktu Habis,Proyek “Sanimas” Kab. Agam Terbengkalai




Agam,canangnews---Sanimas merupakan proyek bantuan luar negeri (sanitasi berbasis masyarakat) diawasi oleh Fasilitator yang telah di SK kan oleh Dinas Perkim. 

Beberapa proyek tersebut banyak menjadikan tanda tanya bagi masyarakat, Dikarenakan pelaksaanaannya seperti mempergunakan dana tak bertuan (pribadi) yang tidak mengandung resiko. Kondisi yang terjadi di antaranya:.Penyelesaian pekerjaan selalu tidak tepat waktu.
.Pembelian material seperti di arahkan oleh oknum dinas terkait.Yang terjadi pelaksana di lapangan merasa tertekan dengan kondisi tersebut. Dan memnbuat ketidaknyaman bagi KSM.Yang paling mencolok pada saat ini pembelian tutup MENHOLE IPAL di beli lansung oleh PPK Hardoni ke pulau Jawa,padahal kami selaku KSM tahu bahwa tutup MENHOLE IPAL barang pabrikan, dan kamipun bisa membelinya sesuai "JUKNIS",ada apa tu PPK Dinas PU Perkim.Atau mungkin sengaja tuk mendapatkan komisi yang lebih besar, patut di pertanyakan Publik,semua itu disampaikan salah seorang anggota kelompok KSM  penerima " SANIMAS " 2018 yang minta tidak menyebutkan namanya. 

Disisi pengawasan Ada indikasi keberpihakan untuk menduduk-kan Fasilitator yang kami duga kurang tepat, dalam artian tidak ikut verifikasi namun dengan cara lain di lakukan sehingga bisa dilegalkannya.Juga  menimbulkan polemik dibidangnya. Imbuhnya lagi

Informasi lain dan hasil investigasi  yang kita rangkum adanya pekerjaan 2017 yang belum selesai namun di resmikan oleh pemerintah daerah.ada apa hal seperti itu terjadi, (Sanimas Agam Timur) Red.  

Ketika di konfirmasi  wartawan kepada Kabid Kawasan pemukiman Hardoni ST diruang kerjanya Kamis  yang lalu,  sekitar jam 11:58 wib lalu, Hardoni terkesan gugup untuk menjawab pertanyaan dan mengatakan semua pekerjaan telah susuai dengan ketentuannya, dan jika terjadi keterlambatan akan di berikan sangsi tegas sesuai dengan aturannya. 

Diruang yang sama juga di sampai oleh wakil koordinator Surisno bahwa ia hanya sebagai administrasi tentang kondisi pekerjaan di lapangan dia tidak mengetahuinya, karena saya tidak pernah turun ke lapangan. 
Dengan kondisi Pamsimas tersebut ketua Dpw Lsm Garuda RI Sumbar  BJ Rahmad angkat bicara dan mengatakan permainan para oknum di Dinas Perkim untuk mencari penghasilan lebih telah menjadi Rahasia umum, saat ini kita menunggu berakhirnya tahun angagaran 2018.Kalau hal seperti ini di biarkan akan terjadi Kotak-kotak di Dinas tersebut. Ucapnya. 

Lebih lanjutnya, Dpw Garuda RI Sumbar, akan surati Bupati Agam agar dilakukan pembenahan (Mutasi) dan juga diminta jajaran penegak hukum Agam melakukan penyelidikan terhadap Proyek  Pamsimas yang di duga ada mengandung memperkaya diri sendiri melalui kebijakan-kebijakan. Pungkasnya.(jr)


Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.