Header Ads

jasa

Mengikuti Orientasi Surveilans Gizi Sekaligus Jadi Narasumber

Catatan Ferawati SGz

Ferawati SGz mempresentasikan Implementasi Surveilans Gizi melalui e-ppgbm 


PENGANTAR EDITOR
KESUNGGUHAN Ferawati SGz – Pengelola Gizi pada Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman – dalam menekuni tugasnya ternyata berbuah manis. Ia mendapat  undangan secara khusus dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai narasumber dalam Kegiatan Pertemuan “Orientasi Surveilans Gizi melalui e-ppgbm” di Hotel Salak the Heritage Bogor,  25 Agustus 2018.

PENDAHULUAN
Pemantauan pertumbuhan balita (anak berusia di bawah lima tahun – ed) merupakan bagian dari standar pelayanan minimalyang harus dilakukan di daerah. Status gizi masyarakat pada umumnya menjadi kebutuhan data di daerah untuk mengetahui seberapa besar masalah gizi yang ada di wilayahnya sebagai dasar perencanaan kegiatan dan evaluasi kinerja serta intervensi apa yang akan dilakukan para pemangku kepentingan.

Mengingat pentingnya data tersebut, dibutuhkan sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat dan menggambarkan tiap individu. Sistem informasi gizi terpadu (Sigizi Terpadu) merupakan bagian besar dari sistem yang digunakan untuk mencatat dan melaporkan data gizi, baik data sasaran tiap individu, status gizi, cakupan kinerja maupun data pemberian makanan tambahan (PMT) yang bersumber dari APBN maupun dari APBD.

Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau yang disebut e-ppgbm merupakan bagian dari Sigizi Terpadu yang dapat digunakan untuk mencatat data sasaran individu dan penimbangan atau pengukurannya yang dapat memberikan feedback secara langsung status gizi sasaran tersebut.

Ferawati SGz memaparkan secara detail implementasi e-ppngm 

Tujuan dari e-ppgbm adalah untuk memperoleh informasi status gizi individu, baik balita maupun ibu hamil, secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan untuk penyusunan perencanaan dan perumusan kebijakan gizi. Aplikasi e-PPGBM mancakup data sebagai berikut :

1. Identitasi sasaran individu;
2. Pengukuran yang meliputi penimbangan, tinggi badan dan LiLA;
3. Kinerja individu baik ASI eksklusif, vitamin A, tablet tambah darah serta PMT.

Manfaat dari e-ppgbm antara lain:

1. Memperoleh data sasaran individu;
2. Mengetahui status gizi individu secara cepat dan akurat;
3. Mengetahui secara cepat balita gizi buruk yang harus dirujuk atau dilakukan intervensi.

Penulis menggunakan 3 pendekatan dalam implemetansi e-ppgbm ini, yaitu Assestmen, Analysis, Action.

Orientasi Survailans Gizi melalui e-ppgbm 2018 yang berlangsung di Hotel Salak the Heritage Bogor Jawa Barat, 2 – 5 Agustus 2018, membahas tentang orientasi surveilans gizi melalui kegiatan surveilans gizi saat ini dan ke depan akan diperkuat dengan sistem pencatatan dan pelaporan berbasis teknologi informasi.

Hal ini diharapkan dapat membantu penanggungjawab program gizi, baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun puskesmas. Bahkan kader posyandu pun dapat merespons masalah gizi yang ada di wilayahnya melalui intervensi yang tepat berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan dari surveilans gizi.

Penandatanganan MoU

Orientasi Survailans Gizi melalui e-ppgbm 2018 ini diselenggarakan oleh Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI.Orientasi ini menghadirkan seluruh pimpinan Dinas Kesehatan Provinsi (34 Provinsi), seluruh pimpinan Politeknik Kesehatan Kemenkes serta utusan Universitas / Perguruan Tinggi Kesehatan seluruh Indonesia serta lintas program terkait di lingkungan Kemenkes.

Saya (penulis – ed) bisa hadir di pertemuan ini atas undangan Direktur Gizi Masyarakat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Ditjen Kesmas) Kemenkes RI dengan nomor surat GM.02.05/2/269/2018 sebagai narasumber. Pertemuan ini berlangsung selama 4 hari.

Hari pertama, Kamis 2 Agustus 2018
1.   Orientasi Pembahasan Mekanisme Pelaksanaan Survailans Gizi di tingkat Provinsi, Kabupaten / Kota dan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat – ed) – laporan Ketua Panitia oleh Direktur Gizi Masyarakat Ir Doddy Izwardy MA;
2.   Penandatanganan MoU (nota kesepakatan) antara Dirjen Kesmas dan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB);
3.   Penandatangan SKPO (?) antara Direktur Gizi Masyarakat dan Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) serta Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta);
4.   Pembukaan kegiatan secara resmi oleh Dirjen Kesmas dr Kirana Pritasari MQIH, Kamis malam, lalu dilanjutkan dengan presentasi Rektor IPB.

Hari kedua, Jumat 3 Agustus 2018
1.   Kebijakan Pelaksanaan SurveilansGizi melalui e-ppgbm oleh Direktur Gizi Masyarakat;  
2.   Transformasi Survey PSG ke Data Rutin melalui Sigizi Terpadu oleh  Kasubdit Kewaspadaan Gizi;  
3.   Input Data Penerima PMT (contoh masing-masing provinsi) pada Modul e-ppgbm dan konsumsi peserta;  
4.   Input Data Tim Penerima Barang PMT pada Modul Distribusi PMT peserta;  
5.   Input Data Laporan Rutin Triwulan 1dan 2 masing-masing provinsi peserta;

Selanjutnya, Panel :
- Implementasi Surveilans Gizi melalui e-ppgbm di Provinsi Sumatera Barat oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr Hj Merry Yuliesday MARS

Kepala Dinkes Provinsi Sumbar dr Hj Merry Yuliesday MARS memaparkan - Implementasi Surveilans Gizi melalui e-ppgbm di tingkat provinsi

- Implementasi Surveilans Gizi melalui e-ppgbm di Kabupaten Padang Pariaman oleh Pengelola Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Ferawati SGz;

- Implementasi Surveilans Gizi melalui e-ppgbm di Puskesmas dalam Kabupaten Padang Pariaman oleh Yenizar Dwi Putri, SGz (Puskesmas Pauh Kambar) yang saya tunjuk untuk mewakili TPG (Tim Pengelola Gizi) Puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman.

Para peserta tampak serius menyimak presentasi Ferawati SGz 

Sabtu, 4 Agustus 2018
1.           Implementasi Surveilans Gizi Kasubdit PMKG;
2.           Penjelasan Desk Revisi Anggaran Kasi Surveilans Gizi;
3.           Desk Revisi Anggaran Peserta;
4.           Lanjutan Desk Revisi Anggaran Peserta;
5.           Pleno Hasil Desk Revisi Anggaran Peserta;

Minggu, 5 Agustus 2018
1.           Rencana Tindaklanjut Surveilans Gizi di Provinsi oleh Kasi Ketahanan Gizi;
2.           Kesepakatan dan Rencana Tindaklanjut oleh Kasubdit Kewaspadaan Gizi.

KEHADIRAN saya sebagai narasumber dalam Kegiatan Pertemuan “Orientasi Surveilans Gizi melalui e-ppgbm” di Hotel Salak the Heritage Bogor  atas penunjukan langsung oleh Direkotrat Gizi Masyarakat Kemenkes RI untuk memaparkan keberhasilan Padang Pariaman dalam menerapkan aplikasi e ppgbm. Pada kesempatan ini saya juga menunjuk satu pengelola gizi puskesmas untuk mewakili 25 puskesmas yang ada di Kabupaten Padang Pariaman yang telah menerapkan aplikasi e-ppgbm ini.

Saya diberikan jadwal pemaparan pada hari ke-2 setelah shalat maghrib pukul 19.00-22.00 WIB secara panel, dimulai dari paparan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.

Utusan Dinkes provinsi lain belajar e-ppgbm kepada Ferawati SGz

 Pada saat pemaparan, hampir semua peserta mengungkapkan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Padang Pariaman dalam implementasi surveilans gizi melalui  e-ppgbm Antara lain dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Kasubdit Kewaspadaan Pangan ikut juga menanggapi.

Mereka menyatakan senang dengan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman yang sangat care dan memberi respon cepat terhadap program gizi dari Kemenkes RI serta mempunyai komitmen yang kuat dan tinggi dari semua unsur baik pemangku kebijakan, serta pelaksana program dan koordinasi yang baik dengan lintas program dan lintas sektor.

Alhamdulillah... kesempatan untuk jadi narasumber ini sungguh di luar
dugaan
saya, kejutan terindah dari Allah Yang Mahakuasa. Hal ini tak terlepas  dari dukungan dan arahan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dr H Aspinuddin, Kepala Bidang Kesmas Zairil SKM MKes bersama Kepala Seksi Kesehatan Keluarga (Kesga) Gizi Eva Trisna Murni (Orin) SKM yang selalu memotivasi agar setiap program mempunyai inovasi masing-masing dalam mencapai target, khususnya program gizi dalam penurunan dan pencegahan masalah stunting pada balita.

Begitu pula dukungan dan kerjasama yang luar biasa dari seluruh Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas dan dukungan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman yang sangat antusias dalam penerapan aplikasi e-ppgbm ini. 


Ferawati bersama Kasubdit Kewaspadaan Pangan Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes RI, Kepala Dinkes Provinsi Sumbar, Poltekkes Kemenkes Padang, pengelola Gizi Dinkes Provinsi dan Pengelola Gizi Puskesmas Pauh Kambar

Dukungan yang besar juga saya peroleh dari Bupati Drs H Ali Mukhni, Wakil Bupati Suhatri Bur SE MM dan Sekdakab H Jonpriadi SE MM yang selalu menginstruksikan kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD), bahwasanya kita ini adalah pelayan masyarakat yang setiap waktu harus selalu memberikan pelayanan terbaik dengan meningkatkan disiplin dan kinerja serta berupaya mencitpakan program-program inovatif demi memuwjudkan Padang Pariaman yang mandiri, sehat , bergizi serta memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang cerdas.


Selain itu juga tak terlepas dari dukungan keluarga besar; orang-orang yang jadi inspirasi dan motivasi dalam hidup saya. Mereka adalah Umi (Ibu) tercinta, kakakku Hendri Tanjung, adik bungsuku Riko Saputra Tanjung, suami dan putri kecilku tersayang; dorongan mereka ikut mengantar saya hingga sampai ke tahap ini, keluarga ini yang selalu memberikan motivasi agar diri ini senantiasa berbuat yang terbaik untuk diri, keluarga dan masyarakat.

***

Ini berita Humas Kemenkes RI

DINAS Kesehatan (Dinkes)  Kabupaten Padang Pariaman mendapat apresiasi yang luar biasa oleh Kemenkes RI dan seluruh peserta pertemuan “Orientasi Surveilans Gizi Melalui aplikasi e-ppgbm”. Apresiasi ini terkait dengan presentasi Pengelola Gizi Dinkes Kabupaten Padang Pariaman Ferawati SGz yang diundang Kemenkes RI menjadi narasumber  pada pertemuan yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Hotel Salak Heritage Bogor, 2 5 Agustus 2018.

Hal ini dikarenakan Dinkes Provinsi di seluruh Indonesia yang telah sama-sama diberikan sosialisasi dan orientasi oleh Kemenkes tahun lalu, baru Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, yang telah mampu melaksanakan implementasi surveilans gizi melalui aplikasi e-pgbm secara menyeluruh di setiap puskesmas dan telah melakukan input data hasil penimbangan posyandu dan penimbangan massal.

Surat edaran Kemenkes RI 

Keberhasilan melaksanakan implementasi surveilans gizi melalui aplikasi e-pgbm ini dilakukan oleh Pengelola Gizi Dinkes Padang Pariaman, Ferawati SGz – lulusan IPB tahun 2016 plus jebolan Tubel PPSDM Kemenkes – dengan niat dan keinginan agar semua puskesmas dapat merasakan manfaat dari aplikasi e-ppgbm ini  dengan wilayah binaan puskesmas terbanyak di kabupaten / kota dalam Provinsi Sumatera Barat.

Peserta pertemuan yang diadakan oleh Kemenkes RI ini adalah Dinkes Provinsi dan Poltekkes Kemenkes seluruh Indonesia. Melalui Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI mereka menyampaikan ucapan terimakasih atas respons cepat, proaktif dan action Pengelola Gizi Dinkes Kabupaten Padang Pariaman – Ferawati SGz – yang telah terlebih menerapkan dan mengembangkan ke dalam bentuk program-program inovatif sehingga dapat memaparkan implementasi surveilans gizi melalui e ppgbm ini dengan pendekatan 3 A (Asessment, Analisis dan Action) yang telah mulai dia aplikasikan sejak juli 2017 lalu.

Yenizar Dwi Putri dan Ferawati bersama Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes dan Utusan Dinkes Provinsi Kalimantan Tengah

Pada kesempatan itu pula Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI Ir Dody Izwardy MA menyampaikan harapan yang besar kepada seluruh dinkes provinsi agar termotivasi terhadap apa yang telah dilakukan Pengelola Gizi Dinkes Padang Pariamanhingga bisa sampai tahap ini.  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi juga ikut mendampingi serta menyampaikan paparan tentang membuat sebuah komitmen yang kuat untuk setiap pelaksanaan program, agar hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan dan tujuan.

Usaha yang dilakukan oleh Pengelola Gizi Dinkes Padang Pariaman hingga membawanya ke acara besar yang diadakan oleh Kemenkes RI ini juga mendapat apresiasi dari sejumlah Dinkes Provinsi serta Poltekkes Kemenkes seluruh Indonesia. Di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Ferawati SGz sebagai pengelola e-ppgbm sekaligus pengelola gizi.

Walaupun baru bertugas di Dinkes Padang Pariaman selama 1.5 tahunFerawati sudah  mampu menerapkan serta mengimplemetasikan survailans gizi ini melalui e-ppgbm hingga tingkat puskesmas dan posyandu serta telah mampu melakukan advokasi ke lintas sektor dan lintas program.
Pada sela-sela pertemuan itu, utusan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara belajar aplikasi e-ppgbm kepada Ferawati SGz atas keberhasilan pengelolaan e-ppgbm  Padang Pariaman hingga mampu ke tahap ini. Di lain pihak di Provinsi Sumbar sendiri, Ferawati diminta oleh Dinkes Kabupaten / Kota lainnya untuk membagikan pengalamannya hingga dapat menerapkan aplikasi e-ppgbm  ini pada seluruh puskesmas dan melakukan advokasi dengan lintas sektor.

Aplikasi e-ppgbm ini bisa menghasilkan data pemetaan status gizi anak secara indivividual dan capaian kinerja program yang terintegrasi dengan aplikasi KS, dapat digunakan sebagai data dasar dalam perencanaan program dan intervensi yang tepat sasaran. 

*** 

editor Zakirman Tanjung, email: tzakirman@gmail.com 

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.