Header Ads

jasa

Kata Kapolres : Penggunaan Medsos secara Negative Bisa Ganggu Stabilitas Masyarakat



Pariaman kota,canangnews ---– Pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman yang di helat 27 Juni mendatang suasana nya mulai menghangat dan tidak saja di palanta lapau di media sosialpun menjadi  perbincangan dikalangan orang pariman yang berada di berbagai daerah belahan  bumi indonesia ini  maka  Kapolres Pariaman kota  AKPB Bagus Suropratomo Oktobrianto, S.Ik menyebutkan, dari monitoring yang dilakukan Polres Pariaman Pilkada Kota Pariaman berlangsung dengan aman dan lancar. Namun sesuai dengan kategori rawan tiga dari sisi penggunaan media sosial seperti yang dirilis Mabes Polri juga ditemukan hal yang mengarah pada provokasi.
“Meskipun demikian, hal tersebut perlu diantisipasi untuk menghindari terprovokasinya masyarakat lainnya, sebisa mungkin Polres Pariaman melakukan langkah pencegahan. Tarkait dengan persoalan SARA, Polres belum mendeteksi hal tersebut dan terus melakukan penggalangan dengan tokoh lintas agama kota Pariaman”, ujarnya.
Kapolres mengatakan, ujaran kebencian, politisasi SARA, Hoax menjadi ancaman bagi stabilitas keamananan pada Pilkada. Tidak hanya merusak iklin demokrasi dan menggangu stabilitas keamanan, dampak bagi pelaku tindakan yang tergolong pada cyber crime itu jelas sanksi pidana.
“Seiring perkembangan teknologi informasi dan masifnya penggunaan media sosial, penggunaan media sosial secara negative menimbulkan gangguan stabilitas masyarakat. Penyeberan ujaran kebencian, hoax dan politisasi SARA pada Pilkada terlihat jelas pada Pilgub DKI Jakarta dan isu tersebut bisa berkembang pada pilkada didaerah lainnya”, ucapnya.
Saat ini, Mabes Polri telah mengungkap adanya kelompok yang sengaja menyebarkan Hoax, ujaran kebencian, terakhir adalah kelompok MCA yang diamankan pada Senin 26 Februari 2018 yang lalu. Pengungkapan itu membuka fakta bahwa ada bisnis yang menguntungkan pada penyebaran Hoax tersebut. Hal ini akan dikuatirkan akan dijadikan peluang bagi tim mengganggu kamtibmas.

AKBP Bagus menjelaskan, saat ini Mabes Polri telah membentuk Satgas Nusantara untuk melakukan stabilitasi kamtibmas selama pelaksanaan Pilkada 2018, pemilu dan pilres tahun 2019. Salah satu yang menjadi fokus dari Satgas tersebut adalah memonitoring penggunaan media sosial untuk hal yang mengarah ujaran kebencian, politisasi SARA, provokasi dan fitnah.(*)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Maliketh. Diberdayakan oleh Blogger.