Header Ads

jasa

Menteri PANRB RI Apresiasi Inovasi Pelayanan Publik Pemkab Padang Pariaman

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Dr H Asman Abnur SE MSi

UNTUK pertama kali sejak masuk Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, 27 Juli 2016, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dr H Asman Abnur SE MSi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Jumat 28 April 2017. Kunjungan bertajuk Silaturrahim dan Audiensi itu dia awali pada Kantor Bupati yang berlokasi di Paritmalintang. 

Kedatangan pria kelahiran Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, 2 Februari 1961, itu mendapat sambutan secara adat dengan suguhan sirih dalam carano yang disuguhkan Kelompok Tari Pasambahan. Selanjutnya, dengan dipandu Bupati Ali Mukhni dan Wakil Bupati Suhatri Bur, Menteri Asman yang didampingi Staf Ali Muhammad Shadiq Pasadigue serta Wakil Gubernur Nasrul Abid dan Kapolda Sumbar Brigjen Pol Drs Fakhrizal MHum memasuki aula kantor bupati. 

Asman memulai pemaparannya di depan para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Padang Pariaman dengan menceritakan sekilas latar belakang masa lalunya. Dalam aula itu pun tampak hadir antara lain Ketua DPRD H Faisal Arifin beserta sejumlah anggota. 

Menamatkan Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Tanjung Pinang (1979), Asman melanjutkan pendidikan ke Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang (1983). Setelah itu, dia ikut tes untuk menjadi karyawan Bank Indonesia dan lulus. Namun, sewaktu hendak berangkat ke Jakarta untuk mulai bekerja, ayahnya tidak mengizinkan. 

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni

“Kamu kalau jadi pegawai tidak bakal kaya. Jika kamu nekat juga, jangan urus lagi keluarga,” ujar Asman mengutip ancaman ayahnya, H Aburuddin Hamzah. Alhasil, Asman pun bekerja pada ayahnya, seorang pedagang emas di Tanjung Pinang dan Batam. 

Tak hanya jadi pekerja, ulasnya, Asman pun meminta kekuasaan pada sang ayah untuk memimpin usaha keluarga. Mulanya, si ayah keberatan, namun ibunya – Hajjah Nurcahya – memberi dukungan dengan meledek si suami, “Suruh jugalah anakmu jadi pedagang....” 

Berbekal amanah dari ayahnya, Asman kemudian mengembangkan berbagai macam jenis usaha, di antaranya beberapa unit SPBU, sejumlah restoran, apotek, pusat kebugaran, Bank Perkreditan Rakyat Konvensional & Syariah serta money changer. 

Karena aktif di dunia usaha, ia pernah memegang berbagai posisi penting, di antaranya Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dan Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Batam. Aktivitas bisnisnya pun merentang antara Batam, Singapura dan Jakarta. 

Sampai di sini, kata Asman, ia telah menjadi orang kaya. Namun, kalau hanya hidup untuk keluarga belum bisa disebut kaya. Setelah melanjutkan kuliah di Universitas Eka Sakti, Padang, Asman memperoleh gelar Sarjana Ekonomi tahun 1990, ia pun giat berorganisasi sebagai aplikasi pengabdian kepada masyarakat. 

Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman Aspinuddin

Dengan menceritakan latar-belakang hidupnya, Asman mengajak seluruh ASN untuk bekerja sepenuh hati dengan mengembangkan inovasi dan kreativitas untuk kepentingan masyarakat. “Untuk apa datang ke kantor kalau hanya sekadar mengisi absensi elektronik?” 

ASN, ujar Asman, bertanggungjawab penuh terhadap maju atau tidaknya negara ini. “Presiden, menteri, gubernur dan bupati memiliki periodesasi masa jabatan, sedangkan ASN akan terus bertugas hingga batas usia pensiun.” 

Menanggapi pemaparan Bupati Ali Mukhni sebelumnya – yang dilanjutkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr H Aspinuddin dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Muhammad Fadhly S AP MM – Asman Abnur menyatakan apresiasinya. 

Ia mengemukakan, inovasi yang telah dan terus dikembangkan oleh Dinkes dan Disdukcapil selayaknya dicontoh oleh OPD-OPD lain sesuai bidang tugas masing-masing. Bahkan, secara umum, kinerja dan capaian Pemkab Padang Pariaman patut ditiru oleh pemkab / pemko lain. 

Menurutnya, dalam bekerja, ASN hendaknya mencontoh cara kerja para pengusaha dan karyawan swasta. “Saya pernah mengunjungi suatu perusahaan elektronik dengan 40 ribu karyawan di Gorontalo, saya pun tercengang karena tidak melihat seorang karyawan pun berkeliaran,” cetus Magister dan Doktor lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini. 

Asman Abnur lulus dari S-2 Magister Manajemen Unair tahun 2004. Di tengah kesibukannya sebagai menteri, Asman pun menjalani studi doktoral pada prodi Ilmu Ekonomi Islam, Unair dan melaksanakan sidang ujian doktor terbuka, Senin (27/2/2017). 

Menteri Asman foto bersama dengan latar hastag Disdukcapil

Sidang ujian disertasi Asman berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus C Unair. Dalam disertasinya, Asman mengangkat tema berjudul Pengaruh Belanja Modal Pemerintah dan Investasi Swasta terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Tenaga Kerja Terserap serta Kesejahteraan Rakyat di Kabupaten / Kota Provinsi Kepulauan Riau dalam Perspektif Islam. 

Saat ini lanjut dia, Indonesia memiliki  4.475.997 ASN atau setara dengan penduduk Negara Singapura. Namun, dari jumlah itu, hanya 10 persen saja yang berlatar pendidikan teknis, 10,51% pejabat struktural, 10% guru, 4,34% tenaga kesehatan dan 64% tenaga administrasi dengan jabatatan fungsional umum. 

Dinkes: Papa Tangkas Gada 

Sebelumnya, Bupati Ali Mukhni dalam pengantar laporannya menggambarkan kinerja birokrasi Pemkab secara umum. Setelah itu, ia meminta Kepala Dinkes dan Kepala Disdukcapil memaparkan kinerja masing-masing secara khusus. 

Kepala Dinkes Aspinuddin menyebutkan, setelah ia dilantik langsung melakukan pendataan bersama jajarannya ke lapangan. Alhasil, ditemukan berbagai jenis penyakit  yang diderita masyarakat. “Dengan dorongan Pak Bupati Ali Mukhni dan dukungan seluruh pemkab serta tokoh-tokoh masyarakat, kami membuat Program Padang Pariaman (Papa) Sehat yang mulai diluncurkan bulan Juni 2014,” ujarnya. 

Program ini, kata dia, mendapat perhatian Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tak ayal, Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek SPM (K) pun berkunjung ke Padang Pariaman. “Beliau pun mencanangkan Program Papa Sehat di ruangan ini juga, Februari 2015,” jelas Aspinuddin. 

Konsep Papa Sehat, sebut dia, antara lain berupa kunjungan bidan desa ke rumah-rumah masyarakat setiap hari, dijadikan Menkes sebagai model atau contoh secara nasional. Tidak sekadar berkunjung, bidan pun menanyakan keluhan penyakit kepada masyarakat. Jika ada, langsung melakukan penanganan medis. Kalau tidak memungkinkan, dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit. Kalau warga itu miskin, difasilitasi biayanya melalui Badan Amil Zakat Kabupaten. 

Menteri Asman meninjau ruang pelayanan Disdukcapil

“Dengan program ini, Alhamdulillah... angka kematian ibu melahirkan dan angka kesakitan masyarakat menurun secara drastis mulai tahun 2015 hingga sekarang,” kata Aspinuddin. 

Selanjutnya, Dinkes menerapkan aplikasi pendaftaran secara online bagi masyarakat yang hendak berobat ke puskesmas. Dengan demikian, masyarakat cukup mendaftar dari rumah melalui ponsel dan tidak perlu antri menunggu. “Aplikasi ini memungkinkan Pak Bupati dan kami bisa memantau perkembangan layanan di semua puskesmas guna mencarikan solusi jika ada permasalahan,” ujarnya pula. 

Terakhir, urai Aspinuddin, pihaknya sedang membuat Program Padang Pariaman Tanggap Kasus Gawat-Darurat (Papa Tangkas Gada) 119. Program ini sekaligus terkoneksi dengan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Kepolisian.  Tujuannya sebagai upaya mencegah kematian atau keadaan yang lebih buruk akibat keterlambatan penanganan. 

“Dengan program / aplikasi ini kami akan memberikan pelayanan super cepat terhadap masyarakat yang mengalami kasus-kasus gawat-darurat. Saat ini kami sedang menyiapkan sarana-prasarana dan tenaga yang dibutuhkan seperti dokter spesialis berbagai penyakit yang stand by 24 jam,” jelas Aspinuddin. 

Disdukcapil: Pedang Saber 

Bagi Disdukcapil, masyarakat laksana raja. Sedangkan aparatur adalah pelayan. Oleh karena itu, upaya penyempurnaan pelayanan dokumen  administrasi kependudukan (adminduk) terus dilakukan dinas itu dengan berbagai inovasi, baik dalam hal sarana maupun sumber daya aparatur. 

Menteri Asman menerima batu pertama dari Bupati Ali Mukhni untuk pembangunan jembatan

Demikian pemaparan Kepala Disdukcapil Muhammad Fadhly dalam Forum Silaturrahim dan Audiensi dengan Menteri PAN RB Asman Abnur. Menurut dia, inovasi terbaru yang mereka laksanakan adalah Program Pedang Saber (Petugas Datang, Semua Administrasi Beres). 

“Dengan program ini kami memberikan layanan adminduk hingga ke pelosok-pelosok kampung, khususnya kawasan-kawasan yang jauh dari pusat layanan Disdukcapil yang masih berkantor di Kota Pariaman.  Selain itu, kami juga membuka week end service pada hari Sabtu,” ujarnya. 

Layanan pun diupayakan super cepat dengan slogan #Salam 10 Menit. “Bagi kantor-kantor walinagari yang sudah terhubung dengan akses internet, masyarakat yang membutuhkan layanan adminduk cukup datang ke kantor walinagari setempat,” papar anak muda asal Kabupaten Limapuluh Kota yang sudah tujuh tahun mengepalai Disdukcapil ini. 

Setelah dokumen adminduk selesai, masyarakat pun tak perlu pula datang menjemput. “Cukup menunggu di rumah, kami akan mengirimkan melalui jasa pos secara gratis dan dalam waktu sesuai standar operasional pelayanan. Setiap tahun kami mengirim dokumen adminduk ke lebih dari 15 ribu alamat,” katanya lagi. 

Guna melengkapi pemaparannya, Fadhly menayangkan video Pedang Saber pada layar monitor. Video  berdurasi sekitar 15 menit itu mengambarkan pelayanan adminduk mulai dari kegiatan administrasi di kantor hingga menjangkau pelosok-pelosok kampung. “Ini merupakan wujud pelayanan yang membahagiakan masyarakat,” tutur Bupati Ali Mukhni yang muncul beberapa detik dalam video itu. 

Menteri Asman ketika hendak melewati jembatan gantung

Pulkam dan Taktuma Jembatan 

Usai bersilaturrahmi dan audiensi, Menteri Asman Abnur beserta rombongan dan didampingi bupati bertolak ke Kecamatan Padang Sago untuk pulang ke kampung (pulkam) kelahirannya serta melakukan peletakan batu pertama (taktuma) pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Batang Mangue. Saat ini sarana penyeberangan yang menghubungkan Padang Sago dengan Kecamatan VII Koto itu hanya berupa rajang atau jembatan gantung. 

Entah karena baru pertama kali pulkam semenjak jadi menteri, kedatangan Asman disambut secara meriah oleh ribuan masyarakat. Tak pelak, banyak yang mengajaknya foto bersama dengan kamera telepon seluler, bahkan ada yang mengabadikan dengan kamera video. (Pariwara Bagian Humas dan Protokoler

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh Leontura. Diberdayakan oleh Blogger.