Dukung TMMD, DPPKB Rencanakan Sergap Kakab di Nagari Salibutan

Kurai Taji, CanangNews - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Padang Pariaman dr H Aspinuddin mengemukakan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dia pimpin kembali memfasilitasi pelaksanaan Program Inovasi Serentak Menggarap Kampung Keluarga Berkualitas (Sergap Kakab). Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kampung KB Nyarai Indah Kencana, Korong Gamaran, sebagai upaya mendukung TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa) di Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuak Aluang.

Informasi itu dikemukakan Dokter Jimmi (sapaan Aspinuddin) dalam arahan nya sewaktu memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN)  DPPKB Padang Pariaman, Kamis (11/2/2021). 

Oleh karena itu, ia mengingatkan ASN DPPKB agar dapat berperan aktif melaksanakan Program Inovasi Sergap Kakab ini. "Mari kita selalu meningkatkan kedisiplinan walaupun di tengah pandemi covid-19 agar mampu meningkatkan capaian program bangga kencana," pinta dia.


Ketika dihubungi via telepon, Kamis siang, Dokter Jimmi menambahkan, Program Inovasi Sergap Kakab di Kampung KB Nyarai Indah Kencana ini dijadwalkan bersamaan dengan TMMD mulai 8 Maret 2021 mendatang. 

"Sebelum pelaksanaan, Tim DPPKB melakukan survei lokasi untuk menginventarisasi permasalahan di Korong Gamaran. Setelah itu, Koordinator PLKB Lubuak Aluang mempresentasikan hasil survei. Kemudian kami informasikan kepada OPD-OPD terkait guna melakukan intervensi program," katanya lagi. 

Sebagaimana sergap kakab - sergap kakab sebelumnya, lanjut Jimmi, sejumlah OPD melaksanakan program intervensi guna menuntaskan permasalahan sesuai hasil inventarisasi Tim DPPKB. Hal itu dilaksanakan selama dua minggu menjelang peresmian / launching yang dperkirakan setelah tanggal 20 Maret 2021. 

"OPD yang akan kami minta keterlibatannya selain DPPKB di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perikanan serta Badan Amil Zakat dan Kantor Kementerian Agama," kata Dokter Jimmi. (Nur Octavia Syamsul / ZT)

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama