AGAM, -SMA Negeri 1 Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menerapkan sistim ganjil genap bagi pelajar untuk melangsungkan proses pembelajaran tatap muka. Hal tersebut bertujuan mengantisipasi pandemi Covid-19 di sekolah itu.

"Proses belajar mengajar (PBM) di sekolah dengan menerapkan sistim ganjil genap ini berpedoman pada surat edaran gubernur dan bupati. Disitu dijelaskan, pelaksanaan belajar tatap muka dengan standar protokol kesehatan pananganan Covid-19," ungkap Kepala SMA 1 Banuhampu, Drs Aris Supardi, di ruang kerjanya.

Dikatakan, dalam menghadapi tahun pelajaran baru semester 2 pada periode ini berbeda dengan tahun lalu, sehubung dengan adanya pandemi Covid-19 yang belum usai, proses pembelajaran agak berbeda. Di tahun 2021 yang mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri bahwasanya pembelajaran dilakukan dengan dua metode, pelajaran daring dan pelajaran dengan murid.

"Sesuai dengan pembelajaran 2020/2021 semester genap telah dimulai pada 4 januari 2021, khusus untuk SMA 1Banuhampu proses belajar berpedoman kepada Surat Edaran Gubernur Sumbar dan Bupati Agam yang mana dalam surat edaran bupati itu sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA  di Agam diperbolehkan melaksanakan tatap muka dengan standar Covid-19," ujarnya.

Dijelaskan, di SMA 1 Banuhampu, setiap kelas maksimal 18 orang, dengan sistim ganjil genap, bagi siswa yang hadir disekolah itu bergantian dalam proses belajarnya sampai turunnya surat edaran berikut untuk membolehkan proses belajar tatap muka seperti biasa.

"Pada 5 januari kemarin, kami kedatangan tim monitoring diantaranya, seperti tim Puskesmas Banuhampu, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Agam, serta Kepala Cabang Dinas Wilayah 1 Sumbar," ujarnya lagi.

Lebih lanjut dikatakan, monitoring itu mengajukan bahwa pembelajaran tatap muka (face to face) harus berpedoman kepada SK Menteri dam SK Gubernur dan Surat edaran Bupati, menganjurkan  kepada siswa dan guru untuk mematuhi protokol kesehatan yang wajib dijalankan.

"Kami berharap, semoga dalam waktu dekat persoalan dan permasalahan itu bisa selesai dan pembelajaran tatap muka kembali seperti sedia kala tanpa ada pembatasan," ulasnya.(Nas)