Oleh: Velly Syafriani, S.Pd,  (Guru IPA SMP N 47 Sijunjung)


Saat ini pekerjaan menjadi seorang guru bukan lagi merupakan sebuah profesi yang monoton. Tidak sama dengan beberapa tahun lalu. Dimana, karier seorang guru hanya sebatas ruang kelas. Melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Tidak banyak hal yang dapat dilakukan seorang guru. Sehingga kebanyakan guru tidak berusaha mengasah dan mengembangkan kemampuan dirinya agar lebih maju.

Sekarang pengembangan karier guru berubah menjadi lebih beragam. Ada banyak hal relevan lain yang dapat dilakukan oleh seorang guru guna pengembangan kariernya. Salah satu yang sedang tren adalah menjadi guru penulis. 

Menulis adalah kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dari profesi seorang guru. Berangkat dari hal yang paling sederhana, guru terbiasa menulis rencana pembelajaran yang akan dilakukan, atau menulis bahan ajar dan lembar kerja yang akan digunakan peserta didik. Berbekal kemampuan tersebut, dan diiringi dengan menambah pengetahuan tentang kepenulisan, seorang guru memiliki peluang untuk bisa membuat buku pelajaran sendiri. Sebuah buku pelajaran yang ditulis langsung oleh seorang guru, yang notabene adalah pemakai buku tersebut sehari-hari, tentu akan jauh lebih efektif, karena guru akan lebih paham tentang penyajian materi yang membuat peserta didik mudah memahaminya. Tidak hanya buku pelajaran, seorang guru pun berpeluang menulis buku umum. Pengalaman mengajar peserta didik dengan beragam sikap dan karakter, bisa menjadi inspirasi bagi seorang guru untuk membuat sebuah buku. Berbagai macam ide dan trik guru dalam menyampaikan pembelajaran di kelas juga bisa dibukukan. Tinggal lagi mengemasnya dalam bahasa yang menarik dan sesuai kaidah penulisan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga seorang guru mampu menulis sebuah kisah fiksi yang dituangkan dalam sebuah novel yang akan memperkaya bahan literasi bagi peserta didik. Dan jika tulisan yang dibuat berkualitas, bisa saja seorang guru menghasilkan sebuah karya best seller yang dapat disejajarkan dengan penulis terkenal sekelas Asma Nadia atau Habiburrahman El Shirazy. 

Selain buku, guru juga bisa menulis opini. Guru dapat menulis opini tentang berbagai hal terkait dunia pendidikan, atau hal lain seperti masalah sosial dan budaya yang dianalisis dari sudut pandang seorang guru. Opini yang ditulis bisa dikirimkan ke berbagai media cetak maupun online. Menjadi guru penulis adalah karier yang menjanjikan karena guru akan dihargai dengan royalti.

Selain guru penulis, karier lain yang dapat dikembangkan oleh seorang guru yang sesuai dengan perkembangan zaman adalah membuat konten YouTube. YouTube adalah sebuah situs web yang memungkinkan penggunanya dapat mengunggah, menonton dan berbagi video. YouTube ditonton lebih dari satu milyar orang perbulannya, dan penggunanya sebagian besar juga anak usia sekolah. Karena sekarang adalah era digital, anak-anak usia sekolah dasar yang telah difasilitasi android oleh orang tuanya, bisa mengakses YouTube kapan saja. Hal ini bisa menjadi lahan potensial bagi seorang guru, dan tentu saja konten yang dibuat adalah yang bernilai edukasi. 

Menjadi guru youtuber, istilah untuk pengguna YouTube, bukanlah hal yang sulit karena sekarang ini guru memang dituntut untuk menguasai teknologi. Semuanya bisa dipelajari, tinggal lagi guru memikirkan konsep konten yang akan dibuat agar terlihat menarik karena video yang kita buat akan bersaing dengan jutaan video lain yang memang lebih mengedepankan konsep hiburan. Guru bisa membuat konten sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, menyajikan materi atau pembahasan soal. Konten harus dibuat seunik mungkin, sehingga bisa menjadi ciri khas yang akan membuat para pengunjung channel kita terkesan. 

Di Indonesia, konten YouTube bertema edukasi memang sudah cukup banyak, 

seperti Kok Bisa?, Zenius Education, Quipper dan Ruang Guru. Dengan adanya keinginan guru ingin mengembangkan kariernya di dunia YouTube, diharapkan kedepannya YouTube Indonesia lebih di dominasi oleh konten yang bernilai edukasi. 

Menjadi guru youtuber juga merupakan karier yang cemerlang. Seorang youtuber bisa mendapatkan penghasilan jutaan bahkan milyaran rupiah dari YouTube tergantung dari jumlah view dan subscriber dari konten yang dibuatnya. 

Jika guru memiliki kemampuan IT yang tinggi, guru juga bisa membuat aplikasi pembelajaran sendiri. Semuanya tergantung pada niat dan kemauan. Tidak ada yang tidak mungkin, dan tidak ada yang tidak bisa, selagi masih ada keinginan untuk belajar dan mencoba. 

Pengembangan karier bagi seorang guru, baik sebagai guru penulis maupun guru youtuber bukan semata karena materi, tetapi lebih kepada manfaat yang ingin diberikan kepada banyak orang. Jika buku yang ditulis atau konten yang dibuat adalah ilmu yang bermanfaat, maka ini juga akan menjadi ladang amal  jariah bagi sang guru kelak (TJP)