Bukittinggi, -Menjelang 18 hari menuju Pilkada Bukittinggi pasangan calon walikota Erman Safar-Marfendi lakukan blusukan dengan menyambangi rumah warga yang berada di kelurahan kayu kubu RW 1, 2 dan 3 kecamatan Guguk Panjang kota Bukittinggi, Selasa (24/11)

Diikuti oleh sejumlah relawan pemenangan Erman dan Marfendi,didampingi koordinator lapangan(Korlap) Yon Eka Putra dan Nin Syafrizal.tim bergerak mengelilingi rumah warga yang bersebelahan dengan panorama  ngarai Sianok itu.

Calon Walikota Bukittinggi H.Erman Safar mengungkapkan kepada awak media bahwa warga yang tinggal di kelurahan kayu kubu banyak yang berprofesi 'manggaleh" pedagang yang mensuport kepariwisataan seperti barang souvenir,bordiran,kerajinan ukiran dan ada yang berprofesi sebagai pramuwisata atau tour guide.

"Kita menjemput aspirasi masyarakat sesuai dengan harapan mereka menginginkan perlakuan yang adil dari pemerintah terhadap profesi mereka yang umumnya pedagang kecil" ulasnya.

Karena mereka mendambakan pemimpin yang santun dan itu terbentuk pada stake holder yang ada, seluruh dinas dibawah kepemimpinan walikota dan wakil walikota.

Erman mengatakan banyak pedagang kecil mengalami penertiban dari Satpol PP dalam membuka lapak dagangannya.

"Seyogyanya para aparat itu membantu dalam berjualan bukan malah mengejarnya,"sebut Erman.

Menurut Erman Safar sesuai dengan visi dan misi paslon nomor urut 2 bahwa aparatur pemerintahan seperti Satpol PP akan diberikan edukasi ulang bahwa pemerintah dan ASN adalah sama sama pelayan publik dan sangat mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sebagai tuan rumah di Bukittinggi.

"Insyaalah harapan dan program kami sejalan dengan mayarakat kayu kubu dan kami optimis bisa meraih 50 persen warga untuk menentukan pilihannya ke paslon 02,"ujar Erman.

Kesempatan itu,calon wakil walikota H.Marfendi Dt.Basa Balimo menjelaskan bahwa kelurahan kayu kubu terletak ditengah kota,ada rumah rumah warga yang kosong ditinggalkan penghuninya,hal itu merupakan suatu peluang nantinya dan juga ada tanah provinsi yang tidak termanfaatkan dengan baik,karena rencana paslon 02 salah satunya membuat rumah Tahfidz Alqur'an untuk setiap kelurahan dengan diisi untuk kegiatan yang beredukasi bagi masyarakat,tuturnya.

Lebih lanjut Marfendi menyampaikan bahwa situasi ekonomi tahun ini benar terpuruk salah satunya pedagang kecil dan lemah. Selaras dengan program paslon 02 untuk mensejahterakan pedagang atau penjual keliling akan diperhatikan dengan layak sesuai dengan peraturan.

"Dalam arti kata berjualan pada titik yang telah ditentukan  dan jam tertentu ,tidak ditrotoar pejalan kaki,di taman kota tidak dengan leluasa, menerapkan 'Sapta Pesona" aman,sejuk ,tertib , bersih,indah dan ramah.demi menjaga nama kota wisata Bukittinggi.Tutupnya (Nas)