Ulakan Tapakis, CanangNews - Mencari kata mufakat dengan musyawarah sesuai amanat Pancasila adalah pondasi dasar yang dimiliki bangsa Indonesia. Hal ini sudah menjadi panutan dan kebiasaan turun temurun yang dilakukan sejak sebelum kemerdekaan. Terlebih pada kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga adat yang ada di Sumatera Barat.

Hal seperti itu yang dilakukan oleh Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, melakukan pertemuan dan silaturrahim di aula kantor camat setempat, Sabtu (14/11/2020). Pertemuan yang dihadiri seluruh walinagari dan walikorong se-Kecamatan Ulakan Tapakis itu bertujuan menyosialisasikan BKAN dan mencari kata mufakat terkait dengan pembahasan program serta perencanaan kegiatan yang dianggap perlu bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan nagari.

Ketua BKAN Kecamatan Ulakan Tapakis Ali Waldana ST dalam kata sambutannya menjelaskan tentang manfaat adanya BKAN bagi nagari dan keberadaan BKAN yang sudah diakui sampai ke tingkat nasional. Kegiatan ini akan terus dilakukan kepada lembaga-lembaga lainnya yang ada di kecamatan seperti anggota Badan Permusyawaratan (Bamus) Nagari, Karang Taruna, Kelompok Tani dan kelompok usaha ekonomi masyarakat.


"Badan Kerjasama Antar Nagari ini di merupakan suatu badan yang dibentuk dengan adanya kerjasama antar nagari dalam hal mengelola sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di nagari. Legalitas BKAN kecamatan Ulakan Tapakis ini tidak perlu diragukan lagi, karena kita telah menetapkan Peraturan Bersama Wali Nagari sejak tahun 2018 lalu," ujar Ali Waldana yang juga sebagai Walinagari Kampuang Gelapung Ulakan itu.

Camat Ulakan Tapakis yang diwakili oleh Kasubag Perencanaan Keuangan Mayulis S Sos SPd mengemukakan, peranan BKAN dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sangat dibutuhkan. Karena melalui BKAN akan diperoleh suatu kesepakatan bersama dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan di nagari. 

"Jadi, apabila setiap kegiatan sudah dilakukan dengan musyawarah dan merupakan keputusan bersama. Insyaallah, program pembangunan dan pemberdayaan yang dilakukan itu bisa tepat sasaran dan terlaksana sesuai dengan keinginan bersama," kata Mayulis.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan sosialisasi tentang BKAN. Bertindak sebagai narasumber Ketua BKAN Ali Waldana ST dan Pendamping Desa Darwamawan ST.

Selaku yang diberikan kepercayaan memimpin BKAN, Ali Waldana memaparkan sejarah perjalanan BKAN semenjak berdiri hingga sekarang. Begitu juga dengan aturan yang mengatur tentang struktur organisasi dan kewenangan dari BKAN. Serta terkait berbagai kegiatan di nagari, yang bisa dilakukan secara kerjasama melalui lembaga BKAN kecamatan Ulakan Tapakis. 

"Kerjasama tidak hanya tentang ekonomi/dana bergulir tetapi kerjasama yang inklusif. Termasuk  pembangunan ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan termasuk pengembangan kawasan yang berkelanjutan," jelas Walinagari yang akrab disapa Awal ini.

Kerjasama dimaksud, ulas dia, sangat banyak jenis dan manfaatnya seperti pembangunan infrastruktur jalan atau jembatan yang menghubungkan antar nagari serta pemasangan jaringan pipa air bersih dan berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan dua nagari atau lebih. 

Sedangkan Darmawan memapatkan, tujuan BKAN sebagaimana dalam program PNPM sebelumnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yaitu dengan membentuk Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) di kecamatan yang melakukan pinjaman secara bergilir kepada masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga. 

"Kegiatan UPK ini masih berlanjut hingga sekarang dan merupakan Aset BKAN.  Namun dalam pelaksanaannya, program ini terkendala dalam pengembalian dan mekanisme penyaluran. Untuk kedepannya, untuk kelanjutan program diharapkan BKAN dapat bekerjasama dengan BUMnag". Jelas Darmawan mengakhiri pembicaraan. (AS)