Catatan Mila Fitri Yeni

SETIAP detik dalam hidup adalah perjalanan. Setiap perjalanan adalah pelajaran.

Kata-kata indah tersebut merupakan pilar kehidupan bagi orang-orang yang selalu berjuang dalam kehidupan. Banyak suka maupun duka yang dilalui tak akan pernah membuat seorang pejuang menyerah untuk menentukan jalan dari banyak persimpangan.

Seperti Anton Wira Tanjung SPi MSi Dt Panji Alam yang sekarang telah menjadi Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Pariaman. Pada usia yang sudah menginjak 40 tahun, hari ini – 5 November 2020 - sebagaimana lazimnya pejuang, ia telah menerima secercah hasil dari apa yang  telah diperjuangkannya.

Bercerita tentang Anton Wira Tanjung tidak lepas dari moto beliau di usia 40 tahun ini, yaitu “Membangun keselarasan dan keteduhan”. Hal ini ia yakini sebagai bentuk implementasi kematangan Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam ketika diangkat menjadi Rasulullah pada usia 40 tahun. Keselarasan yang beliau pegang sebagai bentuk upaya agar cocok dan sesuai dengan setiap keadaan dan menciptakan keselarasan antar kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Begitupun dengan “keteduhan” seperti pohon rindang untuk menyemburkan ketenangan dan kesejukan bagi setiap khalayak.

“Bercermin kepada sosok Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, dalam usia yang menginjak 40 tahun biasanya seseorang telah mencapai puncak kematangan, baik dari segi berpikir, emosional, fisik, intelektual maupun spiritual. Hal ini sebagai acuan yang sepantasnya menjadi tujuan untuk menjadikan pribadi yang lebih berkualitas. Membangun keselarasan dan keteduhan adalah upaya yang sangat baik bagi saya dalam menjalani setiap kegiatan kepemimpinan, baik pada lembaga pemerintahan, sosial kemasyarakatan maupun dalam kehidupan berkeluarga,ujar pria yang terkesan tenang ini.

Lahir di Sungai Sariak, Sumatera Barat, 5 November 1980, suami dari Lidia Naser ini menamatkan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama-nya di Sungai Sariak, begitupun dengan Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1999, ia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Riau pada Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Semasa kuliah ia adalah seorang organisatoris dan bergabung dengan beberapa organisasi kampus seperti Badan Legislatif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Sektretaris SATMA PP, Ketua Ikatan Mahasiswa Pariaman dan Sekretaris DPD Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika).

Pria yang terlihat smart dalam pergaulan ini menamatkan pendidikannya pada tahun 2004. Selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, ia banyak menorehkan prestasi yang cukup membanggakan. Di antaranya lomba karya tulis tingkat nasional tahun 2002 dengan judul Pergerakan Mahasiswa Berbasis Riset dan juara 2 tingkat nasional dalam Kontestasi PKM Bidang Teknologi. Bukan hanya sebagai teknokratik, Anton juga sebagai akademisi dalam berbagi dimensi.

Tahun 2005 -2008 Anton menapaki karier di PT Global Akuakultur Indonesia di Medan, Sumatera Utara. Selanjutnya, pada tahun 2009, ia lulus sebaagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Karier yang ia jalani cukup cemerlang, antara lain pernah menjabat sebagai Kasubag Perencanaan DKP, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sungai Limau dan Sekretaris Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Ketika menjabat Sekretaris Bawaslu ini ia pernah menjuarai Anugrah Komisi Informasi dalam Keterbukaan Informasi Publik tahun 2019. Terhitung mulai tanggal 7 Januari 2020, Anton dipercaya bupati sebagai Kabag Humas dan Protokol di Pemeritah Kabupaten Padang Pariaman.

Walaupun banyak lika-liku kehidupan yang dilaluinya,Anton mengaku selalu bersyukur dengan membangun karakter inovatif dan kreatif dalam dirinya.

Di luar aktivitas sebagai aparatur sipil negara (ASN), Anton juga pernah aktif menjadi Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Padang Pariaman, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Sekretaris Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Padang  Pariaman. Hal ini tidak lepas dari semangat organisasi yang sudah dia rintis semenjak di jenjang pendidikan tinggi. Vitalitas untuk eksis dalam berorganisasi telah nampak dari kepribadiannya yang pintar dalam bergaul.

Bukan hanya aktif di pemerintahan dan organisasi kepemudaan, Anton juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Di antaranya sebagai Ketua Lembaga Pemberdayan Masyarakat (LPM) di Nagari Bisati Sungai Sariak serta Pimpinan Usaha Perikanan Mitra Farm and Bredding dan Kolam Pemancingan Selasih di Sungai Sariak. Bahkan, sebagai orang yang dipercaya dapat mengemban amanah dalam masyarakat, ia dinobatkan sebagai penghulu Suku Kaum Tanjung Sungai Sariak dengan gelar Datuk Panji Alam. Dengan gelar tersebut, Anton menyatakan harapan agar motto yang ia yakini dapat terealisasikan dalam lingkungan sosial dan masyarakat.

Dengan banyaknya pengalaman sangat memungkinkan jika Anton menghasilkan banyak karya. Sebagai orang yang juga produktif dalam menulis, banyak karya-karya yang telah ia hasilkan. Antara lain esai Tarok City sebagai Pusat Perekonomian dan opini Jalur Busur Padang Pariaman. Tulisan ini sangat disukai oleh banyak kalangan. Tulisan lainnya seperti Membangun Sungai Limau sebagai Tempat Pertumbuhan Padang Pariaman, Narkoba Rambah Dunia Pendidikan (opini di media cetak), Penyusunan Rencana Berbasis Core, Penurunan Produksi Ikan Tangkap, Padang Pariaman sebagai Kawasan Produksi Gurame  dan beberapa jurnal ilmiah di website online academia.edu.

Semangatnya dalam berkarir dan berorganisasi menjaikan Anton sebagai pribadi yang mampu melihat beberapa aspek kehidupan dalam berbagai dimensi. Tidak begitu rumit untuk melihat sisi kepemimpinannya. Dengan semua aral yang telah dilintasi dan semangat kerja yang persisten, terlukis sudah atma kepemimpinan dalam dirinya. Sebab kepemimpinan lebih banyak dilatih melalui perilaku dan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata. (***)