Debat Paslon Pilkada Pesisir Selatan Tahun 2020



PESISIR SELATAN - Pandemi Covid-19 tidak hanya mejadi masalah kesehatan, namun menjalar pada sektor ekonomi. Bahkan, resesi mulai mengancam perekonomian nasional dan internasional.

Pemerintah daerah harus menyikapi, sehingga tidak berdampak luas pada kinerja ekonomi lokal. Penggunaan anggaran harus sesuai dengan potensi dan keunggulan daerah.

"Dengan begitu, kami optimis dampak resesi dapat kita minimalisir," ungkap Calon Bupati Rusma Yul Anwar terkait pernyataan Calon Bupati Dedi Rahmanto Putera soal antisipasi dampak ekonomi saat pandemi.

Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai potensi otomatis dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga kini, penopang utama pertumbuhan Pessel masih dilakoni sektor primer.

Dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Pessel masih ditopang sektor primer diantaranya pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Kontribusinya lebih dari 30 persen per tahun.  

"Nah, ini yang akan kita prioritaskan. Bukan pariwisata dan bikin gorong-gorong. Sementara kini perjalanan saja dibatasi di tengah pandemi ini," jelas pria yang kini juga menjabat sebagai wakil bupati itu.

Meningkatkan kegiatan hilirisasi bagi komoditi unggulan daerah. Hal itu melalui pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga menyerap banyak tenaga kerja. 

Sebab, sebagian besar karakteristik dunia usaha di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu adalah UMKM skala rumah tangga. Populasinya lebih dari 95 persen.

Mendorong penggunaan anggaran daerah berpihak pada pelaku usaha lokal. "Jadi, uangnya berputar di daerah kita dan membantu menjaga daya beli masyarakat," tuturnya.

Sementara, Calon Bupati Dedi Rahmanto Putera menegaskan, perlu penguatan kelembagaan pelaku usaha. Pemberian nilai tambah pada produk lokal mesti dilakukan berbasis manufakturing. 

Selain, menopang permodalan pelaku usaha. Upaya itu, dengan melakukan pendekatan dengan perbankan. Meningkatkan peran serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam pemberian modal. 

Apalagi, saat ini pemerintah selama 3 tahun ke depan diberi keleluasaan penggunaan anggaran, tanpa harus membicarakan dengan DPRD. Pemerintah daerah cukup melaporkan saja.

"Ini sudah diatur dalam Perpu yang kini bahkan sudah menjadi UU. Kita akan titipkan anggatan daerah di BPR," ujar mantan anggota DPRD itu. 

Tanggapan itu ia sampaikan saat debat Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Pilkada serentak 9 Desember 2020 Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar. Debat digelar di TVRI Sumbar, Rabu 11 November 2020. Acara Debat ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pesisir Selatan. 

Dengan dipandu moderator oleh pihak penyelanggara debat publik TVRI Sumbar, diberikan kesempatan menyampaikan visi dan misi, serta tanggapan antara jawaban paslon 1, 2 dan 3. Serta saling melempar pertanyaan antar paslon.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah, Pesisir Selatan Epaldi Bahar mengatakan, KPU Pessel menjadwalkan debat pasangan calon bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan pada tanggal 11 dan 25 November 2020. 

Ia mengungkapkan, adapun tema debat pasangan calon bupati dan wakil bupati antara lain terkait kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah. 

Debat publik ini untuk memberikan kesempatan kepada ketiga paslon menyampaikan visi dan misi, pada masyarakat,” tegas Epaldi Bahar kepada awak media.

Disampaikannya, dalam debat publik ini KPU Pessel juga telah melakukan koordinasi dengan tim penyusun materi debat Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc (Dosen Fakultas Kedokteran Unand/Ahli Virus). 

Dr. Khairul Fahmi, SH., MH (Dosen Fakultas Hukum Unand). Dr. Wakidul Kohar, M.Ag (Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol), Dr. Syaiful Anwar, SE.,M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi Unand). Reno Fernandes, M.Pd (Dosen Sosiologi UNP).

Pada kesempatan itu, Calon Bupati Hendrajoni menyampaikan, Pessel memiliki potensi pertanian dan perikanan. Karena itu, perlu pemerintah daerah perlu membuka pariwisata.

Dengan demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat. Tingkat hunian hotel menjadi tinggi. Memberi pelatihan pada generasi muda. Mencarikan pemasaran produk lokal.

"Makanya perlu terobosan-terobosan. Itu upaya yang akan kita lakukan untuk mengangkat resesi," sebut pria yang merupakan petahana Bupati Pessel itu. (can)