Pariaman, CanangNews – Kemampuan menulis selayaknya dimiliki oleh semua orang, apapun profesi dan bidang ilmu yang mereka tekuni. Dengan kemampuan tersebut, seseorang dapat mendokumentasikan ide / pemikiran, pengalaman dan harapan-harapannya ke dalam tulisan sebagai media komunikasi dengan orang lain.

Wartawan Motivator Zakirman Tanjung mengemukakan hal itu dalam kegiatan Capasitity Building (Pengembangan Kapasitas) Forum Anak Kabupaten Padang Pariaman (Forpadpar) pada Adaptasi Kebiasaan Baru – Anak Terlindungi  di Gedung Loka Bina Karya (LBK) – Pariaman, Kamis (22/10/2020). Iven ini diselenggarakan Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).

“Dengan memiliki kemampuan menulis, banyak peluang kegiatan dan usaha yang dapat dilakukan seseorang. Tidak hanya jadi wartawan atau wartawati, tetapi bidang-bidang lain seperti pengarang, pemakalah atau penulis buku. Dengan kemampuan menulis, kalian dapat menghasilkan uang tanpa perlu kasak-kusuk mencari pekerjaan,” ujar pria yang sudah 35 tahun jadi penulis dan wartawan ini.


Iven pemicu kreativitas bagi puluhan fasilitator forum anak ini berlangsung selama dua hari. Kegiatan tersebut sebelumnya dibuka Kepala Dinsos P3A yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Arosi Febri Yenti SSTP MSi, Rabu (21/10/2020). Sebelum mengikuti materi di dalam ruangan, para peserta melakukan olahraga ringan berupa senam penyegaran jasmani di halaman LBK.

Selain memaparkan materi berupa teknis dan kiat menjadi penulis dan jurnalis, pada kesempatan itu Zakirman yang akrab dengan sapaan Pak Zast mengemukakan banyak motivasi guna membangkitkan semangat peserta mengembangkan kapasitas dalam penulis. Ia juga mengisahkan berbagai pengalaman heroik sebagai penulis dan wartawan semenjak Agustus 1985.

Sebelumnya, pada hari pertama, kegiatan diisi oleh Yonisman (Digital Marketing Strategist, Trainer Google Gapuro Digital, Ketua Harian Relawan Teknologi Informasi Komunikasi Sumbar) dengan materi “Nge-Blog Modal Smarphone”. Yonisman memaparkan informasi dan memandu para peserta membuat blog pribadi dan blog komunitas dengan smartphone masing-masing.


Sedangkan Arosi Febri Yenti sebagai pelaksana kegiatan mengisi materi tentang psikologi anak. Ia mengajak seluruh peserta terus mengasah dan mengembangkan kapasitas atau kemampuan menulis meskipun kegiatan ini sudah berakhir. “Kita bersyukur karena Pak Zast membuka diri untuk melayani diskusi semua peserta sampai kapanpun melalui media whatsapp (WA) atau telepon. Mari manfaatkan kesempatan ini,” pinta Arosi. (Fika Warda Hanum)