Oleh : Siska Eka Putri, S. Pd , mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar


Tidak bisa kita pungkiri bahwa inti dari penyelenggaraan pendidikan persekolahan adalah pada proses pembelajarannya. Pembelajaran yang berkualitas hanya dapat dihasilkan oleh guru yang berkualitas pula. Salah satu kegiatan penting dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan kualitas guru adalah supervisi kepada guru secara maksimal. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa supervisi kepada guru, biasa disebut dengan supervisi akademik. Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional, yang muaranya kepada peningkatan mutu lulusan peserta didik. 

Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pengajaran. Kegiatan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah yang ditujukan kepada guru dengan tujuan memberikan bantuan profesional, selain itu supervisi akademik juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional maupun kompetensi paedagogik yang akan berdampak pada peningkatan kinerja guru-guru di sekolah. Mengembangkan kemampuan guru tidak hanya ditekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar guru, melainkan juga pada peningkatan komitmen, kemauan, atau motivasi guru. Dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas akademik akan meningkat. 

Adapun tanggung jawab pelaksanaan supervisi di sekolah adalah kepala sekolah. Oleh karena itu, seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi supervisi. Pada hakekatnya, inti dari kegiatan supervisi adalah membantu guru. Ini berbeda dengan penilaian kinerja guru, meskipun di dalam supervisi akademik sama-sama ada penilaiannya.

Bagaimana supervisi pada masa pandemi?

Meski masih dalam masa pandemi covid 19, namun kegiatan supervisi guru harus tetap dilakukan. Dalam hal ini, kepala sekolah harus mengubah strategi supervisi yang dilakukan kepada guru khususnya terkait supervisi akademik. Hal ini perlu dilakukan karena pembelajaran guru tidak lagi dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, melainkan secara daring (dalam jaringan), luring (luar jaringan) ataupun kombinasi antara keduanya (blended).

Pembelajaran jarak jauh menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan zoom meeting, google class room, google meet,  memanfaatkan WAG, mengkombinasikan acara televisi dengan tugas proyek dan sebagainya. Semua tugas dan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tersebut dirancang agar tetap bermakna, menarik, tetapi juga tidak memberatkan peserta didik.

Perubahan dalam pembelajaran, perlu diimbangi dan diikuti dengan perubahan model supervisi yang dilakukan kepala sekolah. Model yang diterapkan harus adaptif terhadap perubahan yang terjadi dalam pembelajaran seperti pola dan pendekatan, strategi dan metode alat atau perangkat yang digunakan, pengelolaan lingkungan belajar dan penilaian yang dilakukan. Hal utama yang berubah dalam hal supervisi akademik terhadap pembelajaran jarak jauh adalah supervisi dilaksanakan dengan jarak jauh pula.

Pada hakekatnya, supervisi ini dilakukan untuk memastikan bahwa PJJ yang dilakukan guru dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan target capaian  yang sudah dirumuskan.

Berikut ini adalah prinsip supervisi pembelajaran pada masa pandemi : a) Memastikan pembelajaran yang dilakukan guru sesuai tujuan pembelajaran, b) Memastikan pembelajaran bukan hanya berjalan, tetapi juga bermakna disesuaikan dengan kemampuan guru dan murid. Misalnya dengan melihat kualitas lembar kerja atau video pembelajaran yang dibuat/ dipilih oleh guru. c) Memastikan guru merancang pembelajaran yang beragam dan tidak tergantung pada cara/teknologi yang sama terus menerus. Teknologi adalah salah satu alternatif belajar jarak jauh. d) Memastikan kegiatan pembelajaran yang diberikan guru memiliki variasi sebagai berikut; Guru membuat pembelajaran di rumah lebih sederhana. Utamakan literasi, numerasi, dan karakter Guru memberikan ruang untuk murid mengekspresikan perasaan. Bisa melalui tugas menggambar, menulis, membuat video Melatih kecakapan skill sehari-hari. Contoh, membantu pekerjaan orang tua di rumah, e) Memastikan materi pembelajaran bisa diakses baik online maupun offline sesuai dengan kondisi murid. f) Memastikan guru tidak hanya memberi tugas, tetapi juga memberikan umpan balik terhadap hasil belajar murid, sehingga siswa juga belajar dari apa yang telah dikerjakannya. g) Memberikan umpan balik terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. h) Memastikan guru juga membangun hubungan sosial dengan murid, menyempatkan menyapa dan bercakap-cakap, memberikan perhatian, dan mendengarkan keluhan murid. Tidak hanya membicarakan pelajaran dan tugas sekolah saja

Adapun Langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan agar supervisi pembelajaran bisa dilakukan: a) Minta guru membuat daftar materi yang sudah pernah diajarkan beserta tujuan pembelajaran yang ingin dicapai untuk dilakukan pendalaman materi. b) Minta guru membuat daftar rencana kegiatan belajar harian selama satu minggu , c) Pilihan sumber belajar dan penilaian siswa, d) Membuat folder google drive materi belajar, pengumpulan tugas, dan feedback. (TJP)

Tag : #opini