Sikabaluan Canangnews,Pengalaman positif Covid 19 terhadap sebagian warga Mentawai untuk saat ini menjadi keraguan bersama.


Hal tersebut tampak ketika sebagian warga tidak mematuhi protokol kesehatan dengan alasan tidak perlu takut akan positif Covid 19 karena tidak membahayakan.


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari partai Gerindra,Maru Saerejen menilai bahwa warga berbuat demikian karena melihat apa yang terjadi pada saat ini.

"Banyak warga yang akhirnya tidak mengindahkan protokol kesehatan karena kenyataan yang dilihat dilapagan tidak perlu menjadi ketakutan karena 14 hari tersebut"ungkapnya kepada awak media Minggu 25/10/20.

Dirinya juga sempat mengkritik Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Mentawai pada saat pasien Covid 19 pertama terkait hasil Positif yang hanya sebatas laporan bahwa seseorang telah dinyatakan terkonfirmasi,ucapnya.

"Saya sempat kritik direktur RSUD Mentawai terkait penyampaian informasi bahwa seseorang telah terpapar Covid 19 namun jawaban yang kita peroleh itu bersifat rahasia"sebutnya.

Maru mengatakan,alangkah baiknya informasi yang disampaikan kepada seseorang dilampirkan langsung dengan surat resmi labor unand lalu dinas akan hal tersebut sehingga tidak menjadi kecurigaan bagi warga akan keafsahannya.

"Bukan saya tidak percaya atau menantang pemerintah akan tetapi akan menjadi kecurigaan serta keraguan bila hasil positif Covid 19 terhadap seseorang tidak jelas keberadaannya karena tidak disertai lampiran laboratorium fakultas Unand Ladang" tegasnya.

Dari keraguan warga masyarakat itulah kata maru yang membuat tidak  mematuhi standar protokol kesehatan,tidak menjaga jarak,tidak menggunakan masker sementara Covid 19 sedang mengintai bila itu datang habis kita.

"Kaum awam seperti saya  kurang paham akan Covid 19 sehingga pemerintah mesti harus meyakinkan  semuanya akan bahaya virus tersebut jika menyerang warga namun hal demikian justru menjadi ketidak takutan warga masyarakat"tambahnya.

Sama halnya yang dirasakan oleh keluarga Ferdinand warga nangnang bahwa pengalaman yang dirasakan justru menjadi ketidak takutan dari warga masyarakat sekitar karena ditarget selama 14 namun tanpa gejala atau sehat sehat saja.

"Selama ini yang kita lihat di spanduk bahwa ada gambar bahaya Covid 19 dari gejala sesak hingga meninggal dunia namun berbanding terbalik pada saat di Mentawai Covidnya justru tidak bergejala bahkan bisa sembuh pada hari ke 14"ucapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa pengalaman yang demikian menjadi catatan bagi warga Sikabaluan bahwa Covid 19 tidak mematikan dan tidak perlu ditakuti.

"Setelah keluar dari Puskesmas Muara Sikabaluan tanpa gejala dan lainnya akhirnya warga menyimpulkan bahwa Covid 19 Mentawai jinak dan tidak perlu ditakuti" pukasnya.(JS)